Kompas.com - 22/01/2020, 16:35 WIB
Ilustrasi guru dan siswa di sekolah Dok. Ditjen GTK KemdikbudIlustrasi guru dan siswa di sekolah

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tangerang Selatan masih memperjuangkan 1.800 guru yang masuk dalam daftar 8.000 pekerja honorer di wilayah Tangsel.

Hal tersebut merupakan imbas dari penetapan Kementerian Pendayagunaan Aperatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang mengapus pegawai honorer dalam pemerintahan.

"Kita tunggu kebijakan pusat dan daerah seperti apa. Kita minta status guru honorer yang ada 1.800 dijadikan status pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) atau bahkan PNS," ujar Kepala Disdikbud Tangsel Taryono saat di hubungi, Rabu (22/1/2020).

Baca juga: Pegawai Honorer Gugat UU ASN ke MK

Penetapan yang dilakukan pemerintah dan DPR mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjelaskan hanya ada dua jenis status kepegawaian secara nasional, yaitu PNS dan PPPK.

Karena itu, permintaan 1.800 guru honorer pun juga akan mengikuti dalam Undang-Undang tersebut.

Baca juga: Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

"Karena dalam Undang-undang itu kan isinya itu. Karena itu kami minta dimasukkan ke dua itu, ASN atau PPPK," kata Taryono.

Menurut Taryono, pada sektor pendidikan guru menjadi bagian sangat penting yang tidak dapat tergantikan.

"Penting lagi adalah kesejahteraan guru harus diperhatikan dan ditingkatkan agar kualitas pendidikan bisa terus meningkat. Harapan adanya sumber daya manusia unggul segera bisa terwujud," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masa Jabatan Tinggal Setahun, Anies Diminta Tuntaskan Program Rumah DP Rp 0

Masa Jabatan Tinggal Setahun, Anies Diminta Tuntaskan Program Rumah DP Rp 0

Megapolitan
Tarik Ulur Revitalisasi Tugu Pamulang, Pemprov Banten Tak Punya Anggaran dan Minta Pembongkaran

Tarik Ulur Revitalisasi Tugu Pamulang, Pemprov Banten Tak Punya Anggaran dan Minta Pembongkaran

Megapolitan
UPDATE 15 April: Tambah 20 Kasus di Kota Tangerang, 221 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 15 April: Tambah 20 Kasus di Kota Tangerang, 221 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Tenaga Kesehatan Khawatir Akan Terjadi Kenaikan Kasus Covid-19 Usai Lebaran

Tenaga Kesehatan Khawatir Akan Terjadi Kenaikan Kasus Covid-19 Usai Lebaran

Megapolitan
Pengemudi Fortuner Koboi dan Pemotor Berdamai, Kasus Kepemilikan Senjata Tetap Diproses

Pengemudi Fortuner Koboi dan Pemotor Berdamai, Kasus Kepemilikan Senjata Tetap Diproses

Megapolitan
Sempat Tak Bisa Diakses, Aplikasi Perpanjangan SIM Online Kini Sudah Bisa Digunakan

Sempat Tak Bisa Diakses, Aplikasi Perpanjangan SIM Online Kini Sudah Bisa Digunakan

Megapolitan
Aksi Petugas Derek Liar Paksa Sopir Truk di Tol yang Berujung Penangkapan

Aksi Petugas Derek Liar Paksa Sopir Truk di Tol yang Berujung Penangkapan

Megapolitan
Jembatan yang Jadi Akses Pemuda Tawuran di Johar Baru...

Jembatan yang Jadi Akses Pemuda Tawuran di Johar Baru...

Megapolitan
Aparat dan Kementerian Turun Tangan, Babak Baru Dugaan Korupsi Damkar yang Diungkap Sandi

Aparat dan Kementerian Turun Tangan, Babak Baru Dugaan Korupsi Damkar yang Diungkap Sandi

Megapolitan
Penyerangan di Jagakarsa, Satu Warga Derita Luka Bacok pada Bagian Lengan

Penyerangan di Jagakarsa, Satu Warga Derita Luka Bacok pada Bagian Lengan

Megapolitan
Kepala Korlantas Persilakan Mudik di Waktu Berikut: 'Kita Perlancar!'

Kepala Korlantas Persilakan Mudik di Waktu Berikut: "Kita Perlancar!"

Megapolitan
Avanza Tabrak Ambulans di Gunung Sahari Jakpus, Pesepeda Jadi Korban

Avanza Tabrak Ambulans di Gunung Sahari Jakpus, Pesepeda Jadi Korban

Megapolitan
UPDATE 15 April: Depok Catat 324 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi dalam Sebulan Terakhir

UPDATE 15 April: Depok Catat 324 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi dalam Sebulan Terakhir

Megapolitan
UPDATE 15 April: 109 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jumlah Pasien 536 Orang

UPDATE 15 April: 109 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jumlah Pasien 536 Orang

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta dan Bodebek Hujan hingga Malam

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta dan Bodebek Hujan hingga Malam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X