Pemkot Tangerang Perkirakan Banjir Periuk Damai Bisa Surut 3 Hari ke Depan

Kompas.com - 07/02/2020, 13:40 WIB
Seorang anak korban banjir mencari ikan di perumahan RW 08 Periuk Indah Kota Tangerang, Kamis (6/2/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOSeorang anak korban banjir mencari ikan di perumahan RW 08 Periuk Indah Kota Tangerang, Kamis (6/2/2020)

TANGERANG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang, Decky Priambodo mengatakan, banjir yang masih menggenang di perumahan Periuk Damai Kelurahan Periuk Kota Tangerang kemungkinan bisa surut dalam 2-3 hari ke depan.

"Ya mudah-mudahan dalam 2-3 hari kedepan sudah selesai," kata Decky saat ditemui di lokasi banjir di Periuk Damai Kota Tangerang, Jumat (7/2/2020).

Decky mengatakan, sebenarnya air di wilayah Periuk bisa lebih cepat surut.

Baca juga: Wali Kota Tangerang: Kerugian Banjir Awal Tahun 2020 Capai Rp 1,3 Triliun

Akan tetapi beberapa kendala seperti aliran listrik yang masih terputus menyebabkan pompa air di sekitar lokasi banjir tak menyala.

Akhirnya Pemkot mendatangkan pompa mobile dengan genset sebagai sumber listriknya.

"Mudah-mudahan kalau ini connect (pompa air mobile) jalan semua, lancar semua (penyedotan air banjir)," kata dia.

Selain itu, Decky mengatakan sudah mengerahkan truk tangki sebagai bentuk usaha Pemkot Tangerang mengurangi air banjir di wilayah Kecamatan Periuk tersebut.

Meskipun usaha penyedotan air dengan truk tangki berkapasitas 6.000 liter itu sangat terbatas.

Baca juga: Genap Seminggu Kota Tangerang Kebanjiran, Air Masih Setinggi 150 Sentimeter

"Kalau kita lihat kapasitasnya kan memang terbatas tapi itu lah yang (semetara) bisa kita lakukan," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

33 Pelajar Diamankan Saat Demo di Sekitar Istana, Kapolda Duga Kelompok Anarko

33 Pelajar Diamankan Saat Demo di Sekitar Istana, Kapolda Duga Kelompok Anarko

Megapolitan
Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Tak Diizinkan Mendekat ke Istana

Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Tak Diizinkan Mendekat ke Istana

Megapolitan
Kapolda Mengaku Bakal Mediasi Pedemo UU Cipta Kerja dengan KSP

Kapolda Mengaku Bakal Mediasi Pedemo UU Cipta Kerja dengan KSP

Megapolitan
PSBB ke-12 Selama Sebulan, Bagaimana Dampaknya pada Kasus Covid-19 di Kota Tangerang?

PSBB ke-12 Selama Sebulan, Bagaimana Dampaknya pada Kasus Covid-19 di Kota Tangerang?

Megapolitan
Massa Buruh dan Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda

Massa Buruh dan Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda

Megapolitan
BEM SI Ultimatum Presiden Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam

BEM SI Ultimatum Presiden Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam

Megapolitan
Cegah Demo Disusupi Kelompok Anarko, Pengamanan di Kawasan Mampang Diperketat

Cegah Demo Disusupi Kelompok Anarko, Pengamanan di Kawasan Mampang Diperketat

Megapolitan
Proyek Rumah DP Rp 0 di 4 Lokasi di Jakarta Tetap Berjalan Selama Pandemi Covid-19

Proyek Rumah DP Rp 0 di 4 Lokasi di Jakarta Tetap Berjalan Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Unjuk Rasa Mahasiswa di Istana Bogor Diwarnai Aksi Bakar Ban

Unjuk Rasa Mahasiswa di Istana Bogor Diwarnai Aksi Bakar Ban

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Bongkar Rumah di Bantaran Sungai, Apakah Sesuai dengan Janji Anies Saat Kampanye?

Pemprov DKI Akan Bongkar Rumah di Bantaran Sungai, Apakah Sesuai dengan Janji Anies Saat Kampanye?

Megapolitan
Mahasiswa Unjuk Rasa di Istana Bogor Jelang Kedatangan PM Jepang

Mahasiswa Unjuk Rasa di Istana Bogor Jelang Kedatangan PM Jepang

Megapolitan
Berkaca Demo Sebelumnya, Wagub DKI Minta Para Pedemo Lakukan Rapid Test

Berkaca Demo Sebelumnya, Wagub DKI Minta Para Pedemo Lakukan Rapid Test

Megapolitan
Demo Tolak Omnibus Law, Gerombolan Pelajar Berkumpul dan Hentikan Mobil Pikap di Harmoni

Demo Tolak Omnibus Law, Gerombolan Pelajar Berkumpul dan Hentikan Mobil Pikap di Harmoni

Megapolitan
Massa BEM SI Gelar Aksi Teatrikal Sindir Matinya Demokrasi di Indonesia

Massa BEM SI Gelar Aksi Teatrikal Sindir Matinya Demokrasi di Indonesia

Megapolitan
Belasan Remaja yang Hendak Gabung Unjuk Rasa di Patung Kuda Langsung Dibawa Polisi

Belasan Remaja yang Hendak Gabung Unjuk Rasa di Patung Kuda Langsung Dibawa Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X