Kompas.com - 29/01/2020, 07:54 WIB
Kondisi putaran Poltangan, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2019) KOMPAS.COM/WALDA MARISONKondisi putaran Poltangan, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2019)
|


JAKARTA,KOMPAS.com - Warga yang tergabung dalam Aliansi Warga Pejaten Timur dan Tanjung Barat Menuntut Hak Akses Langsung ke Flyover meminta pihak Pemprov DKI Jakarta mengubah desain dari jembatan layang (flyover) u turn yang sedang dibangun.

Tuntutan ini dilayangkan kepada Dinas Bina Marga karena warga setempat dinilai tidak bisa menggunakan flyover Poltangan jika pembangunan sudah rampung.

Untuk diketahui, posisi jalur keluar warga dari pemukiman menuju jalan raya saat ini berada setelah tanjakan flyover tersebut.

Sehingga, warga mau tidak mau harus melawan arus untuk menggunakan flyover tersebut. Kalau tidak, mereka harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk berputar balik di Pasar Minggu.

Baca juga: Pembangunan Flyover Poltangan Timbulkan Keluhan Warga Tanjung Barat

“Jadi kami harus ngelawan arus 15 meter ke arah kanan. Jadi tolong dicatat baik-baik, kami bukan tolak pembangunan. Kami menolak bahwa akses untuk mutar jadi enggak dapat,” kata sekertaris Aliansi Warga Pejaten Timur dan Tanjung Barat Menuntut Hak Akses Langsung ke Flyover Isrin Albaari saat dihubung, Selasa (28/1/2020)

Selain itu, mereka meminta jalur putaran di Poltangan dibuka untuk sementara selama masa pembangunan. Pasalnya, dengan ditutupnya jalur putaran tersebut, banyak warga yang kesulitan dalam beraktivitas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Warga setempat harus menempuh jarak cukuo jauh untuk putar balik di depan Universitas Pancasila (UP) lalu kembali menuju ke arah Pasar Minggu.

Belum lagi jalan yang menyempit karena pembangunan flyover membuat kemacetan parah terjadi setiap pagi.

“Sekarang ini mutar di depan UP atau ke arah Ragunan lewat jalan TB Simatupang. Paling lama 10 menit sekarang malah jadi 30-40 menit,” ujar dia.

“Salah satu permintaan kami selama pembangunan ada pintu kereta yang dibuka. Iya putaran Poltangan,” tambah dia.

Baca juga: Dampak Pembangunan JPO, Sepanjang Jalan Tanjung Barat dan Lenteng Agung Macet

Permasalahan ini pun sudah dibawa dalam mediasi bersama pihak Bina Marga, Polsek, camat dan tokoh masyarakat setempat. Warga telah menyampaikan usulan tersebut dan memberikan waktu pada pihak terkait untuk memberi tanggapan sampai tanggal 21 Januari.

Namun, sampai saat ini belum ada tanggapan dari pihak Dinas Bina Marga.

“Kemudian tanggal 20 Januari kita laporan ke anggota DPRD diterima fraksi PKS, mereka kan sifatnya tanggapan baru diaujin ke stafnya Anies, kan gitu,” ujar dia.

Pihaknya berharap Pemprov DKI bisa menanggapi hal ini dan mencarikan solusi guna menyelesaikan kendala warga setempat.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Gelar Perkara buat Tentukan Status Hukum Dinar Candy karena Pakai Bikini di Jalan

Polisi Gelar Perkara buat Tentukan Status Hukum Dinar Candy karena Pakai Bikini di Jalan

Megapolitan
Cegah Banjir, Waduk dan Kolam Retensi Dibangun di TPU Rorotan

Cegah Banjir, Waduk dan Kolam Retensi Dibangun di TPU Rorotan

Megapolitan
Polisi Pastikan Video Viral Sejumlah Gadis Adu Jotos Bukan di Depok, tapi Bogor

Polisi Pastikan Video Viral Sejumlah Gadis Adu Jotos Bukan di Depok, tapi Bogor

Megapolitan
Tukang Fotokopi Mendadak Kebanjiran Order Cetak Sertifikat Vaksinasi Seukuran KTP

Tukang Fotokopi Mendadak Kebanjiran Order Cetak Sertifikat Vaksinasi Seukuran KTP

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Gelar Vaksinasi di Pasar, Target 300 Pedagang Sehari

Pemkot Bekasi Akan Gelar Vaksinasi di Pasar, Target 300 Pedagang Sehari

Megapolitan
Kekurangan Vaksinator di Desa-desa, Pemkab Bekasi Rekrut Relawan Nakes

Kekurangan Vaksinator di Desa-desa, Pemkab Bekasi Rekrut Relawan Nakes

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pelaku Pungli terhadap Pedagang di Ciputat

Polisi Tangkap 2 Pelaku Pungli terhadap Pedagang di Ciputat

Megapolitan
Viral Rekaman CCTV Pencurian Spion di Grogol, Pelaku Beraksi dalam Hitungan Detik

Viral Rekaman CCTV Pencurian Spion di Grogol, Pelaku Beraksi dalam Hitungan Detik

Megapolitan
Polisi Tangkap Pencuri yang Gasak Rp 20 Juta dari Truk Saat Sopir Isi Bensin di SPBU Cengkareng

Polisi Tangkap Pencuri yang Gasak Rp 20 Juta dari Truk Saat Sopir Isi Bensin di SPBU Cengkareng

Megapolitan
10 Persen Pedagang Pasar Alami Kebangkrutan di Kota Bekasi

10 Persen Pedagang Pasar Alami Kebangkrutan di Kota Bekasi

Megapolitan
Sentra Vaksinasi di UI Depok untuk 12 Tahun ke Atas, Ini Cara Daftarnya

Sentra Vaksinasi di UI Depok untuk 12 Tahun ke Atas, Ini Cara Daftarnya

Megapolitan
Ingin Divaksin, Nenek 78 Tahun di Tarumajaya Bekasi Sampai Digendong Polisi

Ingin Divaksin, Nenek 78 Tahun di Tarumajaya Bekasi Sampai Digendong Polisi

Megapolitan
UI Buka Sentra Vaksinasi Baru, Sediakan 25.000 Dosis Vaksin Sinovac

UI Buka Sentra Vaksinasi Baru, Sediakan 25.000 Dosis Vaksin Sinovac

Megapolitan
Minta Uang ke Warga di Pos Penyekatan Kemayoran, Bocah 13 Tahun Ditangkap

Minta Uang ke Warga di Pos Penyekatan Kemayoran, Bocah 13 Tahun Ditangkap

Megapolitan
Lewat Sedekah Minyak Jelantah di RPTRA Jakut, Warga Ikut Sumbang Bansos untuk Warga Terdampak Pandemi

Lewat Sedekah Minyak Jelantah di RPTRA Jakut, Warga Ikut Sumbang Bansos untuk Warga Terdampak Pandemi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X