DKI Kaji Rute Alternatif LRT Pulogadung-Kebayoran Lama yang Sempat Berimpitan dengan MRT

Kompas.com - 05/02/2020, 12:29 WIB
Antrean pengguna transportasi massal lintas rel terpadu atau light rail transit (LRT) Jakarta rute Velodrome-Kelapa Gading mulai beroperasi secara komersial di Stasiun LRT Velodrome, Jakarta Timur, Minggu (1/12/2019). Kebanyakan masyarakat mengajak anak mereka untuk mencoba transportasi yang baru dioperasikan tersebut. KOMPAS.com/M ZAENUDDINAntrean pengguna transportasi massal lintas rel terpadu atau light rail transit (LRT) Jakarta rute Velodrome-Kelapa Gading mulai beroperasi secara komersial di Stasiun LRT Velodrome, Jakarta Timur, Minggu (1/12/2019). Kebanyakan masyarakat mengajak anak mereka untuk mencoba transportasi yang baru dioperasikan tersebut.
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemprov DKI Jakarta akan mengkaji trase atau rute alternatif moda light rail transit (LRT) Jakarta koridor Pulogadung-Kebayoran Lama.

Sebab, rencana trase LRT koridor dua itu berimpitan dengan trase moda mass rapid transit (MRT) koridor timur-barat (Cikarang-Ujung Menteng-Kalideres-Balaraja).

Pemprov DKI akan mengkaji rute alternatif moda tersebut setelah Kementerian Perhubungan meminta perubahan trase, mengikuti trase MRT koridor timur-barat.

"Begitu ada informasi dari Kementerian untuk dicari rute atau alternatif lain, itu yang sedang kami kaji," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Baca juga: Proyek LRT Pulogadung-Kebayoran Lama, Berimpitan dengan MRT hingga Harus Ubah Rute

Syafrin menuturkan, rencana trase LRT Pulogadung-Kebayoran Lama berimpitan sepanjang 14 kilometer dengan MRT koridor timur-barat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Impitan dimulai dari Jalan Perintis Kemerdekaan di Pulogadung sampai ke Jalan KS Tubun di Tanah Abang.

"Kami memang mengusulkan Pulogadung dan ada impitan dengan MRT sepanjang 14 kilometer," kata Syafrin.

Kementerian Perhubungan sebelumnya meminta Pemprov DKI Jakarta mengubah rencana trase LRT koridor Pulogadung-Kebayoran Lama yang berimpitan dengan trase MRT koridor timur-barat.

Kedua moda transportasi tersebut rencananya sama-sama melewati Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Letjend Suprapto, Tugu Tani, Jalan Kebon Sirih, dan Jalan KS Tubun.

Baca juga: Ikuti Kemenhub, Pemprov DKI Akan Ubah Rute LRT Pulogadung-Kebayoran Lama

"Menyesuaikan dengan trasenya MRT, bukan menyetop loh ya, diminta untuk menyesuaikan," ujar Direktur Prasarana Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Heru Wisnu Wibowo, kemarin.

Heru menjelaskan, studi kelayakan atau feasibility study (FS) trase MRT koridor timur-barat sudah selesai sejak 2013.

Trase MRT koridor itu juga sudah tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ).

Pembangunan MRT juga masuk ke dalam proyek strategis nasional (PSN). Karena itulah, rencana trase LRT Pulogadung-Kebayoran Lama yang harus menyesuaikan trase MRT koridor timur-barat.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menyatakan Pemprov DKI siap mengubah rencana trase LRT koridor Pulogadung-Kebayoran Lama, mengikuti arahan Kemenhub.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Tambah 663 Kasus Covid-19 di Kota Bekasi, 1.378 Pasien Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 663 Kasus Covid-19 di Kota Bekasi, 1.378 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 303 Kasus Covid-19 di Depok, 5 Pasien Meninggal

UPDATE: Tambah 303 Kasus Covid-19 di Depok, 5 Pasien Meninggal

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Kamis: Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Kamis: Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan

Megapolitan
Pabrik Percetakan di Kawasan Industri Pulogadung Terbakar

Pabrik Percetakan di Kawasan Industri Pulogadung Terbakar

Megapolitan
Kebanjiran Saat Isolasi Mandiri, Pasutri Pasien Covid-19 di Bekasi Dievakuasi

Kebanjiran Saat Isolasi Mandiri, Pasutri Pasien Covid-19 di Bekasi Dievakuasi

Megapolitan
Gandeng Ritase, PT APSD Bakal Digitalisasi Pengelolaan Gudang di Bandara

Gandeng Ritase, PT APSD Bakal Digitalisasi Pengelolaan Gudang di Bandara

Megapolitan
Kapolri Setuju Jalur Sepeda Dibongkar, Komunitas Bike to Work Merespons

Kapolri Setuju Jalur Sepeda Dibongkar, Komunitas Bike to Work Merespons

Megapolitan
ISSI DKI Minta Pembongkaran Jalur Sepeda Permanen Dipertimbangkan

ISSI DKI Minta Pembongkaran Jalur Sepeda Permanen Dipertimbangkan

Megapolitan
Andi Arief Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Ancaman di Media Sosial

Andi Arief Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Ancaman di Media Sosial

Megapolitan
Lurah Ciganjur Positif Covid-19, Kantor Kelurahan Ditutup 2 Hari

Lurah Ciganjur Positif Covid-19, Kantor Kelurahan Ditutup 2 Hari

Megapolitan
Plt Wali Kota Jaksel Sebut TNI AU Tawarkan Lakespra Dr Saryato sebagai Tempat Isoman

Plt Wali Kota Jaksel Sebut TNI AU Tawarkan Lakespra Dr Saryato sebagai Tempat Isoman

Megapolitan
Antisipasi Graha Wisata Ragunan Penuh, Pemkot Jaksel Siapkan Rusun Pasar Rumput

Antisipasi Graha Wisata Ragunan Penuh, Pemkot Jaksel Siapkan Rusun Pasar Rumput

Megapolitan
PPDB SD di Kota Tangerang Jalur Zonasi Dibuka, Posko bagi Orangtua yang Gaktek Disiapkan

PPDB SD di Kota Tangerang Jalur Zonasi Dibuka, Posko bagi Orangtua yang Gaktek Disiapkan

Megapolitan
Kasus Covid-19 Naik 159 Persen, Pemkot Tangerang Minta Kapasitas RS Ditambah

Kasus Covid-19 Naik 159 Persen, Pemkot Tangerang Minta Kapasitas RS Ditambah

Megapolitan
Update 16 Juni: Bertambah 9, Kini Ada 388 Pasien Covid-19 yang Masih Dirawat di Tangsel

Update 16 Juni: Bertambah 9, Kini Ada 388 Pasien Covid-19 yang Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X