Didakwa Membantu Pembunuhan, Pembantu Aulia Kesuma Bisa Mendapat Keringanan Hukuman

Kompas.com - 11/02/2020, 18:59 WIB
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana oleh terdakwa Aulia Kesuma (AK), Selasa (11/2/2020).  Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan tiga terdakwa yakni asisten rumah tangga Aulia, Karsini, Rody, dan Supriyanto. KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELAPengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana oleh terdakwa Aulia Kesuma (AK), Selasa (11/2/2020). Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan tiga terdakwa yakni asisten rumah tangga Aulia, Karsini, Rody, dan Supriyanto.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana oleh terdakwa Aulia Kesuma (AK), Selasa (11/2/2020).

Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan tiga terdakwa, yakni asisten rumah tangga Aulia, Karsini, Rody, dan Supriyanto.

Dalam dakwaannya, Jaksa Sigit Hendradi mendakwa ketiga terdakwa dengan dakwaan membantu upaya pembunuhan terhadap Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anaknya, M Adi Pradana alias Dana (23).

Baca juga: Isi Dakwaan dan Fakta Persidangan Aulia Kesuma, Terdakwa Pembunuh Suami

"Terdakwa dengan sengaja memberikan kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan dengan sengaja merampas nyawa orang lain," kata Sigit di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Oleh karena itu, ketiganya didakwa Pasal 340 Juncto Pasal 56 ke-2 KUHP subsider Pasal 338 Juncto Pasal 56 ke-2 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

Namun, kata Sigit, ketiga terdakwa masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan keringanan hukuman.

"Karena tugas mereka hanya membantu (membunuh Pupung dan Dana), makanya di dalam dakwaan ada Pasal 56 yang bisa meringankan," ungkap Sigit.

Baca juga: Aulia Kesuma Sempat Pakai Jasa Dua Dukun Santet agar Bunuh Suaminya

Seperti diketahui, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang perdana Aulia Kesuma dan Geovanni Kelvin dengan pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum, kemarin.

Adapun, Kamis pekan lalu PN Jakarta Selatan telah menggelar sidang perdana dengan menghadirkan dua terdakwa bayaran yakni Sugeng (S) dan Agus (A).

Jaksa mendakwa Aulia, Kelvin, Sugeng, dan Agus dengan Pasal 340 Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP subsider Pasal 338 Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

Sigit mengungkapkan, Aulia dan Kelvin terbukti merencanakan pembunuhan terhadap Pupung dan Dana. Sementara itu, Sugeng dan Agus didakwa juga ikut terlibat dalam pembunuhan Pupung dan Dana hingga kedua korban meninggal dunia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kreo Selatan Jadi Kelurahan dengan Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Kota Tangerang

Kreo Selatan Jadi Kelurahan dengan Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Kota Tangerang

Megapolitan
Wali Kota Ungkap Lima PNS di Bekasi Terpapar Covid-19

Wali Kota Ungkap Lima PNS di Bekasi Terpapar Covid-19

Megapolitan
Pegawai Disdik DKI Diimbau Tak Terlibat Jual Beli Kursi Kosong Sekolah Negeri

Pegawai Disdik DKI Diimbau Tak Terlibat Jual Beli Kursi Kosong Sekolah Negeri

Megapolitan
FSGI Minta Kemendikbud Tegur Pemkot Bekasi karena Izinkan Sekolah Tatap Muka

FSGI Minta Kemendikbud Tegur Pemkot Bekasi karena Izinkan Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Politisi Gerindra Sarankan Pegawai Transjakarta Layangkan Somasi karena Upah Lembur Belum Dibayar

Politisi Gerindra Sarankan Pegawai Transjakarta Layangkan Somasi karena Upah Lembur Belum Dibayar

Megapolitan
Komnas PA Terima Laporan Praktik Jual Beli Kursi dalam PPDB Depok, Harganya Capai Rp 5 Juta

Komnas PA Terima Laporan Praktik Jual Beli Kursi dalam PPDB Depok, Harganya Capai Rp 5 Juta

Megapolitan
Polisi Telusuri Sebuah Warung yang Kerap Didatangi Editor Metro TV sebelum Tewas

Polisi Telusuri Sebuah Warung yang Kerap Didatangi Editor Metro TV sebelum Tewas

Megapolitan
Upah Lembur Tak Dibayar, Sejumlah Pegawai Transjakarta Mengadu ke DPRD DKI

Upah Lembur Tak Dibayar, Sejumlah Pegawai Transjakarta Mengadu ke DPRD DKI

Megapolitan
Ajak Warga Pulihkan Ekonomi, Wali Kota Tangerang: Utamakan Belanja di Toko Dekat Rumah

Ajak Warga Pulihkan Ekonomi, Wali Kota Tangerang: Utamakan Belanja di Toko Dekat Rumah

Megapolitan
350 Karyawan AirNav Dites Urine untuk Memastikan Bebas Narkoba

350 Karyawan AirNav Dites Urine untuk Memastikan Bebas Narkoba

Megapolitan
Kasusnya Menggantung, Komnas PA Antar Saksi Pencabulan oleh Ayah Kandung ke Kantor Polisi

Kasusnya Menggantung, Komnas PA Antar Saksi Pencabulan oleh Ayah Kandung ke Kantor Polisi

Megapolitan
Polisi Buru 2 Lagi Komplotan Polisi dan Wartawan Gadungan yang Peras Pedagang

Polisi Buru 2 Lagi Komplotan Polisi dan Wartawan Gadungan yang Peras Pedagang

Megapolitan
Ada Potensi Penyebaran Virus Corona di Ruang Tertutup, Begini Antisipasi Bioskop

Ada Potensi Penyebaran Virus Corona di Ruang Tertutup, Begini Antisipasi Bioskop

Megapolitan
Gugus Tugas Covid-19 Tangsel Dampingi Pasien Sembuh yang Sempat Ditolak Warga

Gugus Tugas Covid-19 Tangsel Dampingi Pasien Sembuh yang Sempat Ditolak Warga

Megapolitan
Hasil Swab Negatif, Tiga Orang yang Dikarantina di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Dipulangkan

Hasil Swab Negatif, Tiga Orang yang Dikarantina di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Dipulangkan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X