Kali Angke dan Tragedi Pembantaian Etnis Tionghoa oleh Belanda

Kompas.com - 23/01/2020, 12:03 WIB
Sejumlah petugas berupaya mengevakuasi sapi yang tercebur di Kali Angke, Selasa (21/8/2018). Dokumentasi/UPK Badan AirSejumlah petugas berupaya mengevakuasi sapi yang tercebur di Kali Angke, Selasa (21/8/2018).

JAKARTA,KOMPAS.com - Kisah kehidupan masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia telah banyak tercatat dalam sejarah. Tidak hanya setelah kemerdekaan. Kisah–kisah kehidupan mereka telah mewarnai bangsa ini sejak dulu, termasuk pada zaman penjajahan kolonial Belanda.

Masa kelam pun sempat mewarnai kehidupan etnis Tionghoa Indonesia di masa lalu

Buku berjudul Batavia Kota Banjir karya Alwi Shahab misalnya menceritakan kasus pembantaian besar–besaran kaum etnis Tionghoa oleh pemerintahan kolonial Belanda di masa lalu.

Baca juga: Mengenang Gus Dur...Ulama yang Mengaku Berdarah Tionghoa


Saksi bisu peristiwa itu adalah Kali Angke. Alirannya kali itu saat ini masuk wilayah Jakarta Barat. Hulunya berada di wilayah Tangerang Selatan, Banten.

Pembantaian itu terjadi tahun 1740. Alwi menulis, peristiwa itu berawal dari bangkrutnya pabrik–pabrik gula di Batavia.

Gara-gara harga gula anjlok

Ketika itu, gula merupakan komoditas unggulan di Batavia. Pabrik-pabrik gula bangkut karena harga jual gula di pasar internasional anjlok.

Gula dari Batavia (nama Jakarta pada masa penjajahan Belanda) kalah saing dengan gula Malabar (India).

Otomatis, ribuan karyawan perkebunan dan pabrik gula yang mayoritas orang etnis Tionghoa dipecat. Perkebunan dan pabrik satu per satu tutup.

Dampaknya lanjutannya, banyak warga etnis Tionghoa jadi pengangguran. Ujung-ujungnya banyak yang jadi pelaku kriminal.

“Pabrik–pabrik gula di Batavia pada bangkrut, sehingga banyak warga China yang menjadi penangguran dan gelandangan. Dampaknya kriminalitas di Batavia meningkat tajam,” tulis Alwi dalam buku itu.

Karena angka kriminalitas melonjak, Gubernur Batavia saat itu, Adrian Vlocknaier, membatasi warga keturunan Tionghoa datang ke Batavia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Eks Calon Independen: Butuh Usaha Luar Biasa Rebut Kekuasaan Wajah Lama di Depok

Eks Calon Independen: Butuh Usaha Luar Biasa Rebut Kekuasaan Wajah Lama di Depok

Megapolitan
Eks Calon Independen: Depok Butuh Sosok Kejutan untuk Dongkrak Partisipasi Politik

Eks Calon Independen: Depok Butuh Sosok Kejutan untuk Dongkrak Partisipasi Politik

Megapolitan
Hingga Jumat Pagi, Ini 19 RW di Jakarta yang Masih Terendam Banjir

Hingga Jumat Pagi, Ini 19 RW di Jakarta yang Masih Terendam Banjir

Megapolitan
Kunjungi Bayi yang Ditolong Polantas, Dirlantas PMJ Senang Namanya Dipakai Orangtua Bayi

Kunjungi Bayi yang Ditolong Polantas, Dirlantas PMJ Senang Namanya Dipakai Orangtua Bayi

Megapolitan
Himpun 69.000 KTP Warga Depok dalam 1,5 Bulan, Reza Zaki: Bisa Jadi Pertimbangan Parpol

Himpun 69.000 KTP Warga Depok dalam 1,5 Bulan, Reza Zaki: Bisa Jadi Pertimbangan Parpol

Megapolitan
Hari Peduli Sampah, Anies Minta Masyarakat Ubah Pola Pikir Tentang Sampah

Hari Peduli Sampah, Anies Minta Masyarakat Ubah Pola Pikir Tentang Sampah

Megapolitan
Banjir di Bidara Cina Surut, Pengungsi Kembali ke Rumah

Banjir di Bidara Cina Surut, Pengungsi Kembali ke Rumah

Megapolitan
Pengakuan Eksekutor Suami Aulia Kesuma, Dibayar Rp 2 Juta dan Bantah Membunuh

Pengakuan Eksekutor Suami Aulia Kesuma, Dibayar Rp 2 Juta dan Bantah Membunuh

Megapolitan
Jalan Cikunir Raya Ditutup hingga Oktober 2020, Ini Jalan Alternatifnya

Jalan Cikunir Raya Ditutup hingga Oktober 2020, Ini Jalan Alternatifnya

Megapolitan
Banjir di Cawang Akibat Luapan Kali Ciliwung Berangsur Surut

Banjir di Cawang Akibat Luapan Kali Ciliwung Berangsur Surut

Megapolitan
Utang Beli Sapi Tak Kunjung Dibayar, Pensiunan PNS di Depok Dicokok Polisi

Utang Beli Sapi Tak Kunjung Dibayar, Pensiunan PNS di Depok Dicokok Polisi

Megapolitan
Kasus Narkoba Menjerat Aulia Farhan 'Anak Jalanan', Positif Sabu dan Ekstasi

Kasus Narkoba Menjerat Aulia Farhan "Anak Jalanan", Positif Sabu dan Ekstasi

Megapolitan
Luapan Kali Ciliwung Sebabkan 13 RW di Jakarta Timur Kebanjiran hingga Ribuan Warga Mengungsi

Luapan Kali Ciliwung Sebabkan 13 RW di Jakarta Timur Kebanjiran hingga Ribuan Warga Mengungsi

Megapolitan
Toko Retail di Bekasi Siap Terapkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik

Toko Retail di Bekasi Siap Terapkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik

Megapolitan
Terbuai Perhiasan Palsu dan Janji Dinikahi, Anak di Bawah Umur Dicabuli Teman Ayahnya hingga Trauma

Terbuai Perhiasan Palsu dan Janji Dinikahi, Anak di Bawah Umur Dicabuli Teman Ayahnya hingga Trauma

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X