Bantah Biarkan Laporan Warga, Polisi Ungkap Alasan Belum Tangkap Pelaku Pengrusakan Tanah

Kompas.com - 16/01/2020, 19:05 WIB
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Bastoni Purnama (kiri) dan Kasat Reskrim polres Jakarta Selatan, Komisaris Polisi Andi Sinjaya Ghalib (tengah)  dalam jumpa pers soal kasus persekusi yang dialami anggota Banser NU, Rabu (11/12/2019) KOMPAS.COM/WALDA MARISONKapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Bastoni Purnama (kiri) dan Kasat Reskrim polres Jakarta Selatan, Komisaris Polisi Andi Sinjaya Ghalib (tengah) dalam jumpa pers soal kasus persekusi yang dialami anggota Banser NU, Rabu (11/12/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Sinjaya Ghalib mengatakan dua tersangka kasus perusakan tanah yakni S dan MY tergolong sulit ditangkap.

S dan MY sebelumnya dilaporkan Budianto ke polisi karena merusak tanah miliknya yang terletak di Jakan Kuningan Barat Raya No. 29, Kel. Kuningan Barat, Kec. Mampang Prapatan, Jakarta.

Laporan itu kemudian tak berlanjut dan Budianto melaporkan Andi Sinjaya atas dugaan pemerasan.

Namun, polisi membantah telah melupakan laporann itu. Sinjya juga mengatakan bahwa S dan MY sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 1 Agustus 2018.

Kedua pelaku perusakan tanah Budianto itu terus berpindah tempat dalam pelariannya.

"Mereka melarikan diri ke Majalengka, Jawa Barat di Jakarta juga terdeteksi dan akhirnya mereka ditangkap di Gadok Puncak, Bogor," kata Andi saat dihubungi di Jakarta, Kamis (18/1/2020).

Bahkan, Andi harus membuat tim khusus untuk mencari keberadaan dua tersangka tersebut.

Baca juga: Kasus Pemerasan Rp 1 M, Pelapor Sebut Nama Mantan Kasatreskrim Jaksel Dicatut Oknum Pengacara

Dengan ditangkapnya dua tersangka tersebut, Andi menegaskan jika pihaknya serius menangani kasus yang dilaporkan Budianto tersebut.

Sebelumnya, Budianto sempat kecewa lantaran kasus yang telah dilaporkan sejak tahun 2014 itu tidak kunjung ditangani Polres.

Bahkan, Budianto menuding Andi Sinjaya sempat memeras dirinya sebesar  Rp 1 miliar.

Uang tersebut diminta oleh oknum kuasa hukum yang mengaku-ngaku sebagai kenalan dekat Andi Sinjaya Ghalib.

Baca juga: Seret Kasat Reskrim Polres Jaksel atas Dugaan Pemerasan, Pelapor Jelaskan Duduk Perkaranya

Karena kecewa lantaran diperas dan kasusnya tidak jalan, Budianto pun melaporkan hal tersebut ke Indonesia Police Watch (IPW).

Dalam laporannya, Budianto mengaku jika pemerasan tersebut dilakukan oleh Andi Sinjaya Ghalib.

Namun belakangan dia menarik perkataannya tersebut dan menyebutkan jika yang melakukan pemerasan bukankah Andi Sinjaya Ghalib, melainkan oknum yang mengaku kenal dengan Andi Sinjaya Ghalib.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[UPDATE] Covid-19 Depok 26 September: 89 Kasus Baru, Total 845 Pasien Masih Ditangani

[UPDATE] Covid-19 Depok 26 September: 89 Kasus Baru, Total 845 Pasien Masih Ditangani

Megapolitan
Terjaring Razia Hotel, Seorang Kakek Janji Nikahi Pasangannya yang Berusia 22 Tahun

Terjaring Razia Hotel, Seorang Kakek Janji Nikahi Pasangannya yang Berusia 22 Tahun

Megapolitan
Petugas Satpol PP Tersetrum saat Turunkan Baliho Paslon Pilkada Depok

Petugas Satpol PP Tersetrum saat Turunkan Baliho Paslon Pilkada Depok

Megapolitan
Hilang Kendali karena Pecah Ban, Truk Terbalik di Serpong

Hilang Kendali karena Pecah Ban, Truk Terbalik di Serpong

Megapolitan
UPDATE 26 September, 332 Pasien Covid-19 di Kota Bogor Masih Dirawat di RS

UPDATE 26 September, 332 Pasien Covid-19 di Kota Bogor Masih Dirawat di RS

Megapolitan
Update 26 September: Bertambah 109, Kini Ada 2.466 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Update 26 September: Bertambah 109, Kini Ada 2.466 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
UPDATE Covid-19 DKI Jakarta 26 September: 1.052 Kasus Baru, 2 Pasien Meninggal

UPDATE Covid-19 DKI Jakarta 26 September: 1.052 Kasus Baru, 2 Pasien Meninggal

Megapolitan
Cuti Ikut Pilkada Tangsel 2020, Benyamin Kembalikan 3 Mobil dan Rumah Dinas

Cuti Ikut Pilkada Tangsel 2020, Benyamin Kembalikan 3 Mobil dan Rumah Dinas

Megapolitan
Satpol PP Kesulitan, Banyak Warga Jakarta Cari Hiburan di Bekasi sejak PSBB

Satpol PP Kesulitan, Banyak Warga Jakarta Cari Hiburan di Bekasi sejak PSBB

Megapolitan
Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat Guyur Bogor hingga Malam

Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat Guyur Bogor hingga Malam

Megapolitan
Rumah Dijadikan Pabrik Ekstasi, Pengedar di Tangerang Sudah Produksi Selama Satu Bulan

Rumah Dijadikan Pabrik Ekstasi, Pengedar di Tangerang Sudah Produksi Selama Satu Bulan

Megapolitan
Foto Viral Pengunjung Kafe Bekasi Berkerumun Tanpa Masker, Satpol PP Langsung Cek ke Lokasi

Foto Viral Pengunjung Kafe Bekasi Berkerumun Tanpa Masker, Satpol PP Langsung Cek ke Lokasi

Megapolitan
Peredaran Ekstasi dari Rumah di Cipondoh Tangerang Dikendalikan Napi dalam Lapas

Peredaran Ekstasi dari Rumah di Cipondoh Tangerang Dikendalikan Napi dalam Lapas

Megapolitan
Satpol PP Amankan Kakek dengan Perempuan Berusia 22 Tahun Saat Razia Hotel di Serpong

Satpol PP Amankan Kakek dengan Perempuan Berusia 22 Tahun Saat Razia Hotel di Serpong

Megapolitan
Sama dengan di RSD Wisma Atlet, Begini Perawatan Pasien Covid-19 yang Isolasi di Hotel

Sama dengan di RSD Wisma Atlet, Begini Perawatan Pasien Covid-19 yang Isolasi di Hotel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X