Tak Penuhi Syarat, Bakal Calon Wali Kota Jalur Independen Ini Mundur dari Pilkada Tangsel

Kompas.com - 12/02/2020, 21:02 WIB
Bakal Calon Wali Kota Tangerang Selatan jalu independen atau perseorangan, Suhendar memilih menundurkan diri setelah tak dapat memenuhi syarat dari KPU untuk bertarung dalam Pilkada Tangsel 2020. Kemunduran tersebut dinyatakan di kawasan Serpong, Tamgerang Selatan, Rabu (12/2/2020) KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiBakal Calon Wali Kota Tangerang Selatan jalu independen atau perseorangan, Suhendar memilih menundurkan diri setelah tak dapat memenuhi syarat dari KPU untuk bertarung dalam Pilkada Tangsel 2020. Kemunduran tersebut dinyatakan di kawasan Serpong, Tamgerang Selatan, Rabu (12/2/2020)

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Bakal Calon Wali Kota Tangerang Selatan jalur independen atau perseorangan, Suhendar memilih menundurkan diri sebelum bertarung dalam Pilkada Tangsel 2020.

Kemunduran Suhendar setelah pengumpulan 71.143 surat dukungan calon pemilih yang menjadi syarat Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak terpenuhi.

Suhendar mengatakan, ia mundur jelang hari terakhir pendaftaran jalur perseorangan yang tersisa tujuh hari karena pengumpulan dukungan belum tercapai.

Baca juga: Belum Tentukan Calon, Golkar Tangsel Tak Mau Gegabah di Pilkada Tangsel

Selama enam bulan, Suhendar hanya berhasil mengumpulkan 54.456 surat dukungan calon pemilih.

"Yang kita mulai sejak bulan Agustus 2019 sampai dengan sekarang mencapai angka 54.456 dukungan tanda tangan dan KTP. Artinya belum mencapai persyaratan KPU 71 ribu itu. Jadi kita sadar diri," kata Suhendar di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (12/2/2020).

Menurut Suhendar, kemunduran tersebut telah telah dipertimbangkan dengan menghitung jarak pendaftaran yang tinggal menghitung hari.

"Masih ada memang tersisa waktu beberapa hari, tapi kami sudah berhitung, dengan waktu tersisa tersebut, jikapun kita paksakan, tidak mungkin mencapai angka 71.000 itu, kecuali ada keajaiban," kata dia.

Suhendar mengaku telah mendaftar ke beberapa partai yang membuka penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan.

Namun, kata Suhendar, ia menyadari peluangnya kecil agar diusung partai untuk bertarung memperebutkan kursi orang nomor satu di Tangsel karena penetapan ditentukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai.

"Tujuan mengumpulkan KTP, pertama saya bukan kader parpol. Kita ambil jalur perseorangan karena saya dapat informasi kalau kader parpol saja belum dapat rekomendasi karena yang memberikan putusan itu DPP. Jadi kader belum tentu (diusung) apalagi saya. Karena itu saya coba jalur perseorangan," kata Suhendar.

Baca juga: Anak Bupati Serang Maju Pilkada Tangsel, Dinasti Atut Tak Rela Jauh dari Kekuasaan?

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap 3 Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Duren Sawit

Polisi Tangkap 3 Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Duren Sawit

Megapolitan
Pergub Anies: Ganjil Genap bagi Pemotor hingga Antisipasi Gelombang Kedua Kasus Covid-19

Pergub Anies: Ganjil Genap bagi Pemotor hingga Antisipasi Gelombang Kedua Kasus Covid-19

Megapolitan
Mal Jakarta Buka 15 Juni, Bioskop, Karaoke, hingga Arena Permainan Anak Belum Beroperasi

Mal Jakarta Buka 15 Juni, Bioskop, Karaoke, hingga Arena Permainan Anak Belum Beroperasi

Megapolitan
APPBI: Semua Mal di Jakarta Beroperasi Mulai 15 Juni 2020

APPBI: Semua Mal di Jakarta Beroperasi Mulai 15 Juni 2020

Megapolitan
BMKG: Tangerang, Depok, dan Sebagian Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

BMKG: Tangerang, Depok, dan Sebagian Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
Mulai Senin, Headway MRT Saat Jam Sibuk adalah 5 Menit

Mulai Senin, Headway MRT Saat Jam Sibuk adalah 5 Menit

Megapolitan
14 Orang yang Dikarantina di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan, Salah satunya Istri Lurah di Tangsel

14 Orang yang Dikarantina di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan, Salah satunya Istri Lurah di Tangsel

Megapolitan
UPDATE Covid-19 6 Juni: 271 Positif, 36 Meninggal, 89 Sembuh di Tangsel

UPDATE Covid-19 6 Juni: 271 Positif, 36 Meninggal, 89 Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Kantor, Mal, hingga Stasiun dan Terminal di Jakarta Wajib Siapkan Parkir Khusus Sepeda saat PSBB Transisi

Kantor, Mal, hingga Stasiun dan Terminal di Jakarta Wajib Siapkan Parkir Khusus Sepeda saat PSBB Transisi

Megapolitan
PSBB Transisi di Jakarta, Begini Protokol yang Akan Diterapkan Mal Central Park

PSBB Transisi di Jakarta, Begini Protokol yang Akan Diterapkan Mal Central Park

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 6 Juni di Depok: 1 Kasus Baru, 1 Suspect Meninggal Dunia

[UPDATE] Covid-19 6 Juni di Depok: 1 Kasus Baru, 1 Suspect Meninggal Dunia

Megapolitan
Sempat Dirawat 3 Hari di ICU, Paranormal Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia

Sempat Dirawat 3 Hari di ICU, Paranormal Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia

Megapolitan
UPDATE 6 Juni: Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah 102 Orang

UPDATE 6 Juni: Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah 102 Orang

Megapolitan
Sistem Ganjil Genap Belum Berlaku Pekan Depan, Dishub Tunggu Sepekan PSBB Transisi

Sistem Ganjil Genap Belum Berlaku Pekan Depan, Dishub Tunggu Sepekan PSBB Transisi

Megapolitan
Gereja Katedral Jakarta Akan Dibuka Setelah Siap dengan Protokol Kesehatan

Gereja Katedral Jakarta Akan Dibuka Setelah Siap dengan Protokol Kesehatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X