Pelecehan Seksual di Bekasi, Psikolog: Trauma Korban Tak Mengenal Usia

Kompas.com - 21/01/2020, 14:14 WIB
Sosok pengendara motor di Kaliabang, Bekasi Utara, Jawa Barat, yang terekam CCTV melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan berkerudung panjang yang sedang berjalan kaki gang dekat tempat tinggal peremuan itu. Polisi setempat membenarkan adanya kasus itu. InstagramSosok pengendara motor di Kaliabang, Bekasi Utara, Jawa Barat, yang terekam CCTV melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan berkerudung panjang yang sedang berjalan kaki gang dekat tempat tinggal peremuan itu. Polisi setempat membenarkan adanya kasus itu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Psikolog Novita Tandry menanggapi kasus pelecehan seksual yang menimpa seorang ibu berusia 38 tahun di Bekasi.

Menurut dia, setiap pelecehan seksual yang dialami akan menyisakan trauma bagi korban.

Trauma kejiwaan para korban tersebut tidak mengenal batas usia dan status sosial seseorang.

"Entah dia masih gadis atau dia sudah menikah dan menjadi seorang ibu, rasa trauma itu akan tetap ada," kata dia saat dihubungi Kompas.com, Selasa (21/1/2020).

Baca juga: Perempuan Dewasa yang Tak Bisa Melawan Jadi Target Tersangka Pelecehan Seksual di Bekasi

Novita mengatakan, rasa traumatik tersebut juga tergantung seberapa kuat seorang individu bisa mengatasinya.

Bisa jadi, seorang nenek-nenek atau ibu-ibu lebih besar rasa traumanya ketimbang gadis yang mendapatkan pelecehan seksual.

Karena memang tidak lazim seorang laki-laki melakukan pelecehan kepada orang yang lebih tua.

"Terlebih kepada seorang ibu ya, karena kita sendiri pasti punya ibu. Kita bisa bayangkan kalau ibu kita diperlakukan tidak senonoh," ujar Novita.

Beberapa waktu lalu, kasus pelecehan seksual menimpa seorang ibu di Bekasi.

Pelaku bernama Denny Hendrianto melancarkan aksinya di sebuah jalan kecil sambil mengendarai motor.

Baca juga: Polisi Periksa Kejiwaan Tersangka Pelaku Pelecehan Seksual di Bekasi

 

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, ada kecenderungan pelaku melakukan pelecehan seksual kepada perempuan berusia dewasa atau yang sudah menikah di sekitar kediamannya di kawasan Bekasi, Jawa Barat.

"Rata-rata korbannya adalah ibu-ibu atau perempuan dewasa yang pada saat itu memegang barang atau menggendong anak kecil sehingga dia enggak bisa melawan atau mengejar," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020).

Kepada polisi, Denny mengaku bukan kali ini saja melakukan aksi pelecehan seksual. Dia telah melakukan aksi serupa sebanyak lima kali di wilayah Bekasi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MRT Jakarta Tak Layani Pembelian Single Trip Ticket, Berikut Cara Pembelian Tiket Online

MRT Jakarta Tak Layani Pembelian Single Trip Ticket, Berikut Cara Pembelian Tiket Online

Megapolitan
Polisi Tangkap 3 Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Duren Sawit

Polisi Tangkap 3 Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Duren Sawit

Megapolitan
Pergub Anies: Ganjil Genap bagi Pemotor hingga Antisipasi Gelombang Kedua Kasus Covid-19

Pergub Anies: Ganjil Genap bagi Pemotor hingga Antisipasi Gelombang Kedua Kasus Covid-19

Megapolitan
Mal Jakarta Buka 15 Juni, Bioskop, Karaoke, hingga Arena Permainan Anak Belum Beroperasi

Mal Jakarta Buka 15 Juni, Bioskop, Karaoke, hingga Arena Permainan Anak Belum Beroperasi

Megapolitan
APPBI: Semua Mal di Jakarta Beroperasi Mulai 15 Juni 2020

APPBI: Semua Mal di Jakarta Beroperasi Mulai 15 Juni 2020

Megapolitan
BMKG: Tangerang, Depok, dan Sebagian Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

BMKG: Tangerang, Depok, dan Sebagian Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
Mulai Senin, Headway MRT Saat Jam Sibuk adalah 5 Menit

Mulai Senin, Headway MRT Saat Jam Sibuk adalah 5 Menit

Megapolitan
14 Orang yang Dikarantina di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan, Salah satunya Istri Lurah di Tangsel

14 Orang yang Dikarantina di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan, Salah satunya Istri Lurah di Tangsel

Megapolitan
UPDATE Covid-19 6 Juni: 271 Positif, 36 Meninggal, 89 Sembuh di Tangsel

UPDATE Covid-19 6 Juni: 271 Positif, 36 Meninggal, 89 Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Kantor, Mal, hingga Stasiun dan Terminal di Jakarta Wajib Siapkan Parkir Khusus Sepeda saat PSBB Transisi

Kantor, Mal, hingga Stasiun dan Terminal di Jakarta Wajib Siapkan Parkir Khusus Sepeda saat PSBB Transisi

Megapolitan
PSBB Transisi di Jakarta, Begini Protokol yang Akan Diterapkan Mal Central Park

PSBB Transisi di Jakarta, Begini Protokol yang Akan Diterapkan Mal Central Park

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 6 Juni di Depok: 1 Kasus Baru, 1 Suspect Meninggal Dunia

[UPDATE] Covid-19 6 Juni di Depok: 1 Kasus Baru, 1 Suspect Meninggal Dunia

Megapolitan
Sempat Dirawat 3 Hari di ICU, Paranormal Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia

Sempat Dirawat 3 Hari di ICU, Paranormal Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia

Megapolitan
UPDATE 6 Juni: Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah 102 Orang

UPDATE 6 Juni: Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah 102 Orang

Megapolitan
Sistem Ganjil Genap Belum Berlaku Pekan Depan, Dishub Tunggu Sepekan PSBB Transisi

Sistem Ganjil Genap Belum Berlaku Pekan Depan, Dishub Tunggu Sepekan PSBB Transisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X