Kompas.com - 21/01/2020, 17:46 WIB
Konferensi pers kasus eksploitasi anak di bawah umur di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (21/1/2020). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELAKonferensi pers kasus eksploitasi anak di bawah umur di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (21/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkap bahwa anak-anak berusia 14-18 tahun yang dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial (PKS) di Penjaringan sebelumnya direkrut melalui media sosial.

Tersangka eksploitasi seksual berinisial D alias F dan TW menjanjikan korban sebuah pekerjaan dengan gaji tinggi. Para korban pun dijebak dan tak mengetahui bahwa mereka akan dipekerjakan sebagai PSK.

Baca juga: Anak-anak Korban Eksploitasi Seksual di Penjaringan Dipaksa Layani 10 Pria Sehari

Setelah mendapatkan korban, anak-anak di bawah umur itu akan dijual seharga Rp 750.000 hingga Rp 1,5 juta kepada tersangka yang dipanggil mami.

"(Praktik eksploitasi seksual anak) ini sudah dua tahun dilakukan. Mereka diambil dari berbagai daerah misalnya Jawa Tengah, dipancing dari media sosial dengan iming-iming pekerjaan bagus dan penghasilan besar," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (21/1/2020).

Baca juga: Anak-anak Korban Eksploitasi Seksual di Penjaringan Diberi Pil Agar Tak Menstruasi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yusri mengungkapkan, para orangtua korban tidak mengetahui anaknya bekerja sebagai PSK. Pasalnya, mereka tinggal di tempat penampungan di daerah Penjaringan tanpa menggunakan ponsel.

Selain itu, mereka juga harus membayar uang senilai Rp 1,5 juta jika ingin bebas dari pekerjaan dan keluar dari tempat penampungan.

"Kalau mau keluar boleh, tapi harus menebus Rp 1,5 juta," ungkap Yusri.

Sebelumnya diberitakan, polisi mengungkap praktik human trafficking (perdagangan manusia) atau eksploitasi seksual anak berusia sekitar 14 sampai 18 tahun di Kelurahan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara.

Polisi menangkap enam tersangka atas kasus human trafficking tersebut pada Senin (13/1/2020). Masing-masing berinisial R atau biasa dipanggil mami A, mami T, D alias F, TW, A, dan E.

Para korban dipaksa untuk melayani hubungan seksual 10 laki-laki dalam sehari.

Saat ini, keenam tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Polisi akan mendalami kemungkinan jumlah korban yang masih bisa bertambah.

Baca juga: Lokasi Eksploitasi Anak di Penjaringan Diduga Muncul Setelah Kalijodo Dibongkar

Pasalnya, saat penangkapan, polisi hanya menemukan 10 korban yang merupakan anak-anak berusia di bawah umur.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Juncto Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Banjir, Puluhan Petugas PPSU Bersihkan Empat Saluran Air di Pademangan

Antisipasi Banjir, Puluhan Petugas PPSU Bersihkan Empat Saluran Air di Pademangan

Megapolitan
Syarat PCR Buat Naik Kereta, Warga: Enggak Masalah Kalau di Bawah Rp 100.000

Syarat PCR Buat Naik Kereta, Warga: Enggak Masalah Kalau di Bawah Rp 100.000

Megapolitan
Cegah Kecelakaan Kembali Terjadi, Transjakarta Diminta Pastikan Kesehatan Sopir

Cegah Kecelakaan Kembali Terjadi, Transjakarta Diminta Pastikan Kesehatan Sopir

Megapolitan
Depresi karena Sakit, Pria 29 Tahun Berupaya Lompat dari Lantai 4 RS di Menteng

Depresi karena Sakit, Pria 29 Tahun Berupaya Lompat dari Lantai 4 RS di Menteng

Megapolitan
Wacana Wajib Bawa Tes PCR, Penumpang Bus: Jangan Sampai Masyarakat Terbebani

Wacana Wajib Bawa Tes PCR, Penumpang Bus: Jangan Sampai Masyarakat Terbebani

Megapolitan
Korban Tewas Kecelakaan Bus Transjakarta, Baru Antar Lamaran Kerja dan Hendak Menemui Anak

Korban Tewas Kecelakaan Bus Transjakarta, Baru Antar Lamaran Kerja dan Hendak Menemui Anak

Megapolitan
Ditinggal Penghuni Keluar Kota, Rumah di Kompleks Batan Indah Tangsel Kebakaran

Ditinggal Penghuni Keluar Kota, Rumah di Kompleks Batan Indah Tangsel Kebakaran

Megapolitan
Mulai Besok Polisi Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil-Genap

Mulai Besok Polisi Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil-Genap

Megapolitan
Curanmor di Cengkareng, Pelaku Terekam CCTV Sedang Dorong Motor Curian

Curanmor di Cengkareng, Pelaku Terekam CCTV Sedang Dorong Motor Curian

Megapolitan
Turap Longsor di Tapos Depok Halangi Aliran Kali, 3 RW Terancam Banjir

Turap Longsor di Tapos Depok Halangi Aliran Kali, 3 RW Terancam Banjir

Megapolitan
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Kembalikan Mobil Milik Korban Penggelapan

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Kembalikan Mobil Milik Korban Penggelapan

Megapolitan
Hujan Lebat, Jalan DI Panjaitan Tergenang, Arus Lalu Lintas Tersendat

Hujan Lebat, Jalan DI Panjaitan Tergenang, Arus Lalu Lintas Tersendat

Megapolitan
Polisi Tangkap Joki Penjambret Ponsel Milik Pesepeda yang Gowes di Sudirman

Polisi Tangkap Joki Penjambret Ponsel Milik Pesepeda yang Gowes di Sudirman

Megapolitan
Penumpang Moda Transportasi Wajib PCR, PO Bus di Terminal Poris Plawad Berkeberatan

Penumpang Moda Transportasi Wajib PCR, PO Bus di Terminal Poris Plawad Berkeberatan

Megapolitan
KRL Lindas Motor di Tanah Abang, Polisi: Yang Salah 'Pak Ogah'

KRL Lindas Motor di Tanah Abang, Polisi: Yang Salah "Pak Ogah"

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.