Jelang Pilkada Depok 2020, PKS Buka Opsi Lamar Idris pada Detik Terakhir

Kompas.com - 13/02/2020, 12:37 WIB
Wali Kota Depok Mohammad Idris di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Kamis (6/2/2020). KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANWali Kota Depok Mohammad Idris di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Kamis (6/2/2020).

DEPOK, KOMPAS.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sejauh ini masih mengandalkan tiga kadernya menjadi bakal calon Wali Kota Depok periode 2021-2026.

Mereka yakni Imam Budi Hartono (Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat), Moh. Hafid Nasir (Ketua DPD PKS Depok/Anggota DPRD Kota Depok), dan T. Farida Rachmayanti (Anggota DPRD Kota Depok).

"PKS tingkat Depok memang kebijakannya mengusung kader asli tingkat kota yang sudah didahului oleh pemilihan raya, jadi semacam pemilu internal kader beberapa bulan lalu," kata anggota Tim Pemenangan Kota Depok PKS, Ade Supriatna ketika dihubungi kompas.com pada Kamis (13/1/2020) pagi.

Baca juga: Belum Lirik Petahana untuk Dicalonkan pada Pilkada Depok 2020, Ini Kata PKS

Meski demikian, Ade menyebut bahwa partainya masih membuka peluang melamar Wali Kota Depok saat ini, Mohammad Idris sebagai calon petahana dalam Pilkada Depok 2020.

Idris yang merupakan kalangan nonpartai berhasil memenangkan Pilkada Depok 2015 setelah diusung sejumlah partai, salah satunya PKS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keputusan meminang Idris atau tidak, kata dia, ada di tangan para pengurus pusat PKS. Sebab, dalam survei rutin yang diadakan PKS beberapa bulan ke belakang, kinerja Mohammad Idris juga jadi salah satu parameter yang disurvei.

"Seandainya nanti di detik terakhir ada perubahan-perubahan dari pengurus pusat, itu di luar kewenangan tim pemenangan tingkat kota," kata Ade.

Baca juga: PKS Klaim, Warga Depok Dukung Siapa Pun yang Diusung Partai Itu pada Pilkada 2020

"Jadi masih ada peluang itu (mengusung Idris), tetapi kewenangan itu ada di tingkat atas," lanjut dia.

Mohammad Idris sendiri mengaku tak ambil pusing dirinya belum dipinang partai politik mana pun untuk melaju di Pilwalkot Depok 2020.

"Calon wali kota kan memakai kendaraan yang mau mendeklarasikan calonnya. Tanya-tanya saja partainya. Siapa yang mau deklarasi (calon wali kota), yang calonnya adalah Pak Idris," ujar Idris kepada wartawan di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Kamis (6/2/2020) siang.

Idris memastikan tak akan maju dari jalur independen. Bahkan, ia menyatakan siap tidak menjadi kandidat sama sekali apabila tak ada partai yang tertarik mengusungnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Mengaku Selalu Kecolongan Saat Ingin Tertibkan Lokalisasi Liar Gunung Antang

Polisi Mengaku Selalu Kecolongan Saat Ingin Tertibkan Lokalisasi Liar Gunung Antang

Megapolitan
Polisi Buru 4 Perampok yang Bacok Karyawati Basarnas hingga Tewas

Polisi Buru 4 Perampok yang Bacok Karyawati Basarnas hingga Tewas

Megapolitan
Toko PS Store di Condet Terbakar

Toko PS Store di Condet Terbakar

Megapolitan
Dibanting Polisi hingga Kejang, Korban Pertimbangkan Tempuh Jalur Pidana

Dibanting Polisi hingga Kejang, Korban Pertimbangkan Tempuh Jalur Pidana

Megapolitan
Antipasi Banjir, Wali Kota Jaksel Minta Lurah dan Camat Cek Kondisi Pompa Air

Antipasi Banjir, Wali Kota Jaksel Minta Lurah dan Camat Cek Kondisi Pompa Air

Megapolitan
Pekerja LRT yang Jatuh dari Ketinggian 8 Meter Belum Sadar

Pekerja LRT yang Jatuh dari Ketinggian 8 Meter Belum Sadar

Megapolitan
Khawatir Terkena Imbas Luapan Situ Cipondoh, Wali Kota Tangerang Minta Pemprov Banten Turun Tangan

Khawatir Terkena Imbas Luapan Situ Cipondoh, Wali Kota Tangerang Minta Pemprov Banten Turun Tangan

Megapolitan
UPDATE 22 Oktober: Tambah 1 Kasus di Kota Tangerang, 32 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 22 Oktober: Tambah 1 Kasus di Kota Tangerang, 32 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Polisi: Kasus Narkoba Meningkat di Jakarta Barat

Polisi: Kasus Narkoba Meningkat di Jakarta Barat

Megapolitan
Polisi yang Membantingnya Dimutasi Jadi Bintara Tanpa Jabatan, Korban: Cukup Puas

Polisi yang Membantingnya Dimutasi Jadi Bintara Tanpa Jabatan, Korban: Cukup Puas

Megapolitan
Polisi Bakal Panggil Rachel Vennya Terkait Nopol di Mobil Alphard Miliknya

Polisi Bakal Panggil Rachel Vennya Terkait Nopol di Mobil Alphard Miliknya

Megapolitan
Ingat, Ada Sistem Ganjil Genap jika Mau ke Taman Margasatwa Ragunan Akhir Pekan Ini

Ingat, Ada Sistem Ganjil Genap jika Mau ke Taman Margasatwa Ragunan Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Perempuan Diduga Ludahi dan Pukul Petugas KRL, KCI Tidak Kooperatif Saat Ditegur

Perempuan Diduga Ludahi dan Pukul Petugas KRL, KCI Tidak Kooperatif Saat Ditegur

Megapolitan
Kepulauan Seribu Kembali Dibuka, Ini Daftar Spot Wisata yang Sudah Bisa Dikunjungi

Kepulauan Seribu Kembali Dibuka, Ini Daftar Spot Wisata yang Sudah Bisa Dikunjungi

Megapolitan
Penjelasan Polisi soal Mobil Rachel Vennya yang Pakai Nopol RFS

Penjelasan Polisi soal Mobil Rachel Vennya yang Pakai Nopol RFS

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.