Permintaaan Tak Direspons, Warga Akan Demo di Lokasi Proyek Flyover Poltangan

Kompas.com - 29/01/2020, 08:59 WIB
Kondisi putaran Poltangan, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2019) KOMPAS.COM/WALDA MARISONKondisi putaran Poltangan, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2019)
|

JAKARTA,KOMPAS.com - Warga yang tergabung dalam 'Aliansi Warga Pejaten Timur dan Tanjung Barat Menuntut Hak Akses Langsung ke Flyover' berencana menggelar unjuk rasa.

Unjuk rasa itu dilakukan di lokasi pembangunan Flyover Poltangan Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Aksi yang akan digelar pada Sabtu (1/2/2020) ini, merupakan buntut dari kekecewaan warga lantaran aspirasi mereka tidak ditindaklanjuti Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

Sekertaris Aliansi, Isrin Albaari mengatakan, pihaknya telah menyampaikan lima poin aspirasi warga dalam mediasi bersama Dinas Bina Marga DKI Jakarta pada 14 Januari 2020.

Baca juga: Warga Minta Pemprov DKI Jakarta Ubah Desain Flyover Poltangan

Dua dari lima poin tersebut, yakni meminta perubahan desain flyover Poltangan dan membuka jalur putaran untuk sementara demi kemudahan akses warga.

Warga menunggu respons Dinas Bina Marga hingga 21 Januari lalu. Namun, tak ada respons yang diberikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pembangunan terus jalan sementara kesepakatannya belum ada hasil, pembangunan distop. Ini tetap jalan. Makanya Sabtu ini kita akan aksi,” kata Isrin Albaari saat dihubungi, Selasa (28/1/2020).

Menurut dia, warga menilai perubahan desain flyover harus dilakukan oleh pihak Bina Marga.

Baca juga: Pembangunan Flyover Poltangan Timbulkan Keluhan Warga Tanjung Barat

Dalam desain saat ini, posisi jalur keluar warga dari pemukiman menuju jalan raya berada setelah tanjakan flyover yang memutar balik ke arah Pasar Minggu.

Sehingga, jika ingin menggunakan flyover, warga arus melawan arus.

“Jadi kita harus ngelawan arus 15 meter ke arah kanan, ngelawan arus. Jadi tolong dicatat baik-baik, kita bukan tolak pembangunan. Kita menolak bahwa akses untuk muter jadi kita enggak dapat,” ucap Isrin.

Selain itu, mereka meminta jalur putaran di Poltangan dibuka untuk sementara selama masa pembangunan.

Pasalnya, jika ingin menuju arah Pasar Minggu, warga harus memutar jauh di depan Universitas Pancasila (UP).

Putaran di depan Kampus IISIP juga ditutup karena pembangunan flyover.

Baca juga: Putaran Jalan Poltangan Akan Ditutup Mulai Sabtu, Ini Pilihan Jalur Alternatif

Belum lagi jalan yang menyempit karena pembangunan flyover membuat kemacetan parah terjadi setiap pagi.

“Sekarang ini mutar di depan UP atau ke arah Ragunan lewat jalan TB Simatupang. Paling lama 10 menit sekarang malah jadi 30 - 40 menit,” ujar dia.

Dia berharap aksi unjuk rasa ini cukup untuk menyita perhatian pemerintah agar mau memperhatikan keluhan dan memberi solusi atas masalah yang mereka alami.

“Jadi tolong dicatat baik - baik, kita bukan tolak pembangunan. Kita menolak bahwa akses untuk memutar jadi kita enggak dapat,” tegas dia.



Video Rekomendasi

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah Dua Jam, Pasar Swalayan di Cilandak KKO Masih Terbakar

Sudah Dua Jam, Pasar Swalayan di Cilandak KKO Masih Terbakar

Megapolitan
Selain Pasar Swalayan, Toko Parfum hingga Toko Handphone di Cilandak KKO Terbakar

Selain Pasar Swalayan, Toko Parfum hingga Toko Handphone di Cilandak KKO Terbakar

Megapolitan
Sejumlah Titik di Bintaro Gelap dan Rawan Pembegalan, Polisi Minta Penerangan Jalan Ditambah

Sejumlah Titik di Bintaro Gelap dan Rawan Pembegalan, Polisi Minta Penerangan Jalan Ditambah

Megapolitan
Pohon Tumbang di Stasiun Depok, Perjalanan KRL Terganggu

Pohon Tumbang di Stasiun Depok, Perjalanan KRL Terganggu

Megapolitan
UPDATE 21 September: Bertambah 20 Kasus Covid-19 di Tangsel

UPDATE 21 September: Bertambah 20 Kasus Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Pasar Swalayan Terbakar, Arus Lalu Lintas Jalan Cilandak KKO Lumpuh Total

Pasar Swalayan Terbakar, Arus Lalu Lintas Jalan Cilandak KKO Lumpuh Total

Megapolitan
Jambret Pesepeda di Taman Sari Sudah Enam Kali Beraksi

Jambret Pesepeda di Taman Sari Sudah Enam Kali Beraksi

Megapolitan
Terlibat Tawuran Antargeng, Tiga Remaja di Bekasi Diamankan Polisi

Terlibat Tawuran Antargeng, Tiga Remaja di Bekasi Diamankan Polisi

Megapolitan
Wagub DKI Minta Masyarakat Waspada Gelombang Ketiga Covid-19

Wagub DKI Minta Masyarakat Waspada Gelombang Ketiga Covid-19

Megapolitan
Pasar Swalayan di Cilandak KKO Terbakar

Pasar Swalayan di Cilandak KKO Terbakar

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Malam Hari, Sasar Pegawai yang Susah Tinggalkan Pekerjaan di Siang Hari

Vaksinasi Covid-19 Malam Hari, Sasar Pegawai yang Susah Tinggalkan Pekerjaan di Siang Hari

Megapolitan
Hujan Lebat dan Angin Kencang di Depok, Pohon-pohon Tumbang, Papan Reklame Roboh

Hujan Lebat dan Angin Kencang di Depok, Pohon-pohon Tumbang, Papan Reklame Roboh

Megapolitan
Minim Penerangan Jadi Alasan Begal Incar Korban di Kawasan Bintaro

Minim Penerangan Jadi Alasan Begal Incar Korban di Kawasan Bintaro

Megapolitan
Hujan Deras dan Angin Kencang di Depok, Pohon Tumbang Timpa Pagar dan Mobil

Hujan Deras dan Angin Kencang di Depok, Pohon Tumbang Timpa Pagar dan Mobil

Megapolitan
22 Reklame Rokok di Jakarta Timur Telah Ditertibkan

22 Reklame Rokok di Jakarta Timur Telah Ditertibkan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.