Pekan Depan, Cawagub DKI Riza Patria Safari ke Fraksi DPRD untuk Galang Dukungan

Kompas.com - 31/01/2020, 19:43 WIB
Calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta dari Partai Gerindra Ahmad Riza Patria di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2020). KOMPAS.com/NURSITA SARICalon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta dari Partai Gerindra Ahmad Riza Patria di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta dari Partai Gerindra Ahmad Riza Patria akan berkeliling ke fraksi-fraksi di DPRD DKI Jakarta, pekan depan.

Tujuannya untuk menggalang suara agar dia dipilih sebagai wakil gubernur pengganti Sandiaga Uno oleh anggota DPRD DKI.

"Mulai Senin, Selasa, nanti kami akan keliling, tentu dalam rangka silaturahmi," ujar Riza di kawasan Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2020).

Riza berujar, silaturahmi ke fraksi-fraksi di DPRD DKI Jakarta juga bertujuan untuk menumbuhkan hubungan baik antara eksekutif dan legislatif, jika nantinya dia dipilih sebagai wagub DKI Jakarta.

Baca juga: Riza Patria Siap Jalani Uji Kelayakan untuk Jadi Wagub DKI

"Silaturahmi itu kan perkenalan, dialog, diskusi seperti ini, supaya lebih dekat, lebih akrab, supaya ke depan hubungan bisa lebih baik bersinergi antara provinsi dan DPRD DKI," kata Riza.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra Mohamad Taufik akan mendampingi Riza berkeliling ke fraksi-fraksi. Taufik berharap, safari yang dilakukan Riza akan membuahkan hasil dengan Riza dipilih sebagai wagub.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"A Riza harus siapkan dua hari, dari pagi sampai sore, keliling fraksi-fraksi untuk memperkenalkan sekaligus melakukan komunikasi, dan mudah-mudahan garis tangannya ke A Riza," ucap Taufik.

Sebelum Riza bersafari, rivalnya, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nurmansjah Lubis, sudah lebih dulu berkeliling ke fraksi-fraksi DPRD DKI pada pekan ini.

Tujuannya sama, yakni menggalang dukungan dalam pemilihan wagub DKI.

Ketentuan soal mekanisme pengisian kekosongan jabatan wagub diatur dalam Pasal 176 Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinas LH Kembali Segel Saluran Limbah Pabrik Pencemar Parasetamol di Teluk Jakarta

Dinas LH Kembali Segel Saluran Limbah Pabrik Pencemar Parasetamol di Teluk Jakarta

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kota Tangerang 94 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kota Tangerang 94 Persen

Megapolitan
Keputusan Gubernur Banten: UMK 2022 Kota Tangerang Rp 4.285.798, Kota Tangsel Rp 4.280.214

Keputusan Gubernur Banten: UMK 2022 Kota Tangerang Rp 4.285.798, Kota Tangsel Rp 4.280.214

Megapolitan
Curhat Orangtua Murid SMPN 2 Depok Izinkan Anak Ikut PTM Terbatas

Curhat Orangtua Murid SMPN 2 Depok Izinkan Anak Ikut PTM Terbatas

Megapolitan
Korban Pelecehan Seksual KPI Harap Polres Jakpus Segera Rampungkan Penyelidikan

Korban Pelecehan Seksual KPI Harap Polres Jakpus Segera Rampungkan Penyelidikan

Megapolitan
Cerita Guru SMPN 2 Depok Senang PTM Terbatas

Cerita Guru SMPN 2 Depok Senang PTM Terbatas

Megapolitan
Satu Mahasiswi Meninggal, UPN Veteran Jakarta Sebut Pembaretan Menwa Tak Berizin

Satu Mahasiswi Meninggal, UPN Veteran Jakarta Sebut Pembaretan Menwa Tak Berizin

Megapolitan
6 Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Pengeroyokan, Polisi Cari Pelaku Lain

6 Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Pengeroyokan, Polisi Cari Pelaku Lain

Megapolitan
Mulai Rabu, Warga Belum Vaksinasi Covid-19 Dilarang Masuk Pasar Anyar Bogor

Mulai Rabu, Warga Belum Vaksinasi Covid-19 Dilarang Masuk Pasar Anyar Bogor

Megapolitan
Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Diserahkan ke Keluarga

Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Diserahkan ke Keluarga

Megapolitan
Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Megapolitan
Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Megapolitan
Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Megapolitan
Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.