RSUD Kota Bekasi Siapkan Masker buat Para Pegawai untuk Antisipasi Virus Corona

Kompas.com - 24/01/2020, 15:32 WIB
Ilustrasi KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoIlustrasi

BEKASI, KOMPAS.com - Kepala Seksi Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, Dr Librianti mengatakan, pihaknya mulai mengantisipasi penyebaran virus corona.

Selain menyiapkan ruang isolasi untuk pasien, RSUD Kota Bekasi juga bakal menyiapkan perlengkapan keamanan bagi para pegawainya.

"Kan dia menyerang ke pernafasan, paling antisipasinya (para pegawai) memakai masker N95 itu yang tebal, sama pakai APD (alat pelindung diri) untuk penerima (pasien virus corona)," jelas Librianti ketika dihubungi pada Jumat (24/1/2020).

Librianti mengungkapkan, sejauh ini RSUD Kota Bekasi belum menerima laporan pengidap virus corona.

Baca juga: Antisipasi Pengidap Virus Corona, RSUD Kota Bekasi Pertimbangkan Rujuk Pasien ke RS Khusus Infeksi

Akan tetapi, antisipasi sudah dimulai sejak sekarang. Keselamatan para pegawai RSUD Kota Bekasi juga tak kalah penting sebab pihak rumah sakit juga belum memiliki obat penawar virus tersebut.

"Antisipasinya mungkin itu, seperti penanganan virus SARS. Kami pakai masker N95 dengan APD. Cuma jangan sampai dia (pasien virus corona) dijadikan satu dengan pasien lain," ujar dia.

Belum ada ruangan khusus isolasi pasien virus corona hingga saat ini di RSUD Kota Bekasi. Meskipun ada sejumlah ruangan kosong yang dapat dialihfungsikan sebagai ruangan isolasi sementara.

Ruangan-ruangan tersebut berupa ruang unit gawat darurat (UGD) maupun ruang yang semula disiapkan untuk ruang isolasi penderita penyakit paru-paru.

Baca juga: Antisipasi Virus Corona, Pemprov DKI Imbau Warga Lakukan Ini

"Kalau gejala itu kan sudah bisa terdeteksi ya, dia menyerang ke pernafasan, hampir mirip dengan SARS. Di UGD kami ada ruangan dekontaminasi. Nah di situ, pasien disendirikan," ujar Librianti.

Di samping itu, pihak RSUD Kota Bekasi mempertimbangkan opsi rujuk ke rumah sakit khusus infeksi seandainya mereka menerima pasien virus corona.

"Kalau (RSUD) tidak siap ya kita rujuk. Biasanya kita oper (rujuk) lagi ke rumah sakit khusus infeksi, agar penangananya langsung karena memang khusus untuk infeksi," Librianti menjelaskan.

Baca juga: Antisipasi Virus Corona, RSUD Kota Bekasi Siapkan Ruang Isolasi

Virus corona ditengarai berawal dari Wuhan, China. Di China, sudah ditemukan ratusan kasus penderita virus corona, bahkan beberapa di antaranya berakhir dengan kematian.

Virus serupa telah ditemukan di negara lain, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Thailand. Berbagai negara di dunia tengah mengantisipasi dengan berbagai cara penyebaran virus ini.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Covid-19, Puluhan Titik Jalan di Jakarta Timur Disemprotkan Disinfektan

Cegah Covid-19, Puluhan Titik Jalan di Jakarta Timur Disemprotkan Disinfektan

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Bawaslu Tangsel Tunda Tahapan Pilkada 2020

Pandemi Covid-19, Bawaslu Tangsel Tunda Tahapan Pilkada 2020

Megapolitan
Perempuan yang Tabrak Pria Paruh Baya di Karawaci Konsumsi Soju Sebelum Kejadian

Perempuan yang Tabrak Pria Paruh Baya di Karawaci Konsumsi Soju Sebelum Kejadian

Megapolitan
Kualitas Udara Jakarta Tak Membaik Selama Masa Social Distancing

Kualitas Udara Jakarta Tak Membaik Selama Masa Social Distancing

Megapolitan
Keluarga Korban Tabrakan di Karawaci: Setelah Tabrak, Pelaku Aniaya Istri Korban

Keluarga Korban Tabrakan di Karawaci: Setelah Tabrak, Pelaku Aniaya Istri Korban

Megapolitan
Karena Covid-19, Taman Margasatwa Ragunan Revisi Target Pengunjung Tahun 2020

Karena Covid-19, Taman Margasatwa Ragunan Revisi Target Pengunjung Tahun 2020

Megapolitan
Wacana Karantina Wilayah di Jakarta, Warga Minta Ada Bantuan Pemerintah karena Mata Pencaharian Hilang

Wacana Karantina Wilayah di Jakarta, Warga Minta Ada Bantuan Pemerintah karena Mata Pencaharian Hilang

Megapolitan
Kualitas Udara di Jakarta Disebut Akan Semakin Membaik jika Karantina Wilayah Diterapkan

Kualitas Udara di Jakarta Disebut Akan Semakin Membaik jika Karantina Wilayah Diterapkan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Perpanjang Penutupan Tempat Hiburan, Bioskop, hingga Apartemen Harian

Pemkot Bekasi Perpanjang Penutupan Tempat Hiburan, Bioskop, hingga Apartemen Harian

Megapolitan
Cegah Penyebaran Covid-19, Warga Jati Pulo dan Kota Bambu Utara Pasang Pagar Besi di Perbatasan Wilayah

Cegah Penyebaran Covid-19, Warga Jati Pulo dan Kota Bambu Utara Pasang Pagar Besi di Perbatasan Wilayah

Megapolitan
Cegah Corona, PT MRT Jakarta Bagikan Paket Masker dan Hand Sanitizer ke Penumpang

Cegah Corona, PT MRT Jakarta Bagikan Paket Masker dan Hand Sanitizer ke Penumpang

Megapolitan
UPDATE RSD Wisma Atlet 31 Maret: 413 Pasien Dirawat, 1 PDP Meningal

UPDATE RSD Wisma Atlet 31 Maret: 413 Pasien Dirawat, 1 PDP Meningal

Megapolitan
Warga Berjemur di TPU Prumpung demi Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Warga Berjemur di TPU Prumpung demi Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Megapolitan
Pasien Sembuh Covid-19 Terus Bertambah, Wali Kota Jakbar Imbau Warga Tetap di Rumah

Pasien Sembuh Covid-19 Terus Bertambah, Wali Kota Jakbar Imbau Warga Tetap di Rumah

Megapolitan
Pengendara yang Tabrak Pejalan Kaki karena Main Ponsel di Karawaci Belum Dijadikan Tersangka

Pengendara yang Tabrak Pejalan Kaki karena Main Ponsel di Karawaci Belum Dijadikan Tersangka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X