Ditanya Soal Target Wisatawan, Ini Kata Menpar

Kompas.com - 17/01/2020, 07:53 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio memberi keterangan kepada wartawan usai menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (9/1/2020) sore. KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio memberi keterangan kepada wartawan usai menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (9/1/2020) sore.

TANGERANG, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengatakan, Indonesia tidak lagi mengejar target angka jumlah wisatawan yang berkunjung.

Dia mengatakan, pariwisata Indonesia bisa berkaca dari Australia yang mendatangkan lebih sedikit wisatawan, akan tetapi mendatangkan jumlah devisa yang besar.

"Itu (Australia) jumlah wisatawan hanya 9 juta, di bawah Indonesia, tetapi devisa yang dihasilkan untuk pariwisata itu 31 Bilion USD (juta dollar AS)," kata dia saat ditemui Kompas.com di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (16/1/2020).

Baca juga: Tak Efektif Dongkrak Pariwisata, Menpar Tinjau Ulang Aturan Bebas Visa

Wishnutama juga mengingatkan agar pariwisata di Indonesia tidak terjebak dengan kuantitas seperti yang dilakukan tetangganya, Malaysia.

Dia mengatakan, Malaysia memang jauh lebih besar kunjungan wisatanya.

Terhitung pada 2019 lalu, kata dia, Malaysia berhasil mendatangkan 25 juta turis ke negaranya.

Akan tetapi, lanjut Wishnutama, dari 25 juta pengunjung, 10,5 juta berasal dari Singapura yang jaraknya. sangat dekat dengan Malaysia

"Hanya nyeberang, kalau kita dari sini (Bandara Soekarno-Hatta) ke Bekasi sudah jadi wisatawan," kata Wishnutama.

Ke depannya, mantan pendiri NET Mediatama Televisi itu berencana mengubah pariwisata Indonesia menjadi penghasil devisa yang besar, dan bukan lagi mengejar angka pariwisata.

Baca juga: Kunjungan Wisatawan Anjlok, Dinas Pariwisata DKI Fokus Sasar Pasar Negara Tetangga

Untuk itu, kata dia, kualitas pariwisata Indonesia harus dibenahi untuk bisa memberikan kenyamanan wisatawan dan devisa yang lebih melimpah.

"Jadi kita mau kejar mana? Kualitas atau kuantitas? Ini harus kita jalani dengan strategi yang benar. Jangan hanya kejar angka kejar angka, tapi kualitasnya enggak bagus," kata Wishnutama.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Pesepeda Jadi Korban Begal, Kadishub: Hindari Bawa Barang Berharga

Banyak Pesepeda Jadi Korban Begal, Kadishub: Hindari Bawa Barang Berharga

Megapolitan
Pemuda di Depok Satroni dan Ancam Bunuh Ustaz, Diduga Gangguan Jiwa

Pemuda di Depok Satroni dan Ancam Bunuh Ustaz, Diduga Gangguan Jiwa

Megapolitan
Anggotanya Diintimidasi, Tim Pemenangan Benyamin-Pilar Berencana Tempuh Jalur Hukum

Anggotanya Diintimidasi, Tim Pemenangan Benyamin-Pilar Berencana Tempuh Jalur Hukum

Megapolitan
Tim Pendukung Benyamin-Pilar Tertabrak Motor Saat Pasang APK di Pamulang, Diduga akibat Diintimidasi

Tim Pendukung Benyamin-Pilar Tertabrak Motor Saat Pasang APK di Pamulang, Diduga akibat Diintimidasi

Megapolitan
Ganti Rugi Longsor di Ciganjur Tak Jelas, Warga Berencana Tempuh Jalur Hukum

Ganti Rugi Longsor di Ciganjur Tak Jelas, Warga Berencana Tempuh Jalur Hukum

Megapolitan
Warga Korban Banjir Belum Sependapat Soal Ganti Rugi, Satu RT Minta PT Khong Guan Bayar 80 Persen

Warga Korban Banjir Belum Sependapat Soal Ganti Rugi, Satu RT Minta PT Khong Guan Bayar 80 Persen

Megapolitan
Seorang Pria Mencoba Lompat dari Lantai 22 di Apartemen Salemba, Damkar Berhasil Gagalkan

Seorang Pria Mencoba Lompat dari Lantai 22 di Apartemen Salemba, Damkar Berhasil Gagalkan

Megapolitan
Banyak Warga Keluar Kota, Tempat Wisata di Jakarta Lebih Sepi

Banyak Warga Keluar Kota, Tempat Wisata di Jakarta Lebih Sepi

Megapolitan
Ormas Sering Bentrok di Ciledug, Polisi Diminta Tak Kompromi dan Berani Bubarkan

Ormas Sering Bentrok di Ciledug, Polisi Diminta Tak Kompromi dan Berani Bubarkan

Megapolitan
Bentrok Ormas Makan Korban di Ciledug tapi Berujung Damai, Pengamat: Jangan Didiamkan!

Bentrok Ormas Makan Korban di Ciledug tapi Berujung Damai, Pengamat: Jangan Didiamkan!

Megapolitan
Kisah PKL di Jalan Wahid Hasyim, Puluhan Tahun Setia Jajakan Kardus Bekas

Kisah PKL di Jalan Wahid Hasyim, Puluhan Tahun Setia Jajakan Kardus Bekas

Megapolitan
Polisi Prediksi Puncak Arus Balik Libur Panjang Terjadi Mulai Besok

Polisi Prediksi Puncak Arus Balik Libur Panjang Terjadi Mulai Besok

Megapolitan
Ini Kronologi Pencurian Disertai Pembunuhan di Rumah Kos Kawasan Tambora

Ini Kronologi Pencurian Disertai Pembunuhan di Rumah Kos Kawasan Tambora

Megapolitan
Warga Tangsel yang Tak Masuk DPT Tetap Bisa Mencoblos pada Pilkada, asalkan...

Warga Tangsel yang Tak Masuk DPT Tetap Bisa Mencoblos pada Pilkada, asalkan...

Megapolitan
Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Cisadane Kota Tangerang

Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Cisadane Kota Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X