Kompas.com - 17/01/2020, 17:27 WIB
CP (39), pencuri sepeda motor ditangkap polisi setelah tepergok warga Kampung Rawapasung, Kotabaru, Bekasi Barat, Rabu (15/1/2020). KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANCP (39), pencuri sepeda motor ditangkap polisi setelah tepergok warga Kampung Rawapasung, Kotabaru, Bekasi Barat, Rabu (15/1/2020).

BEKASI, KOMPAS.com - CP (39), maling motor di Bekasi yang ditangkap polisi usai tepergok dan dikeroyok warga rupanya berstatus residivis.

CP sudah dua kali dipenjara karena kasus sejenis, yakni pencurian.

Hal itu diungkapkan Kapolsek Bekasi Kota, Kompol Helmi Rutawelli dalam konferensi pers, Jumat (17/1/2020).

"Pertama ditahan karena kasus pencurian kendaraan bermotor di Kabupaten Bekasi. Sempat dipenjara satu tahun," ujar Helmi di hadapan wartawan di Mapolsek Bekasi Kota.

Baca juga: Beraksi Kesiangan hingga Kepergok Warga, Maling Motor Diringkus Polisi di Bekasi

Keluar dari penjara, CP rupanya belum kapok. Ia kembali ditangkap polisi dan dijebloskan ke penjara lagi.

"Kena lagi delapan bulan. Kasusnya pencurian ATM. Ini dia baru keluar enam bulan, sudah ditangkap lagi kasus pencurian kendaraan bermotor," kata Helmi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Semenjak keluar dari bui karena kasus pencurian ATM, CP beberapa kali beraksi mencuri motor.

Berdasarkan pengakuan para saksi kepada polisi, CP sudah dua kali melancarkan aksi pencurian motor di dua tempat berbeda.

"Pertama di kontrakan di Jalan Nurul Iman, Jakasampurna, Bekasi Barat, Selasa (24/12/2019). Saat itu pencurian sekitar pukul 04.00 WIB," ujar Helmi.

"Kedua di kontrakan lagi, di Jalan Cendana, Jakasampurna lagi keesokan harinya, Rabu (25/12/2019) sekitar pukul 03.40 WIB," imbuhnya.

Namun, kali ketiga, CP dengan mudah dikepung dan dikeroyok warga karena ia beraksi pukul 05.45 WIB. Rekannya saat beraksi, DD berhasil melarikan diri.

"CP ini eksekutornya, kunci kontak motor dirusak pakai anak mata kunci yang dipasang kunci leter T," kata Helmi.

Helmi berujar, polisi menjerat CP dengan Pasal 363 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ia terancam kurungan paling lama tujuh tahun.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selidiki Pungli Bansos di Tangerang, Polisi: Ada Warga Baru Terima PKH padahal Terdaftar sejak 2017

Selidiki Pungli Bansos di Tangerang, Polisi: Ada Warga Baru Terima PKH padahal Terdaftar sejak 2017

Megapolitan
Pemkab Bekasi Perintahkan Desa Percepat Penyaluran BLT Rp 300.000

Pemkab Bekasi Perintahkan Desa Percepat Penyaluran BLT Rp 300.000

Megapolitan
Tanya Jawab Seputar Bansos Beras di Jakarta

Tanya Jawab Seputar Bansos Beras di Jakarta

Megapolitan
Satpol PP Gadungan yang Tipu 9 Orang Modus Perekrutan Ilegal Raup Rp 60 Juta

Satpol PP Gadungan yang Tipu 9 Orang Modus Perekrutan Ilegal Raup Rp 60 Juta

Megapolitan
Sempat Mengaku Jadi Korban Pungli ke Mensos Risma, Warga Tangerang Kini Sebut Tidak Ada Oknum

Sempat Mengaku Jadi Korban Pungli ke Mensos Risma, Warga Tangerang Kini Sebut Tidak Ada Oknum

Megapolitan
Pemkab Bekasi Salurkan Rp 111 Miliar BLT Dana Desa, Tiap Penerima Dapat Rp 300.000

Pemkab Bekasi Salurkan Rp 111 Miliar BLT Dana Desa, Tiap Penerima Dapat Rp 300.000

Megapolitan
Ini Lokasi Vaksinasi Dosis 2 AstraZeneca dan Sinovac di  Penjaringan

Ini Lokasi Vaksinasi Dosis 2 AstraZeneca dan Sinovac di Penjaringan

Megapolitan
Polisi Gelar Pra-rekonstruksi Kasus Lansia Bunuh Istri di Jagakarsa, 16 Adegan Diperagakan

Polisi Gelar Pra-rekonstruksi Kasus Lansia Bunuh Istri di Jagakarsa, 16 Adegan Diperagakan

Megapolitan
Warga Meninggal hingga Berkecukupan Masih Terima Bansos di Kota Bekasi, Ini Penyebabnya

Warga Meninggal hingga Berkecukupan Masih Terima Bansos di Kota Bekasi, Ini Penyebabnya

Megapolitan
Satpol PP Gadungan Juga Tipu Bibinya hingga Terlibat Proses Rekrutmen Ilegal

Satpol PP Gadungan Juga Tipu Bibinya hingga Terlibat Proses Rekrutmen Ilegal

Megapolitan
Warga Utan Panjang yang Belum Disuntik Vaksin Covid-19 Tak Bisa Ambil Bansos

Warga Utan Panjang yang Belum Disuntik Vaksin Covid-19 Tak Bisa Ambil Bansos

Megapolitan
Korban Penipuan Satpol PP Gadungan Diberi SK Pengangkatan Palsu

Korban Penipuan Satpol PP Gadungan Diberi SK Pengangkatan Palsu

Megapolitan
Revisi Perda Covid-19 Masih Dibahas DPRD, Wagub DKI Harap Segera Disahkan

Revisi Perda Covid-19 Masih Dibahas DPRD, Wagub DKI Harap Segera Disahkan

Megapolitan
PPKM Level 4, Pemohon di Kantor Imigrasi Tangerang Merosot hingga 90 Persen

PPKM Level 4, Pemohon di Kantor Imigrasi Tangerang Merosot hingga 90 Persen

Megapolitan
Kasus Dugaan Pengancaman Naik ke Tahap Penyidikan, Polisi Datangi Jerinx ke Bali

Kasus Dugaan Pengancaman Naik ke Tahap Penyidikan, Polisi Datangi Jerinx ke Bali

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X