Sosialisasi Tilang Elektronik, Polisi Bawa Spanduk dan Bagikan Brosur di Simpang Sarinah

Kompas.com - 03/02/2020, 08:46 WIB
Sosialisasi penerapan ETLE oleh Ditlantas Polda Metro Jaya di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGISosialisasi penerapan ETLE oleh Ditlantas Polda Metro Jaya di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyosialisasikan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk kendaraan roda dua atau motor.

Sosialisasi ini salah satunya dilakukan di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, pada Senin (3/2/2020) hari ini.

Petugas membawa spanduk yang bertuliskan "Ayo Tertib Berlalu Lintas, Anda Memasuki Kawasan ETLE".


Di spanduk tersebut juga tertulis pelanggaran apa saja yang terekam oleh kamera ETLE dan yang akan ditindak.

Baca juga: Tilang Elektronik Motor Mulai Hari ini, Kenali Jenis Pelanggaran hingga Biaya Dendanya

Selain spanduk, petugas juga membawa papan dan brosur serta buku tentang tilang ETLE.

Mereka berkeliling ke motor-motor yang sedang berhenti di lampu merah untuk memberitahukan satu per satu.

"Jadi nanti pelanggaran yang biasanya akan langsung ditindak oleh petugas bisa terekam melalui ETLE," ucap salah satu petugas kepada pengendara.

"Sesudah itu bukti pelanggaran akan tercetak dan dikirim ke rumah," lanjutnya.

Mayoritas pengendara menyimak sosialisasi tersebut dan mengambil brosur yang diberikan petugas.

Diketahui, penerapan aturan tersebut telah resmi diberlakukan mulai Sabtu (1/2/2020) hari ini.

Baca juga: Ini Sanksi dan Denda untuk Pengendara Motor yang Kena Tilang Elektronik

Sistem tilang elektronik ini merupakan tambahan dari penerapan sebelumnya yang hanya untuk kendaraan roda empat atau lainnya.

Dirlantas Polda Mrtro Jaya Kombes Pol Yusuf mengatakan, ada empat jenis pelanggar yang bakal tertangkap kamera ETLE.

Empat jenis pelanggarannya yakni penggunaan ponsel, penggunaan helm, menerobos traffic light, dan melanggar marka jalan.

"Mereka (pengendara motor) yang menyetir sambil menelepon atau mengetik di layar ponsel kena (tilang ETLE)," kata Yusuf di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020) lalu.

Untuk saat ini sistem ETLE untuk pengendara sepeda motor fokus pada penindakan tiga pelanggaran, yakni penggunaan helm, menerobos traffic light, dan melanggar marka jalan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Terjunkan 2.000 Personel Gabungan Amankan Aksi 212 di Monas

Polisi Terjunkan 2.000 Personel Gabungan Amankan Aksi 212 di Monas

Megapolitan
Ini Tahapan Cara Balik Nama Sertifikat Rumah

Ini Tahapan Cara Balik Nama Sertifikat Rumah

Megapolitan
Polisi: Aulia Farhan Konsumsi Narkoba karena Ikut-ikutan Teman

Polisi: Aulia Farhan Konsumsi Narkoba karena Ikut-ikutan Teman

Megapolitan
Eks Calon Independen: Butuh Usaha Luar Biasa Rebut Kekuasaan Wajah Lama di Depok

Eks Calon Independen: Butuh Usaha Luar Biasa Rebut Kekuasaan Wajah Lama di Depok

Megapolitan
Eks Calon Independen: Depok Butuh Sosok Kejutan untuk Dongkrak Partisipasi Politik

Eks Calon Independen: Depok Butuh Sosok Kejutan untuk Dongkrak Partisipasi Politik

Megapolitan
Hingga Jumat Pagi, Ini 19 RW di Jakarta yang Masih Terendam Banjir

Hingga Jumat Pagi, Ini 19 RW di Jakarta yang Masih Terendam Banjir

Megapolitan
Kunjungi Bayi yang Ditolong Polantas, Dirlantas PMJ Senang Namanya Dipakai Orangtua Bayi

Kunjungi Bayi yang Ditolong Polantas, Dirlantas PMJ Senang Namanya Dipakai Orangtua Bayi

Megapolitan
Himpun 69.000 KTP Warga Depok dalam 1,5 Bulan, Reza Zaki: Bisa Jadi Pertimbangan Parpol

Himpun 69.000 KTP Warga Depok dalam 1,5 Bulan, Reza Zaki: Bisa Jadi Pertimbangan Parpol

Megapolitan
Hari Peduli Sampah, Anies Minta Masyarakat Ubah Pola Pikir Tentang Sampah

Hari Peduli Sampah, Anies Minta Masyarakat Ubah Pola Pikir Tentang Sampah

Megapolitan
Banjir di Bidara Cina Surut, Pengungsi Kembali ke Rumah

Banjir di Bidara Cina Surut, Pengungsi Kembali ke Rumah

Megapolitan
Pengakuan Eksekutor Suami Aulia Kesuma, Dibayar Rp 2 Juta dan Bantah Membunuh

Pengakuan Eksekutor Suami Aulia Kesuma, Dibayar Rp 2 Juta dan Bantah Membunuh

Megapolitan
Jalan Cikunir Raya Ditutup hingga Oktober 2020, Ini Jalan Alternatifnya

Jalan Cikunir Raya Ditutup hingga Oktober 2020, Ini Jalan Alternatifnya

Megapolitan
Banjir di Cawang Akibat Luapan Kali Ciliwung Berangsur Surut

Banjir di Cawang Akibat Luapan Kali Ciliwung Berangsur Surut

Megapolitan
Utang Beli Sapi Tak Kunjung Dibayar, Pensiunan PNS di Depok Dicokok Polisi

Utang Beli Sapi Tak Kunjung Dibayar, Pensiunan PNS di Depok Dicokok Polisi

Megapolitan
Kasus Narkoba Menjerat Aulia Farhan 'Anak Jalanan', Positif Sabu dan Ekstasi

Kasus Narkoba Menjerat Aulia Farhan "Anak Jalanan", Positif Sabu dan Ekstasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X