Kabur Saat Hendak Digeledah, Seorang Pemuda di Tambora Ternyata Bawa Celurit

Kompas.com - 26/01/2020, 09:40 WIB
Kapolsek Tambora Kompol Iver Son Manossoh di lokasi pengungkapan bandar narkoba di Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat pada Senin (8/10/2018). RIMA WAHYUNINGRUMKapolsek Tambora Kompol Iver Son Manossoh di lokasi pengungkapan bandar narkoba di Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat pada Senin (8/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pemuda berinisial SB alias SE (20) ditangkap polisi karena menyimpan celurit di tasnya. Diduga celurit tersebut akan digunakan untuk tawuran.

Kapolsek Tambora, Kompol Iver Son Manossoh mengatakan, SB diamankan saat tengah mabuk bersama beberapa pemuda di Jalan Krendang Selatan RT 05/RW 07, Krendang, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (25/1/2020) dini hari.

"Penangkapan tersebut berawal adanya pengaduan dari masyarakat bahwa ada sekelompok remaja berkumpul dan membuat gaduh di Jalan Krendang Selatan," kata Iver saat dikonfirmasi, Minggu (26/1/2020), seperti dikutip Tribun Jakarta.

Baca juga: Polisi Usut Video Pria Masturbasi di Dalam Mobil di Pinggir Jalan Gatot Subroto

Iver mengatakan, gerak gerik SB mencurigakan saat anggotanya tiba di lokasi.

SB tiba-tiba melarikan diri saat petugas menggeledah badan para pemuda yang sedang mabuk di sana.

"Saat kami hendak geledah, SB ini melarikan diri sambil membawa tas sehingga langsung dikejar anggota buser. Saat kami tangkap dan kami geledah tasnya, ditemukan sebilah celurit dengan panjang 50 cm," papar Iver.

Kepada polisi, ucap Iver, SB mengaku bahwa celurit itu adalah milik rekannya. Hingga saat ini SB masih diperiksa di Mapolsek Tambora.

Pelaku terancam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat No.12 tahun 1951. (Elga Hikari Putra)

 

 

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul "Warga Resah Remaja Buat Gaduh di Tambora, Pemuda 20 Tahun Simpan Celurit di Tas Digelandang Polisi."



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengacara Tak Punya Surat Kuasa, Raffi Ahmad Dinilai Tak Serius Jalani Sidang

Pengacara Tak Punya Surat Kuasa, Raffi Ahmad Dinilai Tak Serius Jalani Sidang

Megapolitan
Sidang Perdana Raffi Ahmad Ditunda karena Pengacara Tak Punya Surat Kuasa

Sidang Perdana Raffi Ahmad Ditunda karena Pengacara Tak Punya Surat Kuasa

Megapolitan
Aksi Pencuri di Rumah Kontrakan Koja Terekam CCTV, 2 Motor Raib

Aksi Pencuri di Rumah Kontrakan Koja Terekam CCTV, 2 Motor Raib

Megapolitan
Epidemiolog Sebut Penggunaan GeNose untuk Tes Covid-19 Terburu-buru dan Tabrak Prosedur

Epidemiolog Sebut Penggunaan GeNose untuk Tes Covid-19 Terburu-buru dan Tabrak Prosedur

Megapolitan
Korsleting, Mobil Toyota Corolla DX Terbakar di Depan Rumah Cilandak

Korsleting, Mobil Toyota Corolla DX Terbakar di Depan Rumah Cilandak

Megapolitan
Saat Anies Diminta Mundur oleh Kader Partai Pengusungnya

Saat Anies Diminta Mundur oleh Kader Partai Pengusungnya

Megapolitan
27 RS Menunggu Stok Plasma Kovalesen di PMI Kabupaten Bekasi

27 RS Menunggu Stok Plasma Kovalesen di PMI Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Jadi Syarat Naik Kereta, Apa Beda GeNose, Rapid Test, dan Swab?

Jadi Syarat Naik Kereta, Apa Beda GeNose, Rapid Test, dan Swab?

Megapolitan
Cerita Dokter di RS Wisma Atlet, Jungkir Balik karena Klaster Liburan...

Cerita Dokter di RS Wisma Atlet, Jungkir Balik karena Klaster Liburan...

Megapolitan
3 Fakta Kasus Prostitusi Anak, Muncikari Jual 4 Korban hingga Kronologi Penangkapan

3 Fakta Kasus Prostitusi Anak, Muncikari Jual 4 Korban hingga Kronologi Penangkapan

Megapolitan
Saat Ini Ada 4.826 Pasien Covid-19 di Depok, Ini Sebaran Kelurahannya

Saat Ini Ada 4.826 Pasien Covid-19 di Depok, Ini Sebaran Kelurahannya

Megapolitan
4 Fakta Seputar Penangkapan Komplotan Perampok Minimarket di Ciputat

4 Fakta Seputar Penangkapan Komplotan Perampok Minimarket di Ciputat

Megapolitan
Dalam 2 Pekan, 8.000 Tenaga Kesehatan di Jakpus Disuntik Vaksin

Dalam 2 Pekan, 8.000 Tenaga Kesehatan di Jakpus Disuntik Vaksin

Megapolitan
Tersangka Terakhir yang Membegal Perwira Marinir di Medan Merdeka Selatan Ditangkap

Tersangka Terakhir yang Membegal Perwira Marinir di Medan Merdeka Selatan Ditangkap

Megapolitan
5 Hal yang Perlu Diketahui soal GeNose, Mulai dari Harga hingga Tingkat Akurasi

5 Hal yang Perlu Diketahui soal GeNose, Mulai dari Harga hingga Tingkat Akurasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X