Jarak Rumah Hanya 2 Meter, Orangtua Mengaku 8 Bulan Tak Bertemu Anaknya yang Gantung Diri

Kompas.com - 24/01/2020, 14:18 WIB
Ilustrasi WWW.PEXELS.COMIlustrasi

BEKASI, KOMPAS.com - R dan TR, orangtua DA (35) yang gantung diri dengan tali rapia kandang kambing di Kayuringin, Bekasi Selatan pada Kamis (23/1/2020) lalu mengaku sudah lama tak bersua dengan putranya itu.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Andari, Jumat (24/1/2020).

"Orangtua DA mengaku sudah 8 bulan tidak bertemu dengan DA," kata Erna kepada wartawan.

Padahal, kata Erna, rumah keduanya itu tidak terpaut jauh, yakni hanya 2 meter. Namun, orangtua DA sama sekali tak tahu keberadaan putranya hingga DA tewas gantung diri.

Baca juga: Pria di Bekasi Gantung Diri dengan Tali di Kandang Kambing

"Itu pun saksi (tetangga) yang memberi tahu ke orangtua DA," ujar Erna.

"Begitu saksi melihat DA sudah tergantung dan tak bernyawa, ia langsung mengetuk pintu rumah orangtua DA dan memberitahunya. Baru selanjutnya DA dikuburkan keluarga pada pagi harinya," tambah dia.

Polisi belum dapat menggali keterangan lebih jauh dari orangtua DA. Namun berdasarkan rekaman CCTV, DA sudah mempersiapkan sendiri aksi gantung dirinya pada Kamis dini hari.

Jasad DA ditemukan oleh tetangganya, kurang lebih satu jam sejak ia meninggal dunia tergantung, ketika tetangganya itu hendak pergi salat subuh.

Kemudian saksi memberi tahu orangtua korban. Selanjutnya korban dikuburkan pada pagi harinya.

Baca juga: Diduga Punya Masalah Keluarga, Pria di Tangerang Gantung Diri dan Tinggalkan Surat

"Setelah meninggal, jasad DA tak diizinkan buat diautopsi oleh orangtuanya," kata Erna.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masker Ilegal di Cakung Tak Dilengkapi Lapisan Antivirus

Masker Ilegal di Cakung Tak Dilengkapi Lapisan Antivirus

Megapolitan
WNI yang Dievakuasi dari Jepang Akan Tiba di Indonesia 1 Maret 2020

WNI yang Dievakuasi dari Jepang Akan Tiba di Indonesia 1 Maret 2020

Megapolitan
Ojol Dipaksa Tidak Narik Saat Demo, Penumpang Geram

Ojol Dipaksa Tidak Narik Saat Demo, Penumpang Geram

Megapolitan
Berkat Rekaman CCTV, Polisi Berhasil Tangkap Pencuri Tas Berisi Emas di Marunda

Berkat Rekaman CCTV, Polisi Berhasil Tangkap Pencuri Tas Berisi Emas di Marunda

Megapolitan
Dari Atas Mobil Komando, Sufmi Dasco Kesal Orasinya Diinterupsi Pengemudi Ojol

Dari Atas Mobil Komando, Sufmi Dasco Kesal Orasinya Diinterupsi Pengemudi Ojol

Megapolitan
188 WNI Mulai Mendekati Pulau Sebaru Disertai Pengwalan Ketat Aparat

188 WNI Mulai Mendekati Pulau Sebaru Disertai Pengwalan Ketat Aparat

Megapolitan
Pelanggan Tak Luput Kena Sweeping Saat Demo Ojol di DPR

Pelanggan Tak Luput Kena Sweeping Saat Demo Ojol di DPR

Megapolitan
Ada Demo Ojek Online, Driver yang Bawa Penumpang Kena Sweeping Sesama Ojol

Ada Demo Ojek Online, Driver yang Bawa Penumpang Kena Sweeping Sesama Ojol

Megapolitan
Menlu Lepas Keberangkatan Tim Evakuasi WNI di Yokohama Jepang

Menlu Lepas Keberangkatan Tim Evakuasi WNI di Yokohama Jepang

Megapolitan
Santri yang Ditemukan di Sawah Tewas karena Tersedak Lumpur dan Air

Santri yang Ditemukan di Sawah Tewas karena Tersedak Lumpur dan Air

Megapolitan
Polisi Tembak Dua Penipu dan Skimming ATM

Polisi Tembak Dua Penipu dan Skimming ATM

Megapolitan
Gudang Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung-Cilincing Kantongi Izin Penyimpanan Alat Kesehatan

Gudang Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung-Cilincing Kantongi Izin Penyimpanan Alat Kesehatan

Megapolitan
Polisi Buru Pembuat Kartu ATM BRI Link yang Digunakan untuk Skimming

Polisi Buru Pembuat Kartu ATM BRI Link yang Digunakan untuk Skimming

Megapolitan
Manfaatkan Isu Corona, Produsen Masker Ilegal di Cakung Cilincing Gunakan Mesin dari China

Manfaatkan Isu Corona, Produsen Masker Ilegal di Cakung Cilincing Gunakan Mesin dari China

Megapolitan
Guru SMAN 12 yang Pukul Muridnya Dipindah Mengajar ke Kabupaten Bekasi

Guru SMAN 12 yang Pukul Muridnya Dipindah Mengajar ke Kabupaten Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X