PKS Punya Syarat jika Lamar Bakal Calon Independen Yurgen-Zaki di Pilkada Depok 2020

Kompas.com - 13/02/2020, 13:46 WIB
Deklarasi Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jalur Independen di Juliet Coffee & Kitchen, Senin (23/12/2019). KOMPAS.com/ANGGITA NURLITASARIDeklarasi Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jalur Independen di Juliet Coffee & Kitchen, Senin (23/12/2019).


DEPOK, KOMPAS.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak menutup kemungkinan akan menggandeng bakal calon independen wali kota dan wakil wali kota Depok, Yurgen Sutarno- Reza Zaki jelang Pilkada Depok 2020.

Namun, ada satu syarat penting yang akan menentukan langkah PKS.

"Untuk digaet jadi pendamping, kami masih harus lihat kalkulasi dukungan pemilihnya dulu," kata anggota tim pemenangan PKS Kota Depok, Ade Supriatna ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (13/2/2020) pagi.

Baca juga: PKS Bantah Dekati Bakal Calon Independen Yurgen-Zaki untuk Diusung dalam Pilkada Depok

"Kita lihat seberapa menariknya sampai dia berhasil mengumpulkan KTP," imbuh dia.

Saat ini, pasangan Yurgen-Zaki memang tengah berlomba dengan waktu demi menghimpun dukungan melalui 85.000 KTP warga Depok.

Di sisa waktu sekitar sepekan mendatang, mereka masih harus mengumpulkan sekitar 20.000 KTP.

Jika berhasil mencapai target tersebut, pasangan Yurgen-Zaki berhak maju sebagai calon penguasa Kota Depok melalui jalur independen.

"Berhasil mengumpulkan KTP itu kan bukti bahwa dia mendapatkan dukungan dari masyarakat. Artinya, sejak mengumpulkan KTP, mereka sudah bisa meyakinkan masyarakat tentang ide-ide mereka soal Depok," kata Ade menjelaskan.

Baca juga: Yurgen-Zaki Mulai Pertimbangkan Partai Politik untuk Maju di Pilkada Depok 2020

"Kalau tidak berhasil (menghimpun KTP sesuai target), artinya masyarakat saja enggak mendukung. Bagimana kita bisa percaya?" tutur dia.

Sebelumnya diberitakan, Reza Zaki mengklaim bahwa duetnya dengan Yurgen Sutarno tak menutup kemungkinan dipinang partai politik. Ia menyebut PKS sebagai salah satu partai yang berinisiatif membangun komunikasi perihal itu.

"Ada kemungkinan karena justru kemarin itu PKS yang membangun komunikasi. Sempat dari PKS menghubungi karena petahana (Mohammad Idris, Wali Kota Depok) justru punya pikiran untuk maju independen," kata Zaki ketika dihubungi Kompas.com, Senin (10/2/2020) sore.

"DPP PKS yang pada 2019 menentukan caleg sei-Indonesia, orangnya komunikasi dengan kami," tambahnya.

Di sisi lain, dalam deklarasinya 23 Desember 2019 lalu, Yurgen-Zaki sempat menyebutkan bahwa selama 15 tahun terakhir, Kota Depok dikelola secara amatir dan tidak ilmiah. Dalam kurun tersebut, PKS-lah penguasa rezim pemerintahan Depok.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Simulasi KBM Tatap Muka untuk PAUD, SD, SMP di Bekasi Digelar 18 Januari 2020

Simulasi KBM Tatap Muka untuk PAUD, SD, SMP di Bekasi Digelar 18 Januari 2020

Megapolitan
Dalam Seminggu, Polres Jaksel Tangkap 26 Tersangka Kasus Narkoba

Dalam Seminggu, Polres Jaksel Tangkap 26 Tersangka Kasus Narkoba

Megapolitan
Tumpukan Sampah Kayu dan Bambu di Kali Bekasi Disebut Tak Pernah Dibersihkan

Tumpukan Sampah Kayu dan Bambu di Kali Bekasi Disebut Tak Pernah Dibersihkan

Megapolitan
Bima Arya Sebut Rizieq Shihab Dirawat di RS Ummi Bogor karena Kelelahan

Bima Arya Sebut Rizieq Shihab Dirawat di RS Ummi Bogor karena Kelelahan

Megapolitan
Gunung Sampah Kayu dan Bambu Jadi Pemandangan Baru di Kali Bekasi

Gunung Sampah Kayu dan Bambu Jadi Pemandangan Baru di Kali Bekasi

Megapolitan
BNNK Jakarta Utara Rekomendasikan Millen Cyrus Direhabilitasi

BNNK Jakarta Utara Rekomendasikan Millen Cyrus Direhabilitasi

Megapolitan
Jumat, Polda Metro Kembali Gelar Tes Rapid dan Swab di Petamburan

Jumat, Polda Metro Kembali Gelar Tes Rapid dan Swab di Petamburan

Megapolitan
Kasus Meningkat, Ruang ICU Khusus Pasien Covid-19 di Tangsel Penuh

Kasus Meningkat, Ruang ICU Khusus Pasien Covid-19 di Tangsel Penuh

Megapolitan
Keluarga Ajukan Millen Cyrus Direhabilitasi

Keluarga Ajukan Millen Cyrus Direhabilitasi

Megapolitan
Bocah yang Hanyut di Kanal Banjir Barat Ditemukan Meninggal Dunia

Bocah yang Hanyut di Kanal Banjir Barat Ditemukan Meninggal Dunia

Megapolitan
Idris Positif Covid-19, Debat Pilkada Depok Tetap Akan Digelar 2 Lawan 1

Idris Positif Covid-19, Debat Pilkada Depok Tetap Akan Digelar 2 Lawan 1

Megapolitan
Agustinus Woro, Sang Pemanjat Menara SUTET hingga Tiang Baliho di Jakarta

Agustinus Woro, Sang Pemanjat Menara SUTET hingga Tiang Baliho di Jakarta

Megapolitan
Rumah Sakit Hampir Penuh, Dinkes Tangsel Rujuk Pasien Covid-19 ke Wilayah Tetangga

Rumah Sakit Hampir Penuh, Dinkes Tangsel Rujuk Pasien Covid-19 ke Wilayah Tetangga

Megapolitan
Ada Unsur Tindak Pidana, Kasus Kerumunan Rizieq Shihab di Petamburan Naik ke Penyidikan

Ada Unsur Tindak Pidana, Kasus Kerumunan Rizieq Shihab di Petamburan Naik ke Penyidikan

Megapolitan
Kuasa Hukum Nilai Vonis Hakim Lindungi 11 Oknum TNI Penganiaya Warga hingga Tewas

Kuasa Hukum Nilai Vonis Hakim Lindungi 11 Oknum TNI Penganiaya Warga hingga Tewas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X