Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Imlek, Seluruh Lampion Klenteng Petak Sembilan Dicuci Bersih

Kompas.com - 17/01/2020, 17:29 WIB
Bonfilio Mahendra Wahanaputra Ladjar,
Sabrina Asril

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Seminggu jelang Tahun Baru China atau Imlek, Wihara Dharma Bakti atau Klenteng Petak Sembilan mulai bebenah.

Para pekerja yang berada di luar dan dalam wilayah wihara terlihat membersihkan ornamen. Salah satunya adalah lampion.

Pantuan Kompas.com, petugas wihara terlihat sedang mencuci puluhan lampion yang akan dipasang sebagai hiasan ketika Imlek tiba.

Lampion itu dimasukan dalan ember berisi air dengan campuran deterjen, kemudian lampion berwarna merah dibersihkan dengan spons atau busa.

Baca juga: Merayakan Imlek dengan Sederhana di Kampung Tehyan Kota Tangerang

Setelah dibersihkan, lampion segera dibilas dengan air dan dijemur di halaman Wihara.

Bila sudah kering, lampion dipasang petugas di bagian langit-langit wihara.

Bukan hanya yang mencuci lampion, petugas nantinya menjalani proses pencucian patung para dewa.

Pencucian itu dilakukan pada Senin minggu depan.

"Sekarang masih bersih-bersih lampion karena kan jumlahnya cukup banyak. Untuk patung dewa-dewa yang ada di dalam dibersihkannya Senin minggu depan," ucap Rasyid, petugas keamanan Wihara Dharma Bakti, di Tamansari, Jakarta Barat, Jumat (17/1/2020).

Baca juga: Pedagang Pernak-pernik Imlek di Kota Tangerang Raup Untung Rp 2 Juta per Hari

Meski banyak petugas sedang bebenah, suasana atau kondisi wihara semakin sore semakin ramai.

"Kalau di sini memang setiap harinya selalu ramai. Tapi biasanya mulai tiga hari jelang Imlek jumlahnya semakin banyak datang untuk sembahyang," kata Rasyid.

Diketahui bersama, perayaan tahun baru Imlek 2571 akan berlansung pada Sabtu (25/1/2020) pekan depan. Berkaca dari tahun lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan datang ke Wihara Dharma Bakti saat Imlek.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kronologi Pengendara Motor yang Tewas Dihantam Bus di Depok

Kronologi Pengendara Motor yang Tewas Dihantam Bus di Depok

Megapolitan
Belum Dapat Izin BPTJ, Pembukaan Rute Transjakarta Pondok Cabe-Lebak Bulus Ditunda

Belum Dapat Izin BPTJ, Pembukaan Rute Transjakarta Pondok Cabe-Lebak Bulus Ditunda

Megapolitan
Perlu Proses, Bawaslu Belum Putuskan Hasil Laporan Politik Uang Caleg Golkar di Bekasi

Perlu Proses, Bawaslu Belum Putuskan Hasil Laporan Politik Uang Caleg Golkar di Bekasi

Megapolitan
Warga Jakarta Terdampak Penonaktifan NIK Bisa Aktivitasi Ulang, tapi Rumah Tinggalnya Harus Disurvei

Warga Jakarta Terdampak Penonaktifan NIK Bisa Aktivitasi Ulang, tapi Rumah Tinggalnya Harus Disurvei

Megapolitan
Warga Jakarta yang Tinggal di Luar Daerah Diimbau Cek Status NIK di Situs Dukcapil, Begini Caranya...

Warga Jakarta yang Tinggal di Luar Daerah Diimbau Cek Status NIK di Situs Dukcapil, Begini Caranya...

Megapolitan
Warga Kampung Gembira Gembrong Masih Berupaya Bangkit dari Keterpurukan Ekonomi

Warga Kampung Gembira Gembrong Masih Berupaya Bangkit dari Keterpurukan Ekonomi

Megapolitan
Tawuran Pecah di Flyover Pondok Kopi, Satu Remaja Kena Sabet Sajam

Tawuran Pecah di Flyover Pondok Kopi, Satu Remaja Kena Sabet Sajam

Megapolitan
Potret Rakyat Kecil yang Murung di Kampung Gembira Gembrong...

Potret Rakyat Kecil yang Murung di Kampung Gembira Gembrong...

Megapolitan
Harga Bahan Pangan Naik, Pendapatan Pedagang Sayur Ini Malah Turun

Harga Bahan Pangan Naik, Pendapatan Pedagang Sayur Ini Malah Turun

Megapolitan
Pengendara Motor di Depok Tewas Usai Dihantam Bus dari Arah Seberang

Pengendara Motor di Depok Tewas Usai Dihantam Bus dari Arah Seberang

Megapolitan
Polantas Sasar 11 Pelanggaran Ini Selama Operasi Keselamatan Jaya 2024

Polantas Sasar 11 Pelanggaran Ini Selama Operasi Keselamatan Jaya 2024

Megapolitan
Beredar Video Remaja 'Berani Tawuran tapi Takut Hujan' di Bekasi

Beredar Video Remaja "Berani Tawuran tapi Takut Hujan" di Bekasi

Megapolitan
Polisi Amankan 18 Remaja yang Sedang Kumpul-kumpul Diduga Hendak Tawuran

Polisi Amankan 18 Remaja yang Sedang Kumpul-kumpul Diduga Hendak Tawuran

Megapolitan
Bisnis Kue Subuh Depok Lesu sejak Pandemi, Pedagang: Kami seperti Dibabat Habis

Bisnis Kue Subuh Depok Lesu sejak Pandemi, Pedagang: Kami seperti Dibabat Habis

Megapolitan
Biaya Pengobatan Wanita yang Diseret Maling Motor Ditanggung Pemkab Bekasi

Biaya Pengobatan Wanita yang Diseret Maling Motor Ditanggung Pemkab Bekasi

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com