4 Tersangka Pencurian Ditangkap Aparat Polsek Senen

Kompas.com - 25/01/2020, 19:38 WIB
Ilustrasi pencurian Kompas.com/ The Digital WayIlustrasi pencurian

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak empat tersangka pelaku pencurian ditangkap petugas Polsek Senen, Jakarta Pusat. Keempat orang kerap beraksi di lokasi yang berbeda.

Kapolsek Senen Jakarta Pusat, Kompol Ewo Samono mengatakan, penangkapan keempat tersangka dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang merasa resah akan tindakan keempat orang itu.

"Jadi keempat pelaku melakukan tindakan yaitu kejahatan jalanan antara lain copet, jambret, dan tindak kejahatan lain," kata Kompol Ewo, Sabtu (25/1/2020).

Baca juga: Polisi: Pencurian Motor di Serpong Umumnya Terjadi Siang Hari

Ewo menyampaikan, keempat pelaku itu bernama Tri Suryono, Ihsan Edy, Jajang, dan Yongki.

Keempat pelaku diamankan dalam kasus berbeda, tetapi mereka beroperasi di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Ewo menyampaikan, tersangka Tri ditangkap berkat laporan warga yang ponselnya dicuri orang ketika berada di sekitar Stasiun Pasar Senen. Atas laporan itu pihaknya langsung menindaklanjuti dan berhasil meringkus tersangka.

Sementara, pelaku Yongki merupakan jambret yang beraksi di Jalan Kramat Raya.

"Keempatnya sudah kami amankan. Tapi kami akan kembangkan apakah para pelaku ini miliki jaringan, jadi masih kami selidiki," ujarnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP dan 363 KUHP. Kini ke empat tersangka telah mendekam di tahanan di Polsek Senen, Jakarta Pusat.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Polisi dari Polsek Senen Meringkus Empat Pelaku Pencurian yang Aksinya Sangat Meresahkan Masyarakat.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Megapolitan
Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Megapolitan
Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Megapolitan
PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

Megapolitan
Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Megapolitan
BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

Megapolitan
Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Megapolitan
Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Megapolitan
Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Megapolitan
Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Megapolitan
Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Megapolitan
Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X