Bekasi Minta Rp 23 Miliar ke DKI untuk Lebarkan Jalan Pangkal 2, Bantar Gebang

Kompas.com - 10/02/2020, 05:47 WIB
Jalan Pangkalan 2, Bantargebang, Kota Bekasi Google Sreet ViewJalan Pangkalan 2, Bantargebang, Kota Bekasi

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, minta dana hibah sebanyak Rp 23 miliar ke DKI Jakarta untuk pelebaran Jalan Pangkalan 2, Bandar Gebang, Bekasi pada tahun ini.

"Kami minta dana hibah sekitar Rp 23 miliar untuk konstruksi pembangunannya," ujar Kadis Bina Marga SDA Bekasi, Widayat Subroto, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (10/2/2020).

Widayat mengatakan, pelebaran jalan Pangkalan 2 itu akan dikerjakan tahun 2021.

Baca juga: Dapat 2 Flyover dari Dana Hibah DKI, Wali Kota Bekasi: 15 Tahun Enggak Selesai kalau Pakai APBD Sendiri

Tahun 2020 ini Pemkot Bekasi akan melakukan pembebasan lahan di kawasan itu.

"Tahun 2020 pembebasan lahan oleh Dinas Perumahan, kalau di kami (Dinas Bina Marga) kontruksinya tahun 2021," ucap dia.

Widayat mengatakan, Jalan Pangkalan 2, Bantar Gebang ini akan dibuat menjadi dua jalur.

Hal itu guna mempermudah akses kendaraan masuk ke dalam kawasan industri.

"Yang pertama memperlancar arus lalu lintas ke dalam, kami kan di dalam banyak kendaraan yang masuk lewat situ (Jalan Pangkal 2). Ada pabrik-pabrik gitu, jadi lebih terwadahi dan jadi cepet sampai juga," kata dia.

Ia berharap pengerjaan pelebaran jalan ini akan terselesaikan dengan tepat waktu.

"Ya semoga cepat dikerjakan, target kami tahun 2021 selesai pengerjaan. Setelah pembebasan lahan, kami langsung mulai kerjakan," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI Sebut TPU Rorotan Siap Digunakan untuk Makam Jenazah Pasien Covid-19 Pekan Depan

Wagub DKI Sebut TPU Rorotan Siap Digunakan untuk Makam Jenazah Pasien Covid-19 Pekan Depan

Megapolitan
Polisi Tangkap Pasutri yang Tawarkan Investasi Fiktif, Kerugian Korban Rp 39 Miliar

Polisi Tangkap Pasutri yang Tawarkan Investasi Fiktif, Kerugian Korban Rp 39 Miliar

Megapolitan
Jokowi Klaim Pandemi Terkendali, IDI Bingung Apa Indikatornya

Jokowi Klaim Pandemi Terkendali, IDI Bingung Apa Indikatornya

Megapolitan
Jaksa Minta Majelis Hakim Tolak Nota Keberatan John Kei

Jaksa Minta Majelis Hakim Tolak Nota Keberatan John Kei

Megapolitan
Pemkot Tertibkan Permukiman Liar di Sekitar Tumpukan Sampah di Bekasi Barat

Pemkot Tertibkan Permukiman Liar di Sekitar Tumpukan Sampah di Bekasi Barat

Megapolitan
Antisipasi Banjir, BPBD Kota Tangerang Tambah Tempat Pengungsian

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Tangerang Tambah Tempat Pengungsian

Megapolitan
Daya Beli Masyarakat Menurun, Banyak Pengusaha Warteg Terancam Gulung Tikar

Daya Beli Masyarakat Menurun, Banyak Pengusaha Warteg Terancam Gulung Tikar

Megapolitan
Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta Mulai Naik, Ada Apa?

Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta Mulai Naik, Ada Apa?

Megapolitan
KPU Tangsel Sebut Pembukaan Kotak Suara Sudah Sesuai Aturan

KPU Tangsel Sebut Pembukaan Kotak Suara Sudah Sesuai Aturan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akui Kesulitan Pindahkan Tumpukan Sampah di Samping Tol JORR Bekasi Barat

Pemkot Bekasi Akui Kesulitan Pindahkan Tumpukan Sampah di Samping Tol JORR Bekasi Barat

Megapolitan
Diperiksa Terkait Senjata Api Suaminya, Nindy Ayunda Diajukan 17 Pertanyaan

Diperiksa Terkait Senjata Api Suaminya, Nindy Ayunda Diajukan 17 Pertanyaan

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Pasien Berkurang, RS Wisma Atlet Rawat 3.785 Orang

UPDATE 27 Januari: Pasien Berkurang, RS Wisma Atlet Rawat 3.785 Orang

Megapolitan
Penyanyi Nindy Kembali Diperiksa Polisi, Kali Ini Soal Kepemilikan Senjata Api Suaminya

Penyanyi Nindy Kembali Diperiksa Polisi, Kali Ini Soal Kepemilikan Senjata Api Suaminya

Megapolitan
Bawaslu Tangsel Sesalkan KPU Buka Kota Suara Tanpa Perintah MK

Bawaslu Tangsel Sesalkan KPU Buka Kota Suara Tanpa Perintah MK

Megapolitan
Beda PPKM di Jakarta Tahap I dan II yang Perlu Diketahui

Beda PPKM di Jakarta Tahap I dan II yang Perlu Diketahui

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X