Penghuni Lapas Cipinang Kendalikan Peredaran Sabu Cair dengan Kemasan Mainan Anak

Kompas.com - 03/02/2020, 14:46 WIB
Ilustrasi sabu ShutterstockIlustrasi sabu
|

JAKARTA,KOMPAS.com - Kanit 5 Subdit III Ditnarkoba Polda Metro Jaya Kompol Budi Setiadi mengatakan, aktor utama yang menggerakkan peredaran sabu cair lewat kemasan mainan anak-anak merupakan seorang narapidana.

Narapidana penghuni LP Cipinang, Jakarta Timur itu bernama Aliong.

Berkait dugaan tersebut, Aliong diagendakan untuk diperiksa Ditnarkoba Polda Metro Jaya pada hari ini guna pengembangan kasus peredaran narkoba.

"Kami mau ke LP, kami akan periksa Aliong karena dia yang tahu bagaimana pengemasan narkoba dan sebagainya," kata Budi di Mapolda Metro Jaya, Senin (3/2/2020).

Sebelumnya, polisi menangkap tiga pelaku berinisial I, E dan R lantaran terlibat dalam penyeludupan sabu cair yang dimasukkan ke dalam mainan anak-anak.

Baca juga: Polisi Bongkar Kasus Peredaran Sabu Cair Lewat Mainan Anak-anak

Sabu cari tersebut dikemas dalam mainan anak-anak untuk mengelabui petugas dalam proses peredarannya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus menjelaskan awal mula pengungkapan kasus tersebut.

"Berawal hari Rabu tanggal 29 Januari, kami dapat informasi dari teman-teman Bea Cukai bahwa akan ada pengiriman paket control delivery dari Malaysia ke satu kantor pos di Cianjur," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya.

Berdasarkan informasi tersebut, Ditnarkoba Polda Metro Jaya pun melakukan pencarian untuk menindaklanjuti laporan.

Alhasil, pihak Bea Cukai dan polisi mengamankan paket mencurigakan di salah satu kantor pos di kawasan Cianjur.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jika New Normal Berlaku, Taman Margasatwa Ragunan Terapkan Pembelian Tiket Online

Jika New Normal Berlaku, Taman Margasatwa Ragunan Terapkan Pembelian Tiket Online

Megapolitan
Pemohon SIM di Jaktim Membeludak, tapi DIbatasi Hanya 200 Orang per Hari

Pemohon SIM di Jaktim Membeludak, tapi DIbatasi Hanya 200 Orang per Hari

Megapolitan
Orangtua Siswa di Kota Tangerang Khawatir jika Sekolah Kembali Dibuka

Orangtua Siswa di Kota Tangerang Khawatir jika Sekolah Kembali Dibuka

Megapolitan
Protokol Kesehatan Kemenkes: Karyawan Diminta Olahraga Bersama dan Berjemur Saat Istirahat Kerja di Kantor

Protokol Kesehatan Kemenkes: Karyawan Diminta Olahraga Bersama dan Berjemur Saat Istirahat Kerja di Kantor

Megapolitan
Jelang Akhir PSBB Jakarta Jilid 3, Tercatat Ada 4.493 Pelanggar di Jakarta Timur

Jelang Akhir PSBB Jakarta Jilid 3, Tercatat Ada 4.493 Pelanggar di Jakarta Timur

Megapolitan
Sidang Tuntutan Aulia Kesuma, Istri Pembunuh Suami dan Anak Tiri Berlangsung Hari Ini

Sidang Tuntutan Aulia Kesuma, Istri Pembunuh Suami dan Anak Tiri Berlangsung Hari Ini

Megapolitan
PSBB Depok Bisa Berakhir 4 Juni, Jika...

PSBB Depok Bisa Berakhir 4 Juni, Jika...

Megapolitan
Bersiap Hadapi New Normal, Taman Margasatwa Ragunan Siapkan Keset dengan Disinfektan

Bersiap Hadapi New Normal, Taman Margasatwa Ragunan Siapkan Keset dengan Disinfektan

Megapolitan
Wali Kota Depok Minta Warga Ibadah di Rumah agar PSBB Tak Diperpanjang

Wali Kota Depok Minta Warga Ibadah di Rumah agar PSBB Tak Diperpanjang

Megapolitan
Masjid Istiqlal Masih Persiapkan Protokol Kesehatan untuk New Normal

Masjid Istiqlal Masih Persiapkan Protokol Kesehatan untuk New Normal

Megapolitan
Garuda Indonesia PHK Sejumlah Pilot

Garuda Indonesia PHK Sejumlah Pilot

Megapolitan
Jelang Akhir PSBB Jilid 3 Jakarta, Ada 998 Pasien Positif Covid-19 di Jakut

Jelang Akhir PSBB Jilid 3 Jakarta, Ada 998 Pasien Positif Covid-19 di Jakut

Megapolitan
Depok Terapkan PSBB Level RW jika Penularan Covid-19 Terus Berkurang

Depok Terapkan PSBB Level RW jika Penularan Covid-19 Terus Berkurang

Megapolitan
Saat 'New Normal', TM Ragunan Batasi Pengunjung 5.000 per Hari

Saat "New Normal", TM Ragunan Batasi Pengunjung 5.000 per Hari

Megapolitan
PSBB Berakhir 4 Juni, Masjid Istiqlal Belum Pastikan Kapan Dibuka untuk Umum

PSBB Berakhir 4 Juni, Masjid Istiqlal Belum Pastikan Kapan Dibuka untuk Umum

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X