Cerita Eks Gubernur DKI Jakarta Wiyogo Atmodarminto Sulit Realisasikan Program Penanganan Banjir

Kompas.com - 19/01/2020, 06:50 WIB
Gubernur DKI Jakarta 1987-1992, Wiyogo Atmodarminto. KOMPAS/ARBAIN RAMBEYGubernur DKI Jakarta 1987-1992, Wiyogo Atmodarminto.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Wiyogo Atmodarminto punya cerita tentang penanganan banjir yang dia sebut dengan program Prokasih, atau program kali bersih.

Dikutip dari buku "Catatan Seorang Gubernur" yang ditulis Toeti Adhitama, Wiyogo mengatakan bahwa ada beberapa tantangan berat yang harus dilakukan untuk mewujudkan program yang dia singkat dengan nama Prokasih itu.

Salah satunya adalah dukungan pemerintah pusat terhadap program tersebut.


"Dengan pencanangan Prodasih (program udara bersih) dan Prokasih (program kali bersih) sebagai proyek nasional, secara konsekuen proyek itu seharusnya didukung pula secara nasional," kata Wiyogo.

Baca juga: Penjelasan Eks Gubernur DKI Wiyogo Atmodarminto Soal Banjir Jakarta dan Turunnya Permukaan Tanah

Dia hanya bisa berharap Prokasih tersebut bisa diperhitungkan oleh pemerintah pusat agar anggaran dari tiap departemen bisa berkaitan dengan program yang dia buat.

"Konkretnya dari aspek anggaran dan keterpaduan antar Departemen yang bersangkutan," kata dia.

Tidak hanya itu, tantangan selanjutnya adalah memindahkan warga dari bantaran kali agar bisa mengurangi pencemaran air di sekitar kali yang mengalir di Jakarta.

Program kali bersih tersebut diyakini dapat terlaksana apabila manusia yang membuat limbah bisa diedukasi agar tak membuang limbah ke sungai lagi.

"Berarti harus memindahkan warga yang ada di bantaran sungai tadi, berarti harus merelokasi mereka," ucap dia.

Baca juga: Cerita Wiyogo Atmodarminto Semasa Jadi Gubernur, Sulitnya Relokasi Warga di Bantaran Kali Jakarta

Tetapi tantangannya, lanjut Wiyogo, akan lebih mudah mewajibkan pabrik-pabrik yang membuat polusi menyaring limbah-limbahnya daripada memindahkan warga.

Lagi-lagi Wiyodo hanya bisa berharap agar di masa mendatang masyarakat siap untuk proses evolusi urban dan bbisa menaati peraturan-peraturan yang ada untuk kelancaran program kali bersih yang dia buat.

"(Jakarta di masa depan) Perkantoran, shopping center yang bersih dan nyaman. Daerah-daerah kumuh diganti dengan rumah-rumah susun," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Ojol Datangi Polres Jaktim Minta Polisi Tindak Mata Elang

Puluhan Ojol Datangi Polres Jaktim Minta Polisi Tindak Mata Elang

Megapolitan
Diperiksa Polisi, Tas Mencurigakan di Kembangan Berisi Buku hingga Kerupuk

Diperiksa Polisi, Tas Mencurigakan di Kembangan Berisi Buku hingga Kerupuk

Megapolitan
Dua Dosen Ditangkap Disangka Cemarkan Nama Baik Rektor Unima

Dua Dosen Ditangkap Disangka Cemarkan Nama Baik Rektor Unima

Megapolitan
Kronologi Keributan Kelompok Ojol dengan 2 Mata Elang di Rawamangun

Kronologi Keributan Kelompok Ojol dengan 2 Mata Elang di Rawamangun

Megapolitan
Polisi Periksa Tas Hitam Mencurigakan yang Tergeletak di Jalan Mawar Kembangan

Polisi Periksa Tas Hitam Mencurigakan yang Tergeletak di Jalan Mawar Kembangan

Megapolitan
Saksi: Seorang Pengemudi Ojol Terluka Sayat Saat Ribut dengan Mata Elang

Saksi: Seorang Pengemudi Ojol Terluka Sayat Saat Ribut dengan Mata Elang

Megapolitan
Kasus Pemukulan Kucing hingga Mati di Bekasi Berakhir Damai

Kasus Pemukulan Kucing hingga Mati di Bekasi Berakhir Damai

Megapolitan
Sidang Dugaan Kriminalisasi Sopir Taksi Online, Saksi Bantah Keterangan dalam BAP

Sidang Dugaan Kriminalisasi Sopir Taksi Online, Saksi Bantah Keterangan dalam BAP

Megapolitan
Polisi Anjurkan Sopir Taksi Online Ari Darmawan Serahkan Uang Jutaan Rupiah untuk Berdamai

Polisi Anjurkan Sopir Taksi Online Ari Darmawan Serahkan Uang Jutaan Rupiah untuk Berdamai

Megapolitan
BMKG: Wilayah Jabotabek Diprediksi Hujan Disertai Angin Kencang Malam Ini

BMKG: Wilayah Jabotabek Diprediksi Hujan Disertai Angin Kencang Malam Ini

Megapolitan
DPR Panggil Ketua DPRD DKI untuk Diskusi soal Revitalisasi TIM

DPR Panggil Ketua DPRD DKI untuk Diskusi soal Revitalisasi TIM

Megapolitan
Dipicu Masalah Kredit Motor, Mata Elang dan Pengemudi Ojol Ribut di Rawamangun

Dipicu Masalah Kredit Motor, Mata Elang dan Pengemudi Ojol Ribut di Rawamangun

Megapolitan
Pembuat Kosmetik Ilegal di Depok Racik Bahan Kimia Berdasar Pengalaman Kerja

Pembuat Kosmetik Ilegal di Depok Racik Bahan Kimia Berdasar Pengalaman Kerja

Megapolitan
Pemukul Kucing hingga Mati di Bekasi Tidak Ditahan

Pemukul Kucing hingga Mati di Bekasi Tidak Ditahan

Megapolitan
Kosmetik Ilegal Produksi di Depok Diedarkan ke Dokter Kulit hingga Klinik Kecantikan di Jakarta

Kosmetik Ilegal Produksi di Depok Diedarkan ke Dokter Kulit hingga Klinik Kecantikan di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X