Asal-usul Etnis Tionghoa di Bekasi, Berawal dari Pemberontakan di Batavia

Kompas.com - 25/01/2020, 06:18 WIB
Kawasan Pasar Proyek di Kota Bekasi dengan berdirinya Kelenteng terbesar, Hok Lay Kiong, dianggap sebagai wilayah pecinan di Bumi Patriot. Kawasan ini kini jadi sentra perdagangan yang penting di seantero Kota Bekasi. KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANKawasan Pasar Proyek di Kota Bekasi dengan berdirinya Kelenteng terbesar, Hok Lay Kiong, dianggap sebagai wilayah pecinan di Bumi Patriot. Kawasan ini kini jadi sentra perdagangan yang penting di seantero Kota Bekasi.

 

"Di sana, mereka membuka perkebunan tebu dan persawahan baru hingga meraih kesuksesan secara finansial. Bisa jadi mereka juga menepi ke Bekasi," ujar Windoro Adi sebagaimana dilaporkan harian Kompas, 6 Februari 2019.

Windoro bilang, kalangan Tionghoa yang kemudian dijuluki sebagai "China Udik" ini mulai membangun kehidupan baru di tempat baru.

Jadilah kawasan pecinan, yang rata-rata ditandai dengan berdirinya kelenteng.

Pasar proyek

Di Kota Bekasi sendiri, kawasan "Pasar Proyek" acap kali dianggap sebagai pecinan Bekasi. Anggapan ini tak sepenuhnya keliru, meski sejarawan Bekasi, Ali Anwar, mengaku tak setuju.

Baca juga: Menengok Gereja Santa Maria de Fatima di Petak Sembilan yang Menyerupai Kelenteng

Berdirinya Kelenteng Hok Lay Kiong, kelenteng paling besar sekaligus paling tua seantero Kota Bekasi di sekitar kawasan Pasar Proyek, jadi bukti bahwa kawasan di tepi Kali Bekasi itu memang banyak didiami kalangan Tionghoa.

"Mereka bergabung dengan masyarakat Bekasi yang kebanyakan berkonsentrasi di Pasar Bekasi atau yang sekarang disebut Pasar Proyek. Dulu, di situ bukan hanya orang Tionghoa, itu juga Arab ada, Sunda, Jawa sudah ada sebelumnya," jelas Ali Anwar, Jumat (24/1/2020).

Wilayah Pasar Proyek jadi sasaran karena ia merupakan kawasan pasar paling aktif seantero Bekasi kala itu.

Kedekatannya dengan sungai menjadi kunci. Selain karena peradaban manusia hampir selalu berkembang di tepi sungai, pada Zaman Kolonial, sungai juga merupakan sarana transportasi utama, dengan perahu sebagai moda andalan.

Baca juga: Saat Imlek, 250 Polisi Dikerahkan ke Kelenteng dan Wihara di Bekasi

Sungai menjelma urat nadi kehidupan niaga. Berbagai jenis komoditas, utamanya hasil bumi, diperdagangkan di tepi sungai.

Dengan berbagai keadaan tadi, tentu Pasar Proyek di tepi Kali Bekasi jadi lokasi strategis bagi kalangan Tionghoa bermukim.

"Apalagi, mereka (kalangan Tionghoa) kan sebagian besar memang pedagang, petani. Pasar proyek dulunya pasar terbesar di Bekasi," kata Ali.

Akan tetapi, di Bekasi, kalangan Tionghoa bukan hanya menetap di area yang kini masuk sebagai wilayah administratif Kota Bekasi.

Ali Anwar menyebut, mereka juga mendiami beberapa lokasi di wilayah Kabupaten Bekasi, misalnya di Babelan, Tambun, Pebayuran, sampai Cibarusah.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minta Polda Metro Perbesar Pit Stop Ajang Street Race, Pebalap: Sekarang Dempet-dempetan

Minta Polda Metro Perbesar Pit Stop Ajang Street Race, Pebalap: Sekarang Dempet-dempetan

Megapolitan
Street Race di Ancol Rampung, Polda Metro Jaya Soroti Masalah Ketertiban Penonton

Street Race di Ancol Rampung, Polda Metro Jaya Soroti Masalah Ketertiban Penonton

Megapolitan
Wagub DKI: BOR RS untuk Pasien Covid-19 di Jakarta Semakin Bertambah

Wagub DKI: BOR RS untuk Pasien Covid-19 di Jakarta Semakin Bertambah

Megapolitan
UPDATE 16 Januari: Pasien Covid-19 di Jakarta Bertambah 566, Kasus Aktif Kini 3.816

UPDATE 16 Januari: Pasien Covid-19 di Jakarta Bertambah 566, Kasus Aktif Kini 3.816

Megapolitan
Polda Metro Jaya Harap Sirkuit Formula E Bisa Dipakai untuk Street Race

Polda Metro Jaya Harap Sirkuit Formula E Bisa Dipakai untuk Street Race

Megapolitan
Sindir Halus Ketua DPRD di Acara Street Race, Bamsoet: Mudah-mudahan Pak Pras Tak keberatan Formula E di Ancol...

Sindir Halus Ketua DPRD di Acara Street Race, Bamsoet: Mudah-mudahan Pak Pras Tak keberatan Formula E di Ancol...

Megapolitan
PTM Lanjut meski Kasus Covid-19 Ada di 15 Sekolah, Wagub: Jumlah Sekolah di Jakarta 10.429

PTM Lanjut meski Kasus Covid-19 Ada di 15 Sekolah, Wagub: Jumlah Sekolah di Jakarta 10.429

Megapolitan
Dini Hari, Petugas Damkar Depok Berburu Ular Sanca yang Lepas di Permukiman Warga

Dini Hari, Petugas Damkar Depok Berburu Ular Sanca yang Lepas di Permukiman Warga

Megapolitan
Ditanya Soal Tunjangan Operasional, Wagub DKI Jawab dengan Pamer WTP 4 Kali

Ditanya Soal Tunjangan Operasional, Wagub DKI Jawab dengan Pamer WTP 4 Kali

Megapolitan
Krisis Air di Jakarta Utara, Wagub DKI: Ini Ibukota, Tidak Boleh Ada Warga yang Kesulitan Air

Krisis Air di Jakarta Utara, Wagub DKI: Ini Ibukota, Tidak Boleh Ada Warga yang Kesulitan Air

Megapolitan
Terobos Lampu Merah Lalu Tabrak Mobil di Pondok Indah, Pengendara Motor Tewas di Tempat

Terobos Lampu Merah Lalu Tabrak Mobil di Pondok Indah, Pengendara Motor Tewas di Tempat

Megapolitan
Cegah Praktik Judi saat Street Race Ancol, Polda Metro Jaya Siapkan Doorprize

Cegah Praktik Judi saat Street Race Ancol, Polda Metro Jaya Siapkan Doorprize

Megapolitan
Polsek Matraman Beri Uang untuk Tarik Minat Anak-anak Usia 6-11 Tahun Vaksinasi Covid-19

Polsek Matraman Beri Uang untuk Tarik Minat Anak-anak Usia 6-11 Tahun Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Street Race di Ancol Rencananya Hendak Digelar 2 Kali Dalam Sepekan

Street Race di Ancol Rencananya Hendak Digelar 2 Kali Dalam Sepekan

Megapolitan
Wagub DKI: Vaksinasi Booster di Jakarta Capai 143.020

Wagub DKI: Vaksinasi Booster di Jakarta Capai 143.020

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.