Bawa Pacar yang Sakit Jadi Alasan AR Masuk Jalur Transjakarta

Kompas.com - 11/02/2020, 21:48 WIB
AR pemuda yang bawa kabur HP polisi dari Kebon Jeruk hingga Bekasi pada Selasa (11/2/2020) Humas Polres Jakarta Barat AR pemuda yang bawa kabur HP polisi dari Kebon Jeruk hingga Bekasi pada Selasa (11/2/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - AR (26) pengendara mobil yang merampas ponsel polisi saat hendak ditilang, ternyata berkendara dengan pacarnya.

Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk AKP Achmad Ardhy yang mengatakan, saat ditilang, AR mengaku bahwa pacarnya sedang sakit sehingga harus buru-buru dan masuk jalur Transjakarta.

"Saat merampas handphone polisi, pelaku sedang bersama pacarnya di dalam mobil. Alasannya menerobos jalur busway karena pacarnya sedang sakit," ujar Ardhy saat dihubungi, Selasa (11/2/2020).

Baca juga: AR Bawa Kabur Ponsel Polisi karena Tidak Terima Mobilnya Difoto Usai Ditilang

Lanjut Ardhy, karena kedapatan masuk jalur busway dan panik mobilnya difoto oleh polisi, AR langsung membawa handphone milik Aiptu Suhartono dan kabur.

Ketika itu polisi tidak mengejar AR karena menghindari hal-hal tidak diinginkan saat harus berkejaran di jalan raya.

Diberitakan sebelumnya, AR merampas ponsel milik anggota Polantas karena tidak terima pelat nomor kendaraannya difoto usai ia ditilang.

"AR ditilang karena mobilnya melanggar masuk jalur busway, distop sama polisi, dilakukan penilangan. Yang kedua mobil di foto pakai HP polisi kemudian pelaku tidak terima mobil difoto-foto itu kan prosedural kalau misalnya masuk jalur busway difotolah pelatnya," kata Ardhy.

Baca juga: Tidak Terima Ditilang, Pemuda Asal Bekasi Bawa Kabur Ponsel Polisi

Kala itu AR tidak terima ditilang petugas karena mengendarai mobil di jalur busway kawasan Kebon Jeruk dan langsung memutar balik.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X