Antisipasi Virus Corona, Dinkes Kota Bogor Beri Perhatian Cap Go Meh

Kompas.com - 03/02/2020, 17:18 WIB
Warga keturunan etnis China berdoa merayakan tahun baru Imlek 2570 di Wihara Avalokitesvara, Jakarta, Selasa (5/2/2019). Perayaan Imlek akan berlangsung selama 15 hari dan ditutup dengan Cap Go Meh. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga keturunan etnis China berdoa merayakan tahun baru Imlek 2570 di Wihara Avalokitesvara, Jakarta, Selasa (5/2/2019). Perayaan Imlek akan berlangsung selama 15 hari dan ditutup dengan Cap Go Meh.

BOGOR, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor memberikan perhatian khusus terhadap penyelenggaraan acara Bogor Street Festival Cap Go Meh (CGM).

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi masuknya virus corona ke Kota Bogor.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Rubaeah mengatakan, banyak tamu maupun wisatawan mancanegara yang akan hadir dalam agenda tahunan tersebut.

Oleh sebab itu, kata Rubaeah, pihaknya akan melakukan screening terhadap masyarakat yang datang dari luar Kota Bogor.

"Kami akan warning berkaitan dengan adanya beberapa event seperti Cap Go Meh yang menghadirkan atau mengundang tamu atau wisatawan mancanegara dari luar negeri. Kalau ada masyarakat yang masuk dari luar Kota Bogor kita akan screening," ungkap Rubaeah, Kamis (30/1/2020).

Baca juga: Pesta Rakyat Cap Go Meh Bogor Street Festival 2020 Bakal Spesial

Selain itu, sambung Rubaeah, perhatian khusus juga akan diberikan terhadap sekolah-sekolah yang memiliki kurikulum berbasis Internasional.

"Kita juga memberikan perhatian kepada sekolah-sekolah internasional yang biasanya ada studi tour ke luar negeri. Apalagi sekarang ini habis liburan nih, banyak juga sekolah yang liburan keluar negeri. Kita juga akan periksa untuk anggota keluarganya," ucapnya.

Lebih lanjut, sejauh ini belum ada rumah sakit di Kota Bogor yang memiliki fasilitas ruang isolasi khusus untuk pasien yang terinfeksi virus corona.

Baca juga: Mengapa Lontong Cap Go Meh Hanya Ditemui di Indonesia?

Sebagai langkah antisipasinya, kata dia, jika ada pasien yang terkena virus corona akan dirujuk ke rumah sakit lain yang memiliki fasilitas tersebut.

"Seperti RSUD Kota Bogor, hingga saat ini belum menyediakan fasilitas ruang isolasi khusus pasien pengidap virus berbahaya semacam corona, flu burung, sars. Kalaupun ada kasus, biasanya kita rujuk ke RSPI Sulianti Saroso, Jakarta," tutur dia.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan, termasuk mewaspadai masuknya virus corona ke Kota Bogor.

"Masyarakat harus menjaga pola kesehatannya," pungkas dia.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengiriman 404 Kg Ganja dari Aceh Dikendalikan Napi

Pengiriman 404 Kg Ganja dari Aceh Dikendalikan Napi

Megapolitan
Rektor UMJ Positif Covid-19, Penerimaan Mahasiswa Baru Tetap Berjalan

Rektor UMJ Positif Covid-19, Penerimaan Mahasiswa Baru Tetap Berjalan

Megapolitan
Truk Asal Aceh yang Dihentikan BNN di Bekasi Total Bawa 404 Kg Ganja

Truk Asal Aceh yang Dihentikan BNN di Bekasi Total Bawa 404 Kg Ganja

Megapolitan
Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Positif Covid-19, Kampus UMJ Ditutup

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Positif Covid-19, Kampus UMJ Ditutup

Megapolitan
Sakit, Hadi Pranoto Tak Penuhi Panggilan Polisi Terkait Wawancara dengan Anji

Sakit, Hadi Pranoto Tak Penuhi Panggilan Polisi Terkait Wawancara dengan Anji

Megapolitan
Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Positif Covid-19, Kondisinya Membaik

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Positif Covid-19, Kondisinya Membaik

Megapolitan
Cerita Jurnalis Foto, Kerja Berdampingan dengan Covid-19...

Cerita Jurnalis Foto, Kerja Berdampingan dengan Covid-19...

Megapolitan
Pemkot: Klaster Covid-19 Rumah Tangga Bermunculan di Depok

Pemkot: Klaster Covid-19 Rumah Tangga Bermunculan di Depok

Megapolitan
Pegawai Puskesmas di Bogor yang Positif Covid-19 Kini 30 Orang

Pegawai Puskesmas di Bogor yang Positif Covid-19 Kini 30 Orang

Megapolitan
Hasil Rapid Test, 1.355 Karyawan Mal Aeon BSD Non-reaktif Covid-19

Hasil Rapid Test, 1.355 Karyawan Mal Aeon BSD Non-reaktif Covid-19

Megapolitan
Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Pengusaha Taiwan, Pelaku Rencanakan di 4 Lokasi

Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Pengusaha Taiwan, Pelaku Rencanakan di 4 Lokasi

Megapolitan
Mal Aeon BSD Kembali Beroperasi Usai Ditutup Sepekan karena Kasus Covid-19

Mal Aeon BSD Kembali Beroperasi Usai Ditutup Sepekan karena Kasus Covid-19

Megapolitan
PSBB Transisi Dinilai Memperburuk Pandemi Covid-19, Warga: Kembali ke Awal Saja

PSBB Transisi Dinilai Memperburuk Pandemi Covid-19, Warga: Kembali ke Awal Saja

Megapolitan
4 Pedagang Positif Covid-19, Pujasera Blok S Ditutup hingga Sabtu

4 Pedagang Positif Covid-19, Pujasera Blok S Ditutup hingga Sabtu

Megapolitan
Persiapan Paskibraka Upacara HUT RI di Jakarta Utara, Mulai Pembagian Tim hingga Rapid Test

Persiapan Paskibraka Upacara HUT RI di Jakarta Utara, Mulai Pembagian Tim hingga Rapid Test

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X