Naturalisasi di Jakarta dan Pemanfaatan Tepi Sungai yang Bernilai Estetis

Kompas.com - 02/02/2020, 18:23 WIB
Pengerjaan Naturalisasi KBB Shangrilla-Karet pada Jumat (31/1/2020). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAPengerjaan Naturalisasi KBB Shangrilla-Karet pada Jumat (31/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mulai melakukan naturalisasi sungai pada tahun 2020.

Kali ini, ada tiga sungai di tiga lokasi berbeda yang akan dinaturalisasi, yakni Kanal Banjir Barat (KBB) segmen Shangrilla-Karet, Kanal Banjir Barat segmen Sudirman-Manggarai, dan Kali Ciliwung Lama segmen Jalan Krapu.

Adapun, naturalisasi di KBB merupakan lanjutan pengerjaan naturalisasi pada tahun sebelumnya di depan Hotel Shangrilla, Jakarta Pusat.

 

LBaca juga: Pemprov DKI Sebut Naturalisasi Sungai untuk Memperindah dan Menampung Air Hujan Saat ini, naturalisasi di area tersebut sedang dalam tahap penyelesaian.

Kenapa harus dinaturalisasi?

Tujuannya naturalisasi pun masih sama, yaitu menata area sungai. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini Yusuf.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Naturalisasi sungai yang akan dikerjakan bertujuan untuk memperindah area sungai tersebut dan menampung air hujan.

Juaini mengatakan, Pemprov DKI tidak melebarkan sungai yang akan dinaturalisasi karena segmen sungai itu sudah lebar.

"Kan kalinya sudah lebar tuh kali banjir kanal, jadi ya ditata jadi naturalisasi gitu, supaya kembali ke alam nanti ditata," ujar Juaini saat dihubungi, Jumat (31/1/2020).

"(Tujuannya untuk) memperindah, menampung curahan hujan, jadi enggak langsung terbuang, ditampung di situ," lanjut dia.

Penampungan air hujan dilakukan dengan cara membangun sumur resapan berkapasitas besar.

Kedalaman sumur resapan itu mencapai tiga meter.

Baca juga: Tahun Ini, Pemprov DKI Naturalisasi 3 Sungai yang Sudah Lebar

Pembangunan sumur resapan itu sudah dilakukan di depan Hotel Shangrilla, Jakarta Pusat.

Butuh biaya berapa untuk membuatnya?

Anggaran untuk pengerjaan naturalisasi sungai di tiga lokasi tersebut telah dianggarkan dalam APBD DKI Jakarta tahun 2020..

Pemprov DKI telah menyiapkan anggaran Rp 287,9 miliar untuk pembangunan pengendalian banjir melalui pengerjaan naturalisasi kali/sungai, waduk/situ/embung, dan kelengkapannya.

Juani mengungkapkan, naturalisasi sungai tahun ini akan mulai dilakukan setelah Pemprov DKI mendapatkan pemenang tender proyek. Pasalnya, saat ini proyek naturalisasi masih dalam proses lelang.

"Sebelum akhir tahun kami usahakan sudah selesai," ucap Juaini.

Baca juga: Pemprov DKI Klaim Sudah Naturalisasi Sungai di 5 Titik

Penampakan Pengerjaan Naturalisasi di Jakarta

Pengerjaan Naturalisasi KBB Shangrilla-Karet pada Jumat (31/1/2020).KOMPAS.com/CYNTHIA LOVA Pengerjaan Naturalisasi KBB Shangrilla-Karet pada Jumat (31/1/2020).

Kompas.com mencoba melihat secara langsung area KBB di Shangrilla-Karet yang tengah dinaturalisasi pada Jumat (31/1/2020) malam.

Kawasan itu memang tampak ada pengerjaan taman pada bagian kiri dan kanan kali. Padahal, dulunya wilayah itu berupa rerumputan dan tanah.

Namun, saat ini sudah dibangun taman yang dilengkapi dengan guiding block.

Tepat di samping Stasiun Sudirman KA Bandara BNI City, taman selebar 8 meter dan panjang 300 meter dari kali telah dibangun.

Pengerjaan taman itu tampak setengah rampung. Ada tangga-tangga selebar 4 meter yang dibangun ke bawah untuk memudahkan masyarakat berjalan.

Di samping tangga itu juga dibuat wadah tanaman atau pepohonan yang dibuat dengan konsep tangga.

Kompas.com kembali menyusuri proyek pengerjaan taman itu. Lalu, terlihat kerangka besi seperti terowongan terbuka.

Menurut pekerja taman itu, nantinya akan ditanami tanaman-tanaman gantung pada besi-besi itu.

Baca juga: Menengok Naturalisasi Sungai di KBB Shangrilla-Karet

Sementara ketika Kompas.com menyusuri lebih jauh, ada rumput-rumput yang diletakkan dalam beberapa wadah.

Di depan wadah rumput itu juga dilengkapi tempat duduk yang terbuat dari olahan semen. Nantinya tempat duduk itu bisa digunakan masyarakat untuk bersantai.

Salah satu koordinator lapangan pengerjaan taman, Kipli (34) mengatakan, proses pengerjaan taman ini sudah dikerjakan sejak tiga bulan lalu.

"Iya ini ada penataan kali. Akan dibuat taman memanjang menyusuri kali," kata Kipli di lokasi.

Kipli mengatakan, pengerjaan taman itu awalnya ditargetkan rampung pada 31 Januari 2020.

Namun, hujan yang mengguyur Jakarta dalam sepekan terakhir telah membuat target penyelesaian pembangunan taman molor.

"Palingan semingguan ke depan deh nih baru selesai," tutur dia. 



Video Rekomendasi

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayi 10 Bulan Jadi Manusia Silver di Pamulang, Ibunya Dibawa ke Dinsos Tangsel

Bayi 10 Bulan Jadi Manusia Silver di Pamulang, Ibunya Dibawa ke Dinsos Tangsel

Megapolitan
Satu Pelaku Ditangkap, Ranjau Paku Masih Bertebaran di Jalan Gatot Soebroto dan Jalan MT Haryono

Satu Pelaku Ditangkap, Ranjau Paku Masih Bertebaran di Jalan Gatot Soebroto dan Jalan MT Haryono

Megapolitan
Dinkes DKI: 15 Persen Remaja Belum Vaksin Covid-19 karena Terhalang Izin Orangtua

Dinkes DKI: 15 Persen Remaja Belum Vaksin Covid-19 karena Terhalang Izin Orangtua

Megapolitan
BPBD: Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta pada 26-27 September

BPBD: Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta pada 26-27 September

Megapolitan
BPBD DKI Gunakan Karakter dan Alur Cerita Mirip Anime Tokyo Revengers untuk Konten Medsos

BPBD DKI Gunakan Karakter dan Alur Cerita Mirip Anime Tokyo Revengers untuk Konten Medsos

Megapolitan
Begini Progres Pembangunan 4 Rusunawa di Jakarta, Sudah Setengah Jadi

Begini Progres Pembangunan 4 Rusunawa di Jakarta, Sudah Setengah Jadi

Megapolitan
UPDATE 25 September: Ada 100 Pasien Covid-19 yang Masih Dirawat di Kota Tangerang

UPDATE 25 September: Ada 100 Pasien Covid-19 yang Masih Dirawat di Kota Tangerang

Megapolitan
Masih Ada 605 Kasus Aktif Covid-19 di Depok Saat Ini

Masih Ada 605 Kasus Aktif Covid-19 di Depok Saat Ini

Megapolitan
[Hak Jawab] Alvin Lim Klarifikasi Tuduhan Penculikan Anak dan Pencurian Ponsel

[Hak Jawab] Alvin Lim Klarifikasi Tuduhan Penculikan Anak dan Pencurian Ponsel

Megapolitan
2 Mayat Ditemukan dalam Rumah di Sukmajaya Depok, Polisi Sebut Nihil Tanda Kekerasan

2 Mayat Ditemukan dalam Rumah di Sukmajaya Depok, Polisi Sebut Nihil Tanda Kekerasan

Megapolitan
Ganjil-genap Margonda Depok, Dishub Berencana Sekat Kendaraan di 3 Titik Ini

Ganjil-genap Margonda Depok, Dishub Berencana Sekat Kendaraan di 3 Titik Ini

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Pungli terhadap PKL di Puri Beta Ciledug

Polisi Selidiki Dugaan Pungli terhadap PKL di Puri Beta Ciledug

Megapolitan
PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim Tolak Disebut Dipecat, Pengacara: Yang Benar Diberhentikan Tak Hormat

PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim Tolak Disebut Dipecat, Pengacara: Yang Benar Diberhentikan Tak Hormat

Megapolitan
Foto Viral Bayi Dicat Silver di Pamulang, Satpol PP Bakal Bertindak

Foto Viral Bayi Dicat Silver di Pamulang, Satpol PP Bakal Bertindak

Megapolitan
266 Pemotor yang Gunakan Knalpot Bising Ditindak Polisi Saat Crowd Free Night Semalam

266 Pemotor yang Gunakan Knalpot Bising Ditindak Polisi Saat Crowd Free Night Semalam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.