Kompas.com - 07/02/2020, 16:34 WIB
Ketua RW 03, Kelurahan Cipinang Melayu, Muchtar di Kantor Sekretariat RW 03, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Jumat (7/2/2020). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIKetua RW 03, Kelurahan Cipinang Melayu, Muchtar di Kantor Sekretariat RW 03, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Jumat (7/2/2020).
Penulis Dean Pahrevi
|

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Pernyataan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Nurmansjah Lubis mengenai solusi banjir mengundang perhatian publik.

Nurmansjah menganjurkan lebih baik pindah rumah jika tidak ingin dilanda banjir.

Menanggapi hal itu, Ketua RW 03 Kelurahan Cipinang Melayu Muchtar mengatakan bahwa warganya bersedia pindah rumah asalkan pemerintah memberikan ganti untung kepada warganya.

"Ya boleh saja pindah tempat, tapi (pemerintah) bayarin ganti untung, begitu. Kan ini tanah kami," kata Muchtar di Kantor Sekretariat RW 03, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Jumat (7/2/2020).

Adapun wilayah RW 03, Kelurahan Cipinang Melayu merupakan daerah rawan banjir karena berdampingan dengan Kali Sunter.

Baca juga: Warga Minta Cawagub DKI Nurmansjah Lubis Beri Solusi, Bukan Bergurau soal Banjir

Pada 1 Januari 2020 lalu, banjir setinggi tiga meter menggenang sembilan RT di wilayah tersebut. Warga pun terpaksa harus dievakuasi.

Muchtar merasa yakin jika pemerintah bersedia membiayai warga yang huniaannya rawan banjir, maka mereka bersedia pindah tempat.

"Kalau kita disuruh pindah kan harus ada pembayaran dulu untuk beli rumah lagi. Kan ini tanah milik. Bukan garapan, bukan tanah negara, ya harus kita dibayar dulu yang benar-benar pantas, harus ganti untung," ujar Muchtar.

Sebelumnya, dua calon wakil gubernur DKI Jakarta, yakni Ahmad Riza Patria dan Nurmansjah Lubis, melakukan kunjungan ke fraksi-fraksi di DPRD DKI dalam beberapa hari terakhir.

Anggota DPRD maupun wartawan sering bertanya mengenai program apa yang akan dilakukan jika mereka terpilih menjadi orang nomor dua di DKI Jakarta.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beragam Pengetatan Aturan Keluar-Masuk Jakarta Jelang dan Usai Lebaran

Beragam Pengetatan Aturan Keluar-Masuk Jakarta Jelang dan Usai Lebaran

Megapolitan
Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan 'Disalahkan' dan Harus Ditutup

Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan "Disalahkan" dan Harus Ditutup

Megapolitan
Lokasi Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan

Lokasi Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan

Megapolitan
[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

Megapolitan
Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman karena Gagal Menyalip

Sebuah Mobil Tabrak Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman karena Gagal Menyalip

Megapolitan
KRI Nanggala Hilang Kontak, Keluarga di Depok Berharap Kolonel Harry Selamat

KRI Nanggala Hilang Kontak, Keluarga di Depok Berharap Kolonel Harry Selamat

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 1.707 Pasien

Kasus Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 1.707 Pasien

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan

Megapolitan
8 Aturan Warga Jakarta yang Hendak Keluar Kota di Masa Pengetatan dan Larangan Mudik

8 Aturan Warga Jakarta yang Hendak Keluar Kota di Masa Pengetatan dan Larangan Mudik

Megapolitan
'Radhar Panca Dahana Itu 'Orang Gila', Pikirannya Gila, Visioner...'

"Radhar Panca Dahana Itu 'Orang Gila', Pikirannya Gila, Visioner..."

Megapolitan
Buntut Konten Tiktok Persalinan, Majelis Etik IDI Siapkan Fatwa Etika Bermedia Sosial untuk Dokter

Buntut Konten Tiktok Persalinan, Majelis Etik IDI Siapkan Fatwa Etika Bermedia Sosial untuk Dokter

Megapolitan
Teladan dari Radhar Panca Dahana, Tetap Gigih Menafkahi Keluarga meski Badan Sudah Ringkih

Teladan dari Radhar Panca Dahana, Tetap Gigih Menafkahi Keluarga meski Badan Sudah Ringkih

Megapolitan
Pesona Masjid Asmaul Husna, Rumah Ibadah Berselimut Kaligrafi Kufi di Tangerang...

Pesona Masjid Asmaul Husna, Rumah Ibadah Berselimut Kaligrafi Kufi di Tangerang...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X