Lambung Kapal Pecah Dihantam Ombak di Kepulauan Seribu, Seluruh Penumpang Selamat

Kompas.com - 26/01/2020, 10:38 WIB
Salah satu pemandangan di pantai Pulau Pari Kepulauan Seribu.  Setiap tahun ada sekitar 200 ribu wisatawan yang datang ke Pulau Pari. Di sini  ada beragam wisata bahari seperti diving, snorkling, jelajah mangrove dan menanam pohon bakau. Asep Candra/KOMPAS.comSalah satu pemandangan di pantai Pulau Pari Kepulauan Seribu. Setiap tahun ada sekitar 200 ribu wisatawan yang datang ke Pulau Pari. Di sini ada beragam wisata bahari seperti diving, snorkling, jelajah mangrove dan menanam pohon bakau.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapal penumpang KM Makmur Jaya II nyaris tenggelam di perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu karena hantaman ombak pada Sabtu (25/1/2020).

Kasektor Pemadam Kebakaran Kepulauan Seribu Buang Miharja mengatakan, hantaman ombak besar mengakibatkan lambung kiri kapal pecah.

"Lambung kiri pecah, sempat masuk air tapi Alhamdulillah penumpangnya selamat sampai tujuan," kata Buang saat dikonfirmasi, Minggu (26/1/2020).

Baca juga: Kepulauan Seribu Perkenalkan Objek Wisata Baru Pantai Cikaya di Pulau Karya

Buang mengatakan, kapal tersebut membawa 124 penumpang yang salah satunya merupakan petugas piket Pemadam Kebakaran.

Kapal KM Makmur Jaya II ini hendak mengantar penumpang ke Pulau Pari dan Pramuka.

Saat lambung kapal pecah sekitar pukul 14.00 WIB, anggota pemadam tersebut melapor ke Sudin Gulkarmat Kepulauan Seribu.

"Lalu kami kirimkan satu kapal rescue boat untuk mengawal kapal ke tujuan," ujar Buang.

Sebanyak 70 orang penumpang lantas turun di Pulau Pari, sementara 54 sisanya turun di Pulau Pramuka.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X