Satpol PP Kewalahan Berantas Prostitusi di Kalibata City karena Pakai Aplikasi Online

Kompas.com - 06/02/2020, 10:48 WIB
Kepala Satpol PP Provinsi DKI Jakarta Arifin di traffic light Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (4/2/2020) malam KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARKepala Satpol PP Provinsi DKI Jakarta Arifin di traffic light Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (4/2/2020) malam

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta mengaku kewalahan memberantas praktik prostitusi yang kerap terjadi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Pasalnya, bisnis esek-esek itu dijalankan melalui sejumlah aplikasi daring.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin pun menyebut, pihaknya kesulitan mendeteksi bisnis mesum lantaran tak memiliki alat canggih untuk mendeteksinya.

Selain itu, transaksi antara pelanggan dan para pekerja seks biasanya juga dilakukan di luar apartemen Kalibata City.

Baca juga: Babak Baru Penyelidikan Kasus Prostitusi Anak di Kalibata City

Setelah keduanya sepakat, barulah apartemen tersebut dijadikan lokasi untuk berbuat mesum.

"Di Kalibata City itu sistemnya online, pemakainya datang ke situ nanti dijemput mucikari. Jadi (pengawasan) sebenarnya lebih banyak kepada pengelola yang ada di sana," kata Arifin, Kamis (6/2/2020).

Arifin pun mengaku, pihaknya kerap terkecoh dengan sistem transaksi lewat aplikasi daring ini.

Ia pun menyebut, Satpol PP DKI bakal menggandeng pihak kepolisian, khususnya Polres Metro Jakarta Selatan untuk membongkar bisnis lendir ini.

"Kami koordinasi dulu dengan Polres Jakarta Selatan, mereka yang punya alat untuk mendeteksi online," tuturnya.

Baca juga: Kamar Dikunci Pemilik, Polisi Gagal Geledah Lokasi Prostitusi Anak di Kalibata City

Untuk itu, Arifin mengatakan, saat ini pihaknya tak akan menambah personel untuk mengawasi bisnis esek-esek di apartemen Kalibata City lantaran transaksi yang mereka lakukan melalui aplikasi daring.

"Buat apa tambah personel? Orang dia (transaksinya) online kok. Lacaknya pakai IP lagi," ujarnya saat dikonfirmasi.

Seperti diketahui, praktik prostitusi kerap terjadi di apartemen Kalibata City, bukan kali ini saja bisnis esek-esek itu terbongkar.

Terbaru, pihak kepolisian berhasil membongkar bisnis prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur di apartemen Kalibata City. (DIONISIUS ARYA BIMA SUCI)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul "Satpol PP Kewalahan Berantas Prostitusi di Apartemen Kalibata City Karena Pakai Aplikasi Daring"

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X