Polisi Tangkap 2 Pencuri Besi di Tol Jakarta-Cikampek yang Menyamar Jadi Pekerja Proyek

Kompas.com - 17/01/2020, 13:23 WIB
Polisi memamerkan barang bukti pencurian besi beton Tol Jakarta-Cikampek dalam konferensi pers di Mapolsek Bekasi Kota, Jumat (17/1/2020). KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANPolisi memamerkan barang bukti pencurian besi beton Tol Jakarta-Cikampek dalam konferensi pers di Mapolsek Bekasi Kota, Jumat (17/1/2020).


BEKASI, KOMPAS.com - Polisi memergoki aksi pencurian besi jalan Tol Jakarta-Cikampek pada Rabu (15/1/2020).

Dari 6 pencuri yang beraksi dini hari itu, polisi baru menangkap 2 orang. Sebagai bentuk penyamaran, mereka mengenakan rompi seolah-olah pekerja proyek.

"Tersangka Dower dan JE dapat ditangkap petugas Polsek Bekasi Kota. Sementara tersangka BA, YD, ED, dan MA melarikan diri," ujar Kapolsek Bekasi Kota, Helmi Rustawelli dalam konferensi pers di Mapolsek Bekasi Kota, Jumat (17/1/2020) siang.

Helmi menguraikan, aksi mereka tepergok oleh petugas patroli jalan tol. Mereka beraksi menggunakan mobil pickup dan memotong besi dengan tang berukuran jumbo.

Baca juga: 15 Satpam Ditangkap Polisi Saat Mencuri Besi Tua di Pabrik, Begini Kronologinya

Besi yang mereka sasar ialah besi behel atau besi beton yang digunakan untuk konstruksi jalan tol.

"Kejadiannya di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 20, sekitar pukul 02.00 WIB," kata Helmi.

Helmi menyebut, BA yang kini berstatus DPO merupakan otak di balik aksi pencurian ini.

Baca juga: Begini Cara 15 Satpam PG Semboro Mencuri Besi Tua dari Pabrik

Mobil yang mereka pakai merupakan sewaan dari rental.

Para pencuri itu kini ditahan di Mapolsek Bekasi Kota. Polisi menjerat mereka dengan Pasal 363 ayat (1) KUHP.

"Diduga kuat mereka telah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara," tutup Helmi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Megapolitan
Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Megapolitan
Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Megapolitan
PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

Megapolitan
Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Megapolitan
BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

Megapolitan
Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Megapolitan
Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Megapolitan
Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Megapolitan
Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Megapolitan
Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Megapolitan
Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X