Cawagub DKI Riza Patria: Tidak Ada Lobi Khusus kepada Anggota DPRD

Kompas.com - 26/01/2020, 15:25 WIB
Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria di Wisma Garuda, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (29/12/2019). KOMPAS.com/NURSITA SARIKetua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria di Wisma Garuda, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (29/12/2019).
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta dari Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menyatakan tidak akan melakukan lobi khusus kepada anggota DPRD DKI Jakarta agar memilihnya.

"Tidak ada lobi-lobi khusus, diskusi kami bisa dilakukan melalui media. Sekarang ini zamannya digital, jadi tidak ada lobi-lobi khusus saya kepada anggota DPRD," ujar Riza di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (26/1/2020).

Riza menyerahkan pemilihan wagub DKI kepada seluruh anggota DPRD DKI Jakarta. Sebab, pemilihan wagub DKI pengganti Sandiaga Uno berada di tangan anggota DPRD DKI.

Baca juga: Sandiaga: Setelah 18 Bulan, Akhirnya Ada Titik Terang Cawagub DKI

"Tidak ada langkah-langkah khusus terkait dengan pemilihan wakil gubernur, sepenuhnya kami serahkan kepada teman-teman di DPRD di DKI Jakarta," kata Riza.

Wagub DKI pengganti Sandiaga akan dipilih oleh anggota DPRD DKI dalam rapat paripurna. Anggota DPRD akan memilih satu dari dua calon yang diusulkan partai pengusung, yakni Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ketentuan soal mekanisme pengisian kekosongan jabatan wagub diatur dalam Pasal 176 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah.

Pasal itu mengatur, partai politik pengusung harus mengusulkan dua orang cawagub untuk dipilih oleh DPRD provinsi dalam rapat paripurna.

Adapun Gerindra dan PKS telah menyerahkan dua nama cawagub DKI ke DPRD melalui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca juga: Sosialisasi ke Warga di CFD, Cawagub DKI Nurmansjah Lubis Buka Warung Kopi di Trotoar Sudirman

Dua nama itu adalah Riza Patria dan politikus PKS Nurmansjah Lubis.

Riza dan Nurmansjah merupakan cawagub baru yang diusulkan Gerindra dan PKS. Mereka menggantikan dua nama cawagub sebelumnya, yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Gerindra dan PKS mengganti nama cawagub karena nama Agung dan Syaikhu tak kunjung diproses oleh DPRD DKI Jakarta. Padahal, dua nama itu sudah diserahkan ke DPRD pada Maret 2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X