Buah Lokal di Tangerang Laris Setelah Impor dari China Distop karena Wabah Virus Corona

Kompas.com - 13/02/2020, 13:26 WIB
Pedagang buah impor asal China di Pasar Induk Tanah Tinggi Kota Tangerang, Kamis (13/2/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOPedagang buah impor asal China di Pasar Induk Tanah Tinggi Kota Tangerang, Kamis (13/2/2020)

TANGERANG, KOMPAS.com - Wabah virus corona berdampak positif terhadap penjualan buah lokal di Pasar Induk Tanah Tinggi Kota Tangerang.

Toha, salah seorang penjual grosiran buah lokal, mengatakan dengan dihentikannya sementara impor buah asal China, terutama apel, buah-buahan lokal jadi laris manis.

"Peningkatan penjualan ada. Harga tetap standar tapi penjualan meningkat dari yang biasanya," kata Toha di Pasar Induk Tanah Tinggi, Kamis (13/2/2020).

Peningkatan tersebut bisa dilihat dari jumlaj permintaan apel asal Kota Batu, Malang. Sebelumnya, apel dengan berat 6 ton habis dalam 5 hari, kini bisa ludes terjual hanya dalam 2 hari.

Baca juga: Pedagang Buah Impor Menjerit, Pintu Impor Ditutup karena Virus Corona

"Biasanya habis 5 hari dalam 1 truk (6 ton). Sekarang bisa 2 hari," ujar Toha.

Toha menjual grosiran satu dus Apel malang pada kisaran Rp 200.000 sampai dengan Rp 270.000 per dus.

Direktur Pasar Komoditi Nasional (Paskomnas) Sukam Pawardi mengatakan, kasus virus corona berdampak pada impor buah terutama dari China. Namun kasus itu tidak sepenuhnya berdampak negatif bagi pedagang.

Dia mengatakan, tren positif penjualan buah lokal di Pasar Induk Tanah Tinggi bisa memberikan keuntungan lebih bagi pedagang dan petani lokal.

"Dengan tidak masuknya apel impor, justru apel lokal alhamdulillah permintaan dari masyarakat cukup baik," kata dia.

Sukam mengatakan, kualitas apel lokal dari Malang tidak kalah dengan apel-apel impor yang kini untuk sementara dihentikan.

"Yang perlu kami sampaikan ke masyarakat, secara kualitas apel lokal tidak kalah dengan impor," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kampanye, Benyamin - Pilar Tawarkan Program Kota Lestari di Tangsel

Kampanye, Benyamin - Pilar Tawarkan Program Kota Lestari di Tangsel

Megapolitan
Beri Kelonggaran, Pemkot Bogor Izinkan Unit Usaha Beroperasi hingga Jam 21.00 WIB

Beri Kelonggaran, Pemkot Bogor Izinkan Unit Usaha Beroperasi hingga Jam 21.00 WIB

Megapolitan
Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Sudinakertrans Jaktim Ditutup Sementara

Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Sudinakertrans Jaktim Ditutup Sementara

Megapolitan
Dua Kelompok Bentrok di Ciledug, 16 Orang Ditangkap

Dua Kelompok Bentrok di Ciledug, 16 Orang Ditangkap

Megapolitan
UPDATE: Tambah 21 Kasus di Tangsel, 102 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 21 Kasus di Tangsel, 102 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Penampungan Sementara Pedagang Korban Kebakaran Pasar Cempaka Putih Segera Dibangun

Penampungan Sementara Pedagang Korban Kebakaran Pasar Cempaka Putih Segera Dibangun

Megapolitan
Wagub Ariza Sebut Warga Jakarta Semakin Patuh Protokol Kesehatan 2 Pekan Terakhir

Wagub Ariza Sebut Warga Jakarta Semakin Patuh Protokol Kesehatan 2 Pekan Terakhir

Megapolitan
Jokowi Sebut Mini Lockdown Lebih Efektif, Wagub DKI: Sudah Kami Laksanakan

Jokowi Sebut Mini Lockdown Lebih Efektif, Wagub DKI: Sudah Kami Laksanakan

Megapolitan
6 Pedagang Pasar Ciplak Setiabudi Positif Covid-19, Dua Orang Meninggal

6 Pedagang Pasar Ciplak Setiabudi Positif Covid-19, Dua Orang Meninggal

Megapolitan
Pasien Isolasi Graha Wisata Ragunan hanya Bisa Beraktivitas di Kamar

Pasien Isolasi Graha Wisata Ragunan hanya Bisa Beraktivitas di Kamar

Megapolitan
Kota Bogor Zona Merah, Pemkot Perpanjang Masa PSBMK

Kota Bogor Zona Merah, Pemkot Perpanjang Masa PSBMK

Megapolitan
Napi Cai Changpan Lubangi Kamar Tahanan dengan Sekop untuk Kabur dari Lapas Tangerang

Napi Cai Changpan Lubangi Kamar Tahanan dengan Sekop untuk Kabur dari Lapas Tangerang

Megapolitan
Update 29 September: 40 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 1.583 Kasus

Update 29 September: 40 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 1.583 Kasus

Megapolitan
Wisma Jakarta Islamic Centre Bersiap Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Wisma Jakarta Islamic Centre Bersiap Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Terpidana Mati yang Kabur dari Lapas Tangerang Sempat Pulang ke Rumah

Terpidana Mati yang Kabur dari Lapas Tangerang Sempat Pulang ke Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X