Diduga Hendak Tawuran, Polisi Amankan Pelajar SMP yang Bawa Celurit

Kompas.com - 07/02/2020, 13:26 WIB
Ilustrasi senjata tajam. Kompas.comIlustrasi senjata tajam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jajaran Unit Reskrim Polsek Pulogadung mengamankan seorang pelajar SMP berinisial ABH karena membawa senjata tajam yang diduga untuk tawuran, Kamis (6/2/2020) sore.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo mengatakan, awalnya polisi dari Polsek Pulogadung yang sedang berpatroli di Jalan Raya Bekasi Timur, Pulogadung, Jakarta Timur, melihat sekumpulan pelajar SMP sedang nongkrong di pinggir jalan.

Baca juga: Dua SMK di Depok Kerap Tawuran, Polisi Akan Panggil Kepala Sekolah

Kemudian, guna mengantisipasi aksi tawuran pelajar tersebut, polisi menggeledah satu persatu tas para pelajar.

"Sekumpulan anak sekolah yang sedang nongkrong kemudian kita periksa tas yang dibawa oleh pelajar satu persatu dan salah seorang pelajar berinisial ABH ini didalam tas yang dibawa kedapatan membawa senjata tajam berupa celurit," kata Hery dalam keterangannya, Jumat (7/2/2020).

Atas kejadian itu, polisi mengamankan ABH beserta barang bukti ke Mapolsek Pulogadung untuk jalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Pelajar tersebut berikut barang bukti berupa sebilah celurit diamankan dan dibawa ke Polsek Pulo gadung. Kita juga periksa teman-temannya dan hubungi sekolah mereka," ujar Hery.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Megapolitan
Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Megapolitan
Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Megapolitan
APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

Megapolitan
Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Megapolitan
Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Megapolitan
Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Megapolitan
Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Megapolitan
Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Megapolitan
Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Megapolitan
PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

Megapolitan
Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Megapolitan
Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Megapolitan
4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X