Pelecehan Seksual di Bekasi, Bukti Pakaian Korban Bukan Pemicu Tindakan Asusila Terjadi

Kompas.com - 18/01/2020, 16:47 WIB
Sosok pengendara motor di Kaliabang, Bekasi Utara, Jawa Barat, yang terekam CCTV melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan berkerudung panjang yang sedang berjalan kaki gang dekat tempat tinggal peremuan itu. Polisi setempat membenarkan adanya kasus itu. InstagramSosok pengendara motor di Kaliabang, Bekasi Utara, Jawa Barat, yang terekam CCTV melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan berkerudung panjang yang sedang berjalan kaki gang dekat tempat tinggal peremuan itu. Polisi setempat membenarkan adanya kasus itu.


BEKASI, KOMPAS.com - Seorang wanita berusia 38 tahun menjadi korban pelecehan seksual di sebuah gang perumahan oleh seorang pemotor di bilangan Kaliabang, Bekasi Utara Rabu (15/1/2020).

Dalam rekaman CCTV yang beredar, ibu tersebut mengenakan jilbab panjang berwarna hitam dan menenteng belanjaan sepulang dari pasar.

Ia dikuntit oleh seorang pengendara sepeda motor yang kemudian mendahuluinya, sebelum akhirnya putar arah dan menjamah payudara ibu tersebut.

Aktivis perempuan, Azriana R Manalu menyatakan, kasus ini membuktikan bahwa pakaian korban sama sekali tak berkorelasi terhadap peluang korban jadi target pelecehan seksual.

Baca juga: Wanita di Bekasi Jadi Korban Pelecehan Seksual Pengendara Motor Saat Berjalan di Gang

Pelecehan seksual terjadi murni dari isi kepala dan niat pelaku.

Kasus pelecehan seksual terhadap korban berpakaian tertutup pun sudah sering terjadi sebelumnya.

"Tidak ada bukti bahwa mayoritas korban pelecehan seksual berpakaian terbuka. Jadi, memang tidak ada hubungannya antara pakaian dengan perilaku kekerasan seksual yang diterima oleh korban," ujar Azriana ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (18/1/2020).

Azriana menambahkan, kasus di Bekasi itu memperlihatkan bahwa korban yang berpakaian tertutup saja masih menjadi sasaran pelecehan seksual.

"Jadi yang harus kita perbaiki bukan pakaiannya korban, tetapi otaknya pelaku," lanjut dia.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Pelecehan Seksual terhadap Wanita di Bekasi

Azriana yang belum lama purnatugas dari kursi Ketua Komnas Perempuan beranggapan, kasus di Bekasi memberikan dua gambaran umum soal peristiwa pelecehan seksual yang kerap menghantui perempuan.

Pertama, perempuan masih rentan terhadap pelecehan seksual sehubungan dengan rendahnya penghargaan masyarakat.

"Kasus di Bekasi memperlihatkan bagaimana penghargaan masyarakat terhadap perempuan itu rendah sekali. Mereka menjadi objek semata," kata Azriana.

Kedua, kasus ini membuktikan bahwa ruang-ruang publik di kota besar belum sepenuhnya aman bagi kelompok rentan, dalam hal ini perempuan.

Adanya CCTV yang membuat pelaku cepat tertangkap, meskipun diapresiasi Azriana, tetap tak berperan signifikan sebagai pencegahan pelecehan seksual terhadap perempuan di ruang publik.

"Bahwa dia terjadi ruang-ruang publik, harusnya bisa menjadi perhatian segera dari aparat supaya ruang publik bisa dipakai benar-benar dengan aman terutama oleh perempuan," tutur perempuan kelahiran Aceh itu.

Baca juga: Pelaku Pelecehan Seksual di Bekasi Koleksi Film Porno dan Telah 5 Kali Beraksi

Pelaku bernama Denny Hendrianto (22) sudah ditahan di Mapoda Metro Jaya sejak ditangkap polisi pada Jumat (17/1/2020) malam.

Ia ditangkap tak jauh dari lokasi kejadian dan kediamannya, setelah korban melapor ke polisi pada Rabu (15/1/2020).

Dari pemeriksaan polisi, Denny mengaku sudah 5 kali melakukan aksi bejat tersebut.

Ia pun kedapatan gemar mengoleksi film porno.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penipu yang Bius Korbannya di Tamansari Adalah Residivis, Baru Bebas dari Penjara Awal 2020

Penipu yang Bius Korbannya di Tamansari Adalah Residivis, Baru Bebas dari Penjara Awal 2020

Megapolitan
Wali Kota: Istri dan Sopir Camat Bekasi Utara Dinyatakan Positif Corona

Wali Kota: Istri dan Sopir Camat Bekasi Utara Dinyatakan Positif Corona

Megapolitan
Polisi: Penipu yang Bius Teman Kencan di Tamansari Sudah Lakukan Aksinya 80 Kali

Polisi: Penipu yang Bius Teman Kencan di Tamansari Sudah Lakukan Aksinya 80 Kali

Megapolitan
Sampah Masker dan APD Meningkat, Petugas Kebersihan dan Pemulung Rentan Terkena Corona

Sampah Masker dan APD Meningkat, Petugas Kebersihan dan Pemulung Rentan Terkena Corona

Megapolitan
Tetap Beroperasi Selama PSBB, Kurir Sepeda di Jakarta Ikuti Protap Covid-19

Tetap Beroperasi Selama PSBB, Kurir Sepeda di Jakarta Ikuti Protap Covid-19

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu yang Bius Teman Kencan Usai Berhubungan Intim di Tamansari

Polisi Tangkap Penipu yang Bius Teman Kencan Usai Berhubungan Intim di Tamansari

Megapolitan
Setelah Kisahnya Viral, Dodo Pengemudi Ojol Kembali Tempati Kontrakannya

Setelah Kisahnya Viral, Dodo Pengemudi Ojol Kembali Tempati Kontrakannya

Megapolitan
Bintaro Xchange Mall Perpanjang Penutupan Sementara

Bintaro Xchange Mall Perpanjang Penutupan Sementara

Megapolitan
Kurir Sepeda di Jakarta Tetap Beroperasi Selama PSBB

Kurir Sepeda di Jakarta Tetap Beroperasi Selama PSBB

Megapolitan
Anies Klaim Ketentuan PSBB Jakarta Akan Jadi Rujukan Pemda Sekitar

Anies Klaim Ketentuan PSBB Jakarta Akan Jadi Rujukan Pemda Sekitar

Megapolitan
Pemkot Tangerang Sediakan Pemakaman Khusus Korban Covid-19

Pemkot Tangerang Sediakan Pemakaman Khusus Korban Covid-19

Megapolitan
Pemda di Jabodetabek akan Sinkronisasi Kebijakan Soal PSBB

Pemda di Jabodetabek akan Sinkronisasi Kebijakan Soal PSBB

Megapolitan
PSBB di Jakarta Mulai Berlaku pada 10 April Pukul 00.00 WIB

PSBB di Jakarta Mulai Berlaku pada 10 April Pukul 00.00 WIB

Megapolitan
Mahasiswa Baru UI dari SNMPTN 2020 Verifikasi Online karena Corona, Ini Tahapannya

Mahasiswa Baru UI dari SNMPTN 2020 Verifikasi Online karena Corona, Ini Tahapannya

Megapolitan
SNMPTN 2020, UI Terima 1.106 Mahasiswa Baru

SNMPTN 2020, UI Terima 1.106 Mahasiswa Baru

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X