Banjir di Periuk Tangerang Hasilkan 604 Ton Sampah

Kompas.com - 10/02/2020, 18:23 WIB
Banjir di Periuk Damai Kelurahan Periuk Kota Tangerang, Kamis (6/2/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOBanjir di Periuk Damai Kelurahan Periuk Kota Tangerang, Kamis (6/2/2020)

TANGERANG, KOMPAS.com - Sebanyak 604 ton sampah dikumpulkan pascabanjir selama seminggu di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

Kepala Bagian Humas Pemkot Tangerang, Buceu Gartina mengatakan, 604 ton tersebut dikumpulkan dari beberapa titik banjir di tiga kelurahan di Kecamatan Periuk Kota Tangerang.

"(Total 604 ton sampah) hanya di lokasi banjir di Kecamatan Periuk," kata dia di Tangerang, Senin (10/2/2020).

Baca juga: Kondisi Pengungsi Banjir di Tangerang: Stres, Kehabisan Pakaian, dan Mulai Terserang Penyakit

Sampah yang diangkut pada 7 Februari 2020 seberat 185 ton. Disusul di hari kedua yakni pada 8 Februari seberat 259 ton dan di hari ketiga seberat 160 ton.

"Ini berdasarkan data dari jembatan timbang TPSA Rawa Kucing dengan pembersihan lokasi banjir Periuk," tutur Buceu.

Total sampah banjir tersebut menambah sampah rata-rata perhari di Kota Tangerang dengan berat mencapai ribuan ton perhari.

"Hari biasa normal 1.200-1.400 ton perhari" ujar dia.

Adapun sebelumnya, bencana banjir di Kota Tangerang pada Sabtu (1/2/2020) lalu merendam tiga kelurahan di Kecamatan Periuk Kota Tangerang.

Baca juga: Wali Kota Tangerang: Kerugian Banjir Awal Tahun 2020 Capai Rp 1,3 Triliun

Tiga kelurahan tersebut adalah Gembor, Gebang Jaya dan Kelurahan Periuk.

Banjir tersebut menggenangi pemukiman warga yang tinggal si perumahan Total Persada, Garden City Residence dan Periuk Damai dalam waktu kurang lebih satu pekan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesawat Kembali karena Gangguan Teknis, Lion Air Minta Maaf

Pesawat Kembali karena Gangguan Teknis, Lion Air Minta Maaf

Megapolitan
Wagub DKI: Jangan Hanya Lihat Penyebaran Kasus Covid-19, Lihat Juga Angka Kesembuhan

Wagub DKI: Jangan Hanya Lihat Penyebaran Kasus Covid-19, Lihat Juga Angka Kesembuhan

Megapolitan
Bisnis Gelap Lomba Lari Liar, Kucing-Kucingan dengan Polisi hingga Bongkar 'Rahasia Dapur'

Bisnis Gelap Lomba Lari Liar, Kucing-Kucingan dengan Polisi hingga Bongkar "Rahasia Dapur"

Megapolitan
Polisi Lengkapi Berkas Perkara Kasus Pesta Seks Sejenis di Apartemen

Polisi Lengkapi Berkas Perkara Kasus Pesta Seks Sejenis di Apartemen

Megapolitan
89 Persen Kelurahan di Depok Zona Merah, Ini Datanya

89 Persen Kelurahan di Depok Zona Merah, Ini Datanya

Megapolitan
Tersisa 22 Persen Tempat Tidur Isolasi dan 19 Persen Tempat Tidur ICU bagi Pasien Covid-19 di Jakarta

Tersisa 22 Persen Tempat Tidur Isolasi dan 19 Persen Tempat Tidur ICU bagi Pasien Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Bahaya di Balik Manisnya Bola-bola Boba | Kabur dari Lapas, Cai Changpan Sempat ke Rumahnya

[POPULER JABODETABEK] Bahaya di Balik Manisnya Bola-bola Boba | Kabur dari Lapas, Cai Changpan Sempat ke Rumahnya

Megapolitan
Sederet Fakta Baru Kaburnya Terpidana Mati Cai Changpan dari Lapas Tangerang

Sederet Fakta Baru Kaburnya Terpidana Mati Cai Changpan dari Lapas Tangerang

Megapolitan
Warga DKI Cari Hiburan ke Bodetabek saat PSBB, Wagub: Itu Konsekuensi

Warga DKI Cari Hiburan ke Bodetabek saat PSBB, Wagub: Itu Konsekuensi

Megapolitan
Kafe di Bekasi Bandel soal Protokol Kesehatan, Longgarnya Pengawasan Pemkot?

Kafe di Bekasi Bandel soal Protokol Kesehatan, Longgarnya Pengawasan Pemkot?

Megapolitan
Sempat Zona Oranye, Depok Kembali Masuk Zona Merah Covid-19

Sempat Zona Oranye, Depok Kembali Masuk Zona Merah Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 September: Bertambah 130 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 1.275 Pasien Masih Ditangani

UPDATE 29 September: Bertambah 130 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 1.275 Pasien Masih Ditangani

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta dan Bogor Cerah

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta dan Bogor Cerah

Megapolitan
Kampanye, Benyamin - Pilar Tawarkan Program Kota Lestari di Tangsel

Kampanye, Benyamin - Pilar Tawarkan Program Kota Lestari di Tangsel

Megapolitan
Beri Kelonggaran, Pemkot Bogor Izinkan Unit Usaha Beroperasi hingga Jam 21.00 WIB

Beri Kelonggaran, Pemkot Bogor Izinkan Unit Usaha Beroperasi hingga Jam 21.00 WIB

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X