Banjir Surut, Underpass Kemayoran Sudah Dapat Dilintasi Kendaraan

Kompas.com - 10/02/2020, 14:05 WIB
Aktivitas pengendara yang melintas pascabanjir, di underpass Kemayoran, Jakarta Pusat, pukul 11.00 WIB, Senin (10/2/2020) 

TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat Aktivitas pengendara yang melintas pascabanjir, di underpass Kemayoran, Jakarta Pusat, pukul 11.00 WIB, Senin (10/2/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com -  Underpass Gandhi di Kemayoran, Jakarta Pusat, sudah dapat dilewati kendaraan. Banjir di lokasi tersebut sudah surut.

"Sudah beres, aman, dan sudah tidak ada genangan," ucap Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan dan Penyelamatan Sektor Kemayoran, Unggul Wibowo saat diwawancarai, di lokasi Senin (10/2/2020), seperti dikutip Tribun Jakarta.

"Kendaraan sudah boleh melintas tapi hati-hati jalannya pelan-pelan," tambah Unggul.

Pantauan di lokasi, lumpur sisa banjir masih ada di tepi jalan.

Baca juga: Biang Keladi Banjir di Underpass Gandhi dan Cara PPK Kemayoran Menanganinya

Sebelumnya, underpass tersebut tidak dapat dilintasi lantaran terendam banjir dengan ketinggian hingga 5 meter.

Banjir di underpass tersebut sudah beberapa kali terjadi saat hujan deras.

Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane sudah memasang pile scale sebelumnya untuk memantau ketinggian air di underpass Kemayoran.

Namun, itu tidak menyelesaikan masalah. Perlu ada penambahan pompa penyedot air serta perbaikan saluran air atau drainase untuk mencegah banjir kembali terjadi di underpass ini.

 

 

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul "Underpass Kemayoran Surut dari Banjir, Kendaraan Dapat Melintas."

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Edarkan Narkoba, 24 Orang Ditangkap Polisi di Bogor

Edarkan Narkoba, 24 Orang Ditangkap Polisi di Bogor

Megapolitan
Petugas Kebersihan Stasiun Temukan Uang Rp 500 Juta di Plastik, Dikembalikan ke Pemiliknya

Petugas Kebersihan Stasiun Temukan Uang Rp 500 Juta di Plastik, Dikembalikan ke Pemiliknya

Megapolitan
Diizinkan Angkut Penumpang, Grab di Bekasi Pasang Partisi Plastik di Setiap Armada

Diizinkan Angkut Penumpang, Grab di Bekasi Pasang Partisi Plastik di Setiap Armada

Megapolitan
MRT Jakarta Bantah Tanah Galian Proyeknya untuk Reklamasi Ancol

MRT Jakarta Bantah Tanah Galian Proyeknya untuk Reklamasi Ancol

Megapolitan
Pemkot Tangsel Belum Izinkan Bioskop Beroperasi Kembali 29 Juli 2020

Pemkot Tangsel Belum Izinkan Bioskop Beroperasi Kembali 29 Juli 2020

Megapolitan
Polisi Dalami Upaya Penculikan Anak di Depok, Modusnya Bekap Pakai Tisu

Polisi Dalami Upaya Penculikan Anak di Depok, Modusnya Bekap Pakai Tisu

Megapolitan
Tes Urine dan Rambut Negatif Narkoba, Ridho Ilahi Tetap Diproses Hukum Terkait Kepemilikan Sabu

Tes Urine dan Rambut Negatif Narkoba, Ridho Ilahi Tetap Diproses Hukum Terkait Kepemilikan Sabu

Megapolitan
Klarifikasi Pemprov DKI: Perluasan Ancol Dilakukan di Pulau L

Klarifikasi Pemprov DKI: Perluasan Ancol Dilakukan di Pulau L

Megapolitan
UPDATE 9 Juli: Bertambah 10 Kasus, Total 298 Kasus Positif di Kabupaten Bekasi

UPDATE 9 Juli: Bertambah 10 Kasus, Total 298 Kasus Positif di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Curi 46 Motor, Dua Residivis Ditangkap Lagi di Depok

Curi 46 Motor, Dua Residivis Ditangkap Lagi di Depok

Megapolitan
Penerbangan Meningkat, Lion Air Pekerjakan Kembali 2.600 Karyawan

Penerbangan Meningkat, Lion Air Pekerjakan Kembali 2.600 Karyawan

Megapolitan
UPDATE 8 Juli: Tambah 10 Kasus Covid-19 di Kota Bekasi, 16 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 8 Juli: Tambah 10 Kasus Covid-19 di Kota Bekasi, 16 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Gempa Lebak Tempo Hari dan Pelajaran buat Jakarta

Gempa Lebak Tempo Hari dan Pelajaran buat Jakarta

Megapolitan
Ojek Online Resmi Diizinkan Angkut Penumpang di Bekasi, Ini Protokol yang Wajib Dipatuhi

Ojek Online Resmi Diizinkan Angkut Penumpang di Bekasi, Ini Protokol yang Wajib Dipatuhi

Megapolitan
Bertambah 344 Kasus Covid-19 di Jakarta, Lonjakan Tertinggi Sejak Kasus Perdana

Bertambah 344 Kasus Covid-19 di Jakarta, Lonjakan Tertinggi Sejak Kasus Perdana

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X