Kompas.com - 11/02/2020, 13:24 WIB
Warga memanfaatkan banjir di Jakarta untuk memancing di Kali Pesanggrahan, Rabu (1/1/2020), karena bisa lebih banyak mendapatkan ikan. KOMPAS.com/NICHOLAS RYANWarga memanfaatkan banjir di Jakarta untuk memancing di Kali Pesanggrahan, Rabu (1/1/2020), karena bisa lebih banyak mendapatkan ikan.
|


JAKARTA,KOMPAS.com - Camat Pesanggrahan Fajar mengungkap penyebab terjadinya longsor di Jalan Deplu Raya, Pondok Pinang menuju Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2020) malam.

Fajar menjelaskan, lahan yang longsor merupakan tanah yang diturap. Namun, turap tersebut dibangun tegak lurus, tidak seperti turap pada umumnya.

Umumnya, turap akan dibentuk sedikit miring untuk menahan tanah.

Baca juga: Banjir Periuk di Balik Turap Setinggi 5 Meter

“Sementara turapnya itu dindingnya tegak lurus. Yang sudah–sudah secara teknis itu turap itu kan harus miring. Karena nahan beban tanah dan juga mungkin karena musim penghujan, tentunya kan air itu jadi beban untuk turap itu,” kata Fajar saat dihubungi di Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Tidak hanya itu, pipa penyalur air yang ada di turap tersebut juga berukuran kecil sehingga tidak mampu menampung air dengan curah yang tinggi.

Akibatnya, tanah tersebut longsor dan menimpa pengendara motor dan satu mobil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Wali Kota Tangerang Sebut Pembuatan Turap Lebih Mahal daripada Harga Rumah yang Terdampak Banjir

“Yang pengendara motor ada luka–luka di dahi sudah diobati P3K-nya dari rekan kami di Damkar, dibawa ke kelurahan, dan diurut-urut, terus pulang itu korban,” kata dia.

“Kalau yang mobil kelihatannya pulang. Karena tadi saya cek di Polsek juga enggak ada,” tambah dia.

Pihaknya kini tengah berkoordinasi denga Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan untuk melakukan perbaikan turap tersebut. Dia juga memastikan jika akses jalanan di lokasi longsor tidak ditutup.

“Enggak ganggu jalan sama sekali kok. Jalanan masih bisa dipakai,” terang dia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Catat, Ini Titik Rawan Ranjau Paku di Jakarta Selatan

Catat, Ini Titik Rawan Ranjau Paku di Jakarta Selatan

Megapolitan
RPTRA di Jakarta Pusat Kurang Perawatan akibat Anggaran Dipangkas untuk Penanganan Covid-19

RPTRA di Jakarta Pusat Kurang Perawatan akibat Anggaran Dipangkas untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Panel Tiang Listrik di Jalan WR Supratman Ciputat Terbakar

Panel Tiang Listrik di Jalan WR Supratman Ciputat Terbakar

Megapolitan
Video Dugaan Pungli di Pasar Kramatjati Viral, Pengelola Pasang Imbauan

Video Dugaan Pungli di Pasar Kramatjati Viral, Pengelola Pasang Imbauan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Segera Pindahkan Makam yang Tertimbun Sampah

Pemkot Bekasi Segera Pindahkan Makam yang Tertimbun Sampah

Megapolitan
Tebar Ranjau Paku di Jalan Gatot Soebroto, Penambal Ban Manfaatkan Situasi PPKM Level 3

Tebar Ranjau Paku di Jalan Gatot Soebroto, Penambal Ban Manfaatkan Situasi PPKM Level 3

Megapolitan
Ratusan Makam di Bekasi Hilang Tertimbun Sampah

Ratusan Makam di Bekasi Hilang Tertimbun Sampah

Megapolitan
Anak Penyanyi Lawas Dilaporkan Penipuan Modus Penerimaan PNS, Para Korban Rugi Rp 9,7 M

Anak Penyanyi Lawas Dilaporkan Penipuan Modus Penerimaan PNS, Para Korban Rugi Rp 9,7 M

Megapolitan
Dari Berbagi Seporsi Nasi, Berujung Gerakan yang Menginspirasi

Dari Berbagi Seporsi Nasi, Berujung Gerakan yang Menginspirasi

Megapolitan
Akan Ada 148 SMP di Kota Tangerang yang Gelar PTM Pekan Depan

Akan Ada 148 SMP di Kota Tangerang yang Gelar PTM Pekan Depan

Megapolitan
PTM Jenjang SD di Kota Tangerang Dibatalkan, Dindik: Jangan Sampai Ada Klaster Covid-19

PTM Jenjang SD di Kota Tangerang Dibatalkan, Dindik: Jangan Sampai Ada Klaster Covid-19

Megapolitan
Pasar Jaya Sebut Petugas yang Pungli di Pasar Induk Kramatjati Ingin Cari Keuntungan Pribadi

Pasar Jaya Sebut Petugas yang Pungli di Pasar Induk Kramatjati Ingin Cari Keuntungan Pribadi

Megapolitan
Pasar Jaya Sebut Pelaku Pungli di Pasar Induk Kramatjati Telah Dipecat Pihak Ketiga

Pasar Jaya Sebut Pelaku Pungli di Pasar Induk Kramatjati Telah Dipecat Pihak Ketiga

Megapolitan
Penumpang Kereta dan Puluhan Donor Dermakan Darah di Stasiun Senen

Penumpang Kereta dan Puluhan Donor Dermakan Darah di Stasiun Senen

Megapolitan
Fakta Pembunuhan Anggota TNI di Depok, Niat Melerai Perkelahian tapi Berujung Tewas Ditusuk

Fakta Pembunuhan Anggota TNI di Depok, Niat Melerai Perkelahian tapi Berujung Tewas Ditusuk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.