Wali Kota Tangerang: Kerugian Banjir Awal Tahun 2020 Capai Rp 1,3 Triliun

Kompas.com - 07/02/2020, 13:17 WIB
Banjir di Periuk Damai Kelurahan Periuk Kota Tangerang, Jumat (7/2/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOBanjir di Periuk Damai Kelurahan Periuk Kota Tangerang, Jumat (7/2/2020)

TANGERANG, KOMPAS.com - Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengatakan, kerugian materi pada bencana banjir awal tahun 2020 Januari lalu mencapai angka triliunan rupiah.

"Kerugian sampai Rp 1,5 triliun 13 kecamatan, 52 kelurahan," kata Arief saat konferensi pers di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (6/2/2020).

Dia mengatakan, penghitungan tersebut sangat detil hingga ikan peliharaan warga dan ayam ternak warga yang hanyut oleh arus banjir Januari lalu.

Baca juga: Genap Seminggu Kota Tangerang Kebanjiran, Air Masih Setinggi 150 Sentimeter

"Itu sampai ikan dan ayam berapa yang lolos," kata dia.

Arief mengatakan, untuk menangani dampak kerugian dan penanganan banjir, sesuai arahan Menteri Dalam Negeri, APBD bisa dimodifikasi untuk keperluan banjir.

"Arahan review APBD 2020 untuk banjir intensif, karena banjir ini kemungkinan sampai sampai Maret," kata Arief.

Terkait penanganan banjir sampai penghujung musim penghujan, Arief meminta bantuan pompa air ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar bisa mengantisipasi luapan sungai-sungai di kota Tangerang.

"Kita minta pinjam balai besar tambahan pompa," ucap Arief.

Adapun sebelumnya, banjir yang melanda wilayah Jabodetabek pada 1 Januari juga berdampak pada Kota Tangerang.

Selain Kota Tangerang, beberapa kabupaten kota dari tiga provinsi ikut direndam banjir.

Baca juga: Kondisi Pengungsi Banjir di Tangerang: Stres, Kehabisan Pakaian, dan Mulai Terserang Penyakit

Di antarnya Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi untuk wilayah Provinsi Jawa Barat. Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang sampai ke Lebak untuk Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta sendiri.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X