Anak Korban Prostitusi Online di Depok Pernah Dilaporkan Hilang Sejak Awal Januari

Kompas.com - 28/01/2020, 16:00 WIB
Polres Metro Depok lakukan rilis terkait korban anak hilang yang terjerat kasus prostitusi online, Selasa (28/1/2020) KOMPAS.com/ANGGITA NURLITASARIPolres Metro Depok lakukan rilis terkait korban anak hilang yang terjerat kasus prostitusi online, Selasa (28/1/2020)

DEPOK, KOMPAS.com - AP (16) anak yang dikabarkan hilang sejak 2 Januari lalu telah ditemukan di salah satu apartemen di Depok.

AP diduga terjerat kasus prostitusi online melalui aplikasi Mi Chat. AP dijual oleh AIR, orang yang dikenalnya dari Facebook.

"Kenal sama AIR di Facebook karena AP mengunggah status sedang membutuhkan uang, antara korban dan terduga pelaku kemudian berbicara mengenai kebutuhan uang. Lalu ditawarkan oleh terduga pelaku tersebut melalui aplikasi mi chat, menurut pengakuannya sudah lebih dari 20 kali menawarkan," ujar Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi, Azis Andriansyah, di Polres Metro Depok, Selasa (28/1/2020).

Polisi pun telah menetapkan tiga orang yakni Pachrul Rozy, AIR dan BS sebagai tersangka.

Baca juga: Anak di Bawah Umur Ditemukan di Apartemen Depok, Diduga Terkait Prostitusi Online

"Kami saat ini sudah melakukan gelar perkara dan sudah menetapkan ketiganya sebagai tersangka," ujar Azis.

Pelaku mengambil keuntungan dari praktik ini dengan nominal ratusan ribu hingga Rp 1 juta.

"Dari hasil interogasi interview sementara terkecil itu Rp 450 ribu dan tarif terbesarnya itu Rp 1 juta," ujar Azis.

Atas perbuatannya, para pelaku tersebut disangkakan dengan dua pidana sekaligus.

"Terhadap pelaku kami sangkakan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak ancamannya 10 tahun dan Undang-Undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Perdagangan Orang ancamannya 3-15 tahun," ujar Azis.

Berawal dari laporan anak hilang

Pengungkapan ini berdasarkan laporan bahwa ada anak di bawah umur yang hilang.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Megapolitan
Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Megapolitan
Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Megapolitan
PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

Megapolitan
Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Megapolitan
BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

Megapolitan
Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Megapolitan
Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Megapolitan
Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Megapolitan
Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Megapolitan
Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Megapolitan
Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X