Lapangan Singa, Cikal Bakal Nama Lapangan Banteng di Jakarta Pusat

Kompas.com - 05/02/2020, 16:47 WIB
Pertunjukan air mancur menari di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/8/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARIPertunjukan air mancur menari di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/8/2018).


JAKARTA, KOMPAS.com - Lapangan Banteng yang berada di Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat sudah menjadi salah satu tempat wisata bagi warga Ibu Kota.

Di taman tersebut, kita bisa menghabiskan waktu bersama keluarga untuk berolah raga, berswafoto karena banyak tempat yang menarik, menonton pertunjukan air mancur dan membawa buah hati ke area bermain anak.

Benar-benar jadi lokasi wisata yang nyaman di tengah jantung Ibu Kota.

Baca juga: Sejarah Pasar Senen, Dahulu Hanya Buka di Hari Senin

Namun tahukah anda sejarah dari nama Lapangan Banteng? Apakah benar dahulunya terdapat banyak binatang banteng di sana?

Seperti dikutip dari buku “Asal Usul Nama Tempat di Jakarta” yang ditulis Rachmat Ruchiat, tempat tersebut awalnya diberi nama Lapangan Singa di zaman kolonial Belanda.

“Lapangan tersebut dikenal dengan nama Lapangan Singa karena di tengahnya terpancang tugu peringatan kemenangan perang di Waterloo dengan patung singa di atasnya,” kutip buku tersebut.

Sehabis masa pemerintahan Belanda, Jepang mulai masuk dan merobohkan patung tersebut.

Belakangan setelah Jepang angkat kaki dari Indonesia, nama Lapangan Singa diganti dengan Lapangan Banteng.

Baca juga: Ada yang Tahu Asal Muasal Nama Tanah Abang? Ini Sejarahnya

Selain karena Singa bukan hewan natural dari Indonesia, Banteng dianggap lebih melambangkan perjuangan dan nasionalisme bangsa.

Selain itu, besar kemungkinan jika kawasan tersebut dahulunya hutan belantara dan sempat dihuni kijang, macan hingga banteng.

“Pada waktu J.P Coen membangun kota Batavia di dekat muara Ci Liwung, lapangan tersebut dan daerah sekelilingnya masih berupa hutan belantara yang sebagian berpaya-paya (de Haan,1935;69),” kutip buku tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menolak Ditindak karena Tak Pakai Masker, Pria Ini Malah Minta Ditembak Polisi

Menolak Ditindak karena Tak Pakai Masker, Pria Ini Malah Minta Ditembak Polisi

Megapolitan
Sudah Ditetapkan KPU, Tiga Paslon Pilkada Tangsel Baru Boleh Kampanye 26 September

Sudah Ditetapkan KPU, Tiga Paslon Pilkada Tangsel Baru Boleh Kampanye 26 September

Megapolitan
Satpol PP Jakbar Sebut Banyak Ojol Tak Jalankan Sanksi PSBB dengan Alasan Antar Pesanan

Satpol PP Jakbar Sebut Banyak Ojol Tak Jalankan Sanksi PSBB dengan Alasan Antar Pesanan

Megapolitan
Wagub DKI Jakarta: Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Naik, Tingkat Kematian Turun

Wagub DKI Jakarta: Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Naik, Tingkat Kematian Turun

Megapolitan
Polisi Tangkap 10 Tersangka Kasus Aborsi di Jakpus, Ini Peran Mereka

Polisi Tangkap 10 Tersangka Kasus Aborsi di Jakpus, Ini Peran Mereka

Megapolitan
Diduga Gangguan Jiwa, Seorang Pengemudi Diamankan Saat Operasi Yustisi

Diduga Gangguan Jiwa, Seorang Pengemudi Diamankan Saat Operasi Yustisi

Megapolitan
Seminggu Pengetatan PSBB, Uang Denda Pelanggar di Jakbar Mencapai Rp 43,5 Juta

Seminggu Pengetatan PSBB, Uang Denda Pelanggar di Jakbar Mencapai Rp 43,5 Juta

Megapolitan
Dinilai Aneh, Napi Kabur dari Lapas Tangerang Tanpa Bekas Tanah

Dinilai Aneh, Napi Kabur dari Lapas Tangerang Tanpa Bekas Tanah

Megapolitan
KPU Tetapkan Tiga Paslon dalam Pilkada Tangsel: Muhamad-Sara, Azizah-Ruhamaben, dan Benyamin-Pilar

KPU Tetapkan Tiga Paslon dalam Pilkada Tangsel: Muhamad-Sara, Azizah-Ruhamaben, dan Benyamin-Pilar

Megapolitan
Asap Hitam Tebal di Jalan Sawangan Depok, Warga Bakar Ranting Merembet ke Kabel

Asap Hitam Tebal di Jalan Sawangan Depok, Warga Bakar Ranting Merembet ke Kabel

Megapolitan
Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Bekasi, Hotel Ini Sudah Terapkan Protokol Kesehatan

Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Bekasi, Hotel Ini Sudah Terapkan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Kemenkumham Ingin Napi yang Kabur dari Lapas Tangerang Dieksekusi Mati jika Tertangkap

Kemenkumham Ingin Napi yang Kabur dari Lapas Tangerang Dieksekusi Mati jika Tertangkap

Megapolitan
Polisi Tangkap 10 Pelaku Praktik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat

Polisi Tangkap 10 Pelaku Praktik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat

Megapolitan
Wagub DKI Klaim Kepatuhan Perkantoran Terhadap Protokol Kesehatan Meningkat pada Pekan Pertama PSBB

Wagub DKI Klaim Kepatuhan Perkantoran Terhadap Protokol Kesehatan Meningkat pada Pekan Pertama PSBB

Megapolitan
Kakanwil Kemenkumham Sebut Tak Masuk Akal Napi Bikin Terowongan untuk Kabur dari Lapas Tangerang

Kakanwil Kemenkumham Sebut Tak Masuk Akal Napi Bikin Terowongan untuk Kabur dari Lapas Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X