Wacana Bekasi Tiru Perda Garasi, DPRD: Masyarakat Bisa Selesaikan Sendiri

Kompas.com - 15/01/2020, 18:49 WIB
Spanduk larangan parkir mobil di jalanan Kampung Bulak Macan RW 022, Harapan Jaya, Bekasi Utara. KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANSpanduk larangan parkir mobil di jalanan Kampung Bulak Macan RW 022, Harapan Jaya, Bekasi Utara.

BEKASI, KOMPAS.com - Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman Joewono Putro mengaku masih perlu kajian menyeluruh untuk menerapkan larangan memiliki mobil tanpa garasi seperti yang diberlakukan di Depok, Jawa Barat, baru-baru ini.

"Kami belum melakukan evaluasi menyeluruh ya, apakah kondisi itu masalah utama atau tidak," ujar Chairoman ditemui wartawan di ruangannya, Rabu (15/1/2020) sore.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu beranggapan tak selalu Perda yang diterapkan dan diapresiasi di wilayah lain harus diterapkan di Kota Bekasi.

Sebab, masalah warganya boleh jadi berbeda, meskipun sama-sama wilayah urban penyangga Jakarta.

Baca juga: Di Harapan Jaya Bekasi, Warga yang Bikin Aturan Beli Mobil Harus Punya Garasi

"Lihat dulu skala permasalahannya, terjadi atau tidak, dan di mana saja. Kalau ternyata menimbulkan ketidaknyamanan dan disuarakan di bawah, itu (Perda) mungkin dibutuhkan," ujar Chairoman.

Mengenai adanya RW di Harapan Jaya, Bekasi Utara yang berhasil menerapkan "larangan" parkir mobil di jalanan bermodalkan spanduk, Chairoman mengapresiasi.

Baca juga: Ini Isi Perda Garasi yang Wajibkan Pemilik Mobil di Depok Punya Garasi

Menurut dia, itu bentuk bahwa Perda bukan satu-satunya instrumen untuk menelurkan kebijakan yang dianggap bagus dan menguntungkan warga.

"Bagus, tanpa Perda, masyarakat bisa menyelesaikan masalahnya sendiri," kata dia.

"Artinya masyarakat mampu menyelesaikan masalah dengan musyawarah, tanpa perda tidak masalah. Jadi fungsi perda itu untuk penguatan," imbuhnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X