Kompas.com - 06/02/2020, 21:24 WIB
Nur Laila (40), orangtua Musela Carentia, mahasiswi asal Bekasi yang sempat terisolir di Kota Wuhan China. Tribunjakarta.com/Yusuf BachtiarNur Laila (40), orangtua Musela Carentia, mahasiswi asal Bekasi yang sempat terisolir di Kota Wuhan China.

BEKASI, KOMPAS.com - Musela Carentia (19), mahasiswa asal Kabupaten Bekasi, merupakan satu dari 238 warga negara Indonesia (WNI) yang hingga kini masih dikarantina di Pulau Natuna usai dievakuasi dari Kota Wuhan, China.

Nur Laila (40), orangtua Musela, menceritakan pengalaman anaknya terkurung di kota yang terserang virus corona.

Caren sapaan akrab putrinya, kata Nur Laila, sempat kehabisan logistik makanan saat terisolir di Kota Wuhan.

"Anak saya sempat enggak makan seharian karena kehabisan makanan, jadi waktu itu dia belum siapin persediaan makanan," kata Nur Laila ketika dijumpai di kediamannya, Jalan H Jamil, Kampung Serang, Kabupaten Bekasi, Kamis, (6/2/2020).

Baca juga: 5 Kisah Mahasiswa Indonesia Keluar dari China, Pulang Sebelum Karantina hingga 3 Kali Ditolak Booking Tiket

Nur Laila berujar, ketika kebijakan isolasi Kota Wuhan baru diberlakukan otoritas China, saat itu Caren masih mengandalkan makanan jadi yang dijual di kantin kampus.

"Dia sempat bilang kantin kampus udah tutup, sampai enggak makan seharian waktu itu," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari situ, Nur Laila lalu memberitahukan putrinya agar menyiapkan persediaan logistik makanan berupa beras dan telur.

"Saya langsung bilang ke dia, 'Teteh (panggilan orangtua ke Caren) beli beras sama telur yang banyak biar kira-kira cukup dua minggu karena waktu itu belum tahu kapan dievakuasi kan," jelas dia.

Caren kemudian menuruti arahan ibunya, KBRI di China kala itu juga tidak bisa berbuat banyak. Anaknya kata Laila, sempat dikirimkan uang saku untuk membeli persediaan makanan.

"KBRI di sana enggak bisa kirim bantuan makanan, akhirnya anak saya dikasi uang saku, dia belikanlah stok makanan telur sama bawang itu dia beli buat makan," jelasnya.

Baca juga: Keluar dari China, Mahasiswa Indonesia Ceritakan Gentingnya Situasi di Wuhan

Halaman:
Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Terbaru Hotel untuk Isolasi Mandiri Berbayar di Jakarta

Daftar Terbaru Hotel untuk Isolasi Mandiri Berbayar di Jakarta

Megapolitan
RedDoorz Sayangkan Peristiwa yang Menimpa Hotelnya di Ampera Raya

RedDoorz Sayangkan Peristiwa yang Menimpa Hotelnya di Ampera Raya

Megapolitan
Perumahan Beverly Hills Jababeka Jadi Tempat Isolasi Pekerja Industri yang Positif Covid-19

Perumahan Beverly Hills Jababeka Jadi Tempat Isolasi Pekerja Industri yang Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 28 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19, 6 Pasien Meninggal

UPDATE 28 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19, 6 Pasien Meninggal

Megapolitan
Polisi: Tak Ditemukan Bukti Kuat Terkait Dugaan Kerumunan dan Praktik Prostitusi di RedDoorz Ampera Raya

Polisi: Tak Ditemukan Bukti Kuat Terkait Dugaan Kerumunan dan Praktik Prostitusi di RedDoorz Ampera Raya

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap di Tangsel Baru Tercapai 14 Persen dari Target 1 Juta Penduduk

Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap di Tangsel Baru Tercapai 14 Persen dari Target 1 Juta Penduduk

Megapolitan
UPDATE 28 Juli: Tambah 5.525 Kasus Covid-19 di Jakarta, 11.035 Pasien Sembuh

UPDATE 28 Juli: Tambah 5.525 Kasus Covid-19 di Jakarta, 11.035 Pasien Sembuh

Megapolitan
Penerima Bansos Kena Pungli, Mensos Risma: Kalau Urusan Itu Tak Selesai, Kapan Warga Sejahtera!

Penerima Bansos Kena Pungli, Mensos Risma: Kalau Urusan Itu Tak Selesai, Kapan Warga Sejahtera!

Megapolitan
Update 28 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 606

Update 28 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 606

Megapolitan
Pemkot Bogor Kejar Target Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 15.000 Orang per Hari

Pemkot Bogor Kejar Target Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 15.000 Orang per Hari

Megapolitan
Plasma Konvalesen Keruh, Sejumlah Penyintas Covid-19 di Kota Tangerang Gagal Jadi Donor

Plasma Konvalesen Keruh, Sejumlah Penyintas Covid-19 di Kota Tangerang Gagal Jadi Donor

Megapolitan
Kendaraan Dinas Terminal Pulogebang Disulap Jadi Angkutan Jenazah dan Pasien Covid-19

Kendaraan Dinas Terminal Pulogebang Disulap Jadi Angkutan Jenazah dan Pasien Covid-19

Megapolitan
Pemkot Bekasi Belum Bisa Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Siswa SMA, Ini Alasannya

Pemkot Bekasi Belum Bisa Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Siswa SMA, Ini Alasannya

Megapolitan
Tersisa 120.000 Dosis Vaksin Sinovac, Pemkot Bekasi Akan Gunakan untuk Vaksinasi Anak

Tersisa 120.000 Dosis Vaksin Sinovac, Pemkot Bekasi Akan Gunakan untuk Vaksinasi Anak

Megapolitan
Krematorium Cilincing Sudah Kremasi 75 Jenazah Pasien Covid-19

Krematorium Cilincing Sudah Kremasi 75 Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X