Lumpur Dampak Banjir di Jatiasih Masih 30 Persen, Pemkot Bekasi Janji Bersihkan

Kompas.com - 16/01/2020, 12:14 WIB
Warga dan staf Pemerintah Kota Bekasi kerja bakti membersihkan lumpur sisa banjir yang masih memenuhi jalan-jalan Perumahan Kemang Ifi, Jatiasih, Kota Bekasi, selepas berakhirnya masa tanggap darurat bencana banjir, Rabu (15/1/2020). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANWarga dan staf Pemerintah Kota Bekasi kerja bakti membersihkan lumpur sisa banjir yang masih memenuhi jalan-jalan Perumahan Kemang Ifi, Jatiasih, Kota Bekasi, selepas berakhirnya masa tanggap darurat bencana banjir, Rabu (15/1/2020).

BEKASI, KOMPAS.com - Pelaksanan Harian (Plh) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Muhammad Jufri menyatakan, proses pembersihan lumpur pascabanjir di daerah itu masih terus berlangsung.

Fokus utama di perumahan-perumahan sekitar Kali Bekasi di Kecamatan Jatiasih, seperti Kemang Ifi, Komplek Angkatan Laut, Villa Jatirasa, dan Pondok Gede Permai.

"Seluruh staf dan pejabat BPBD Kota Bekasi masih akan tetap sampai satu bulan ke depan, karena masih ada 30 persen lagi lumpur yang belum terangkut," kata Jufri, Kamis (16/1/2020).

"Hanya di kecamatan Jatiasih saja. Kalau di kecamatan lain sudah beres," imbuhnya.

Baca juga: Saat Masa Tanggap Darurat Banjir Tak Cukup untuk Bereskan Lumpur di Jatiasih, Bekasi

Berdasarkan pengamatan Kompas.com pada Rabu kemarin, beberapa perumahan di Jatiasih memang belum sepenuhnya bersih dari lumpur akibat banjir.

Sejumlah staf Pemerintah Kota Bekasi tampak masih seliweran dengan armada-armadanya, mulai dari mobil pengangkut sampah hingga mobil pemadam kebakaran.

Perumahan Pondok Gede Permai misalnya, kondisinya paling parah karena sekitar 4 RT-masih terbenam lumpur dengan kedalaman semata kaki orang dewasa.

"Kami juga masih melakukan penataan-penataan yang rusak, termasuk juga menyempurnakan tanggul-tanggul yang retak. Kemarin-kemarin kan belum selesai. Ada yang masih 60 persen, 70 persen," ujar Jufri.

Langkah itu merupakan bagian dari status baru yang ditetapkan Pemerintah Kota Bekasi terhadap wilayah Jatiasih selepas berakhirnya masa tanggap darurat banjir pada Selasa.

Baca juga: Masih Terbenam Lumpur Banjir, Warga Pondok Gede Permai Bekasi Berharap Hujan

Pemerintah Kota Bekasi kini menetapkan status baru, yang satu tingkat di bawah masa tanggap darurat, yakni masa darurat bencana pemulihan untuk penanggulangan DAS (Daerah Aliran Sungai) Kali Bekasi. Wilayah Jatiasih jadi prioritas.

Namun, berbeda dengan pernyataan Jufri, Kepala Bagian Humas Kota Bekasi, Sajekti Rubiyah menyatakan, status ini berlaku untuk "tiga bulan ke depan" sejak Rabu kemarin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begal di Bawah Umur Diduga Berkomplot dengan Pembegal Tentara di Bekasi

Begal di Bawah Umur Diduga Berkomplot dengan Pembegal Tentara di Bekasi

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Hujan dengan Intensitas Bervariasi

BMKG: Jakarta Diprediksi Hujan dengan Intensitas Bervariasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Muncul King of The King di Tangerang | Alasan Batalnya Donny Saragih Jadi Bos Transjakarta

[POPULER JABODETABEK] Muncul King of The King di Tangerang | Alasan Batalnya Donny Saragih Jadi Bos Transjakarta

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan yang Peras Korbannya dengan Menuduh Curi Motor, Satu Orang Buron

Polisi Tangkap Komplotan yang Peras Korbannya dengan Menuduh Curi Motor, Satu Orang Buron

Megapolitan
Terpidana Jadi Dirut Transjakarta, Ketua DPRD DKI Sindir Uji Kelayakan Pemprov DKI

Terpidana Jadi Dirut Transjakarta, Ketua DPRD DKI Sindir Uji Kelayakan Pemprov DKI

Megapolitan
Terpeleset ke Waduk Giri Kencana, Bocah di Cilangkap Tewas Tenggelam

Terpeleset ke Waduk Giri Kencana, Bocah di Cilangkap Tewas Tenggelam

Megapolitan
Perempuan Muda Mau Lompat dari Atas JPO Antasari, Warga Ramai-ramai Menggagalkan

Perempuan Muda Mau Lompat dari Atas JPO Antasari, Warga Ramai-ramai Menggagalkan

Megapolitan
Hakim Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua

Hakim Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua

Megapolitan
Pakar: Beraksi Depan Bocah, Ekshibisionis Bisa Ditangkap Tanpa Laporan

Pakar: Beraksi Depan Bocah, Ekshibisionis Bisa Ditangkap Tanpa Laporan

Megapolitan
Muncul 'Raja' Baru King of The King, Klaim Kuasai Rp 60.000 T dan Akan Lantik Presiden di Dunia

Muncul 'Raja' Baru King of The King, Klaim Kuasai Rp 60.000 T dan Akan Lantik Presiden di Dunia

Megapolitan
Polemik Pengangkatan Dirut Transjakarta, Fraksi PSI Ingatkan Tim Seleksi Harus Independen

Polemik Pengangkatan Dirut Transjakarta, Fraksi PSI Ingatkan Tim Seleksi Harus Independen

Megapolitan
Bajing Loncat di Cilincing Incar Truk-Truk dari Luar Kota

Bajing Loncat di Cilincing Incar Truk-Truk dari Luar Kota

Megapolitan
Belum Punya Ruang Isolasi, RSU Tangsel Bakal Rujuk Pasien Suspect Virus Corona

Belum Punya Ruang Isolasi, RSU Tangsel Bakal Rujuk Pasien Suspect Virus Corona

Megapolitan
Ditinggal Meliput, Mobil TVOne Dibobol Maling di Duren Sawit

Ditinggal Meliput, Mobil TVOne Dibobol Maling di Duren Sawit

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Monas Bukan Milik Jakarta Sendiri, tapi Enggak Ada Koordinasinya

Ketua DPRD DKI: Monas Bukan Milik Jakarta Sendiri, tapi Enggak Ada Koordinasinya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X