Soal Dugaan Ada TKA Illegal di Meikarta, Ini Kata Imigrasi Bekasi

Kompas.com - 11/02/2020, 16:57 WIB
Progres pembangunan Meikarta Dok. MeikartaProgres pembangunan Meikarta


BEKASI, KOMPAS.com - Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi, Petrus Teguh menanggapi dugaan ribuan tenaga kerja asing illegal yang bekerja di proyek Apartemen Meikarta.

Petrus mengatakan, ada kemungkinan pekerja Meikarta itu berstatus illegal.

Sebab, para pekerja proyek Meikarta berasal dari jasa kontruksi China Construction.

Baca juga: Diduga Ada Pekerja Ilegal di Proyek Meikarta, Disnaker Bekasi: Kami akan Telusuri

"Jadi itu kan ada tidak yang berizin, mungkin saja ada," ujar Petrus saat dihubungi, Selasa (11/2/2020).

Ia mengatakan, untuk membuktikan adanya pekerja illegal itu, nantinya Imigrasi akan melakukan inspeksi mendadak.

"Itu bisa diketahui ketika kita lakukan sidak, itu sudah rutin kami lakukan pengawasan dan penindakan ketika ada yang bermasalah," kata Petrus.

Petrus mengatakan, seluruh warga negara asing yang bekerja di Indonesia harus memiliki izin tinggal maupun izin kerja.

"Ya siapa pun harus ada izin, kalau izin kerja ke Disnaker kalau izin tinggal ke Imigrasi," ucap dia.

Berdasarkan catatan Imigrasi Bekasi, ada 947 warga negara China yang izin tinggal terbatas di Bekasi maupun Kabupaten Bekasi.

Baca juga: Pihak Pengelola Bantah Pekerjakan TKA Illegal di Proyek Meikarta

Petrus mengatakan, rata-rata yang izin tinggal itu merupakan pelajar, mahasiswa, lansia, pekerja, dan ikut keluarga tinggal di Bekasi maupun Kabupaten Bekasi.

Anggota DPRD Budiyanto sebelumnya menyatakan, ia mencurigai ada ribuan  tenaga kerja asing ilegal asal China yang bekerja di kawasan Meikarta, Cikarang.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diizinkan Kemendikbud, Puluhan Sekolah di Kabupaten Bekasi Akan Gelar KBM Tatap Muka

Diizinkan Kemendikbud, Puluhan Sekolah di Kabupaten Bekasi Akan Gelar KBM Tatap Muka

Megapolitan
Diduga Penyusup, Ratusan Orang Ditangkap Polisi Saat Ingin Gabung Demo di Depan DPR

Diduga Penyusup, Ratusan Orang Ditangkap Polisi Saat Ingin Gabung Demo di Depan DPR

Megapolitan
UPDATE 14 Agustus: Bertambah 10 Kasus Positif Covid-19 dan 17 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 14 Agustus: Bertambah 10 Kasus Positif Covid-19 dan 17 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Dapat Rekomendasi PKS di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Bakal Lebih Gencar Cari Dukungan

Dapat Rekomendasi PKS di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Bakal Lebih Gencar Cari Dukungan

Megapolitan
2 Cara Tebus SIM di Kejaksaan yang Tak Perlu Antre, Bahkan SIM Dikirim ke Rumah

2 Cara Tebus SIM di Kejaksaan yang Tak Perlu Antre, Bahkan SIM Dikirim ke Rumah

Megapolitan
Anies Lantik Kepala Badan Pendapatan Daerah dan Kepala Biro Kerjasama Daerah yang Baru

Anies Lantik Kepala Badan Pendapatan Daerah dan Kepala Biro Kerjasama Daerah yang Baru

Megapolitan
Pemuda 19 Tahun Tewas Tertabrak Kereta di Menteng, Tinggalkan Sepucuk Surat Wasiat

Pemuda 19 Tahun Tewas Tertabrak Kereta di Menteng, Tinggalkan Sepucuk Surat Wasiat

Megapolitan
Susul Demokrat, PKS Resmi Dukung Azizah Ma'ruf-Ruhamaben di Pilkada Tangsel

Susul Demokrat, PKS Resmi Dukung Azizah Ma'ruf-Ruhamaben di Pilkada Tangsel

Megapolitan
11.000 Warga Antre di Kejari Jakbar, Pelayanan Dibatasi karena Khawatir Covid-19

11.000 Warga Antre di Kejari Jakbar, Pelayanan Dibatasi karena Khawatir Covid-19

Megapolitan
Cerita di Balik Monumen Kali Bekasi, tentang Pembantaian Tentara Jepang dan Sungai yang Memerah

Cerita di Balik Monumen Kali Bekasi, tentang Pembantaian Tentara Jepang dan Sungai yang Memerah

Megapolitan
BKD Depok Telah Pakai Rp 90 M untuk Tangani Covid-19

BKD Depok Telah Pakai Rp 90 M untuk Tangani Covid-19

Megapolitan
Ada Panjat Pinang Virtual di #PestaSatu7an dari Grab, Ikut Yuk

Ada Panjat Pinang Virtual di #PestaSatu7an dari Grab, Ikut Yuk

Megapolitan
UPDATE 14 Agustus: Tambah 575 Pasien, Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Capai 28.438

UPDATE 14 Agustus: Tambah 575 Pasien, Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Capai 28.438

Megapolitan
Diambil Alih Pemkot Tangsel, Monumen Palagan Lengkong Direhabilitasi

Diambil Alih Pemkot Tangsel, Monumen Palagan Lengkong Direhabilitasi

Megapolitan
Berkaca Nol Kasus Covid-19 di Parung Jaya, Kota Tangerang Kerahkan Tokoh Agama

Berkaca Nol Kasus Covid-19 di Parung Jaya, Kota Tangerang Kerahkan Tokoh Agama

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X