Kompas.com - 13/02/2020, 14:31 WIB
Konferensi pers kasus pencurian dengan modus menyamar sebagai petugas PLN dan PAM di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (13/2/2020) KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIKonferensi pers kasus pencurian dengan modus menyamar sebagai petugas PLN dan PAM di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (13/2/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Komplotan pencuri dengan modus menyamar sebagai petugas PLN sudah empat tahun beroperasi.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan, mereka biasa beraksi di berbagai wilayah hukum Polda Metro Jaya, yakni Jakarta Pusat, Timur, Selatan hingga Tangerang.

"Ada beberapa titik contohnya, di Jakarta Pusat ada dua titik, di daerah Kampung Bali, dan jalan Kartini. Kemudian di Jakarta Timur ada tiga titik, kemudian di wilayah Tangerang ada tiga TKP, wilayah Selatan ada tiga TKP," kata Heru di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (13/2/2020).

Baca juga: 4 Pencuri Bermodus Petugas PLN dan PAM Ditangkap Polisi

Saat mengincar sebuah rumah, mereka akan mengelabui korban dengan berpura-pura mengukur meteran listrik dan air rumah korbannya.

Salah satu tersangka lantas mengalihkan perhatian korban dengan cara berbincang. Setelah dirasa perhatian korban teralihkan, tersangka lainnya akan masuk ke rumah dan menuju kamar utama.

"Mereka sedapatnya saja, di dalam lemari dapatnya Rp 8.000.000 diambil, ada jam tangan diambil. Tapi hitungannya dia hanya menit, jadi tidak mencari lebih daripada yang ada di situ. Dapat (barang), dia keluar," ujar Heru.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Heru mengatakan, para pelaku ini baru tertangkap setelah empat tahun beroperasi. Selain itu, karena kebanyakan korban tidak melapor.

Dalam kasus ini para tersangka cukup jeli, memilih rumah yang tidak memiliki CCTV sebagai sasaran pencurian.

"Laporan ini kita belum konfirmasi apakah di polres-polres lain ada laporan atau tidak. Setelah ini akan kita konfirmasi apa ada laporan di masing-masing wilayah," ujar Heru.

Baca juga: Polisi Tangkap 5 Pencuri Spesialis Rumah Kosong di Jakarta Barat

Adapun pada Selasa (4/2/2020) lalu, polisi menemukan salah satu tersangka berinisial J di sebuah apartemen di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Saat ditangkap, J mengakui perbuatannya dan memberi tahu identitas teman-temannya yakni S, M, RA dan I. Untuk S, M, dan RA telah ditahan di rumah tahanan Polres Metro Jakarta Pusat sementara I masih dalam pencarian.

Terhadap para tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petugas Puskesmas Kerja Berlebih: Dari Vaksinasi Covid-19, Penelusuran, hingga Pantau Pasien

Petugas Puskesmas Kerja Berlebih: Dari Vaksinasi Covid-19, Penelusuran, hingga Pantau Pasien

Megapolitan
Tempat Wisata Ancol Tutup Sementara Mulai Kamis Besok

Tempat Wisata Ancol Tutup Sementara Mulai Kamis Besok

Megapolitan
Kasus Covid-19 Lebih Parah dari Gelombang Pertama, Kenapa Depok Tetap Hindari Lockdown?

Kasus Covid-19 Lebih Parah dari Gelombang Pertama, Kenapa Depok Tetap Hindari Lockdown?

Megapolitan
UPDATE Klaster Warakas: Kini Ada 37 Warga yang Terpapar Covid-19

UPDATE Klaster Warakas: Kini Ada 37 Warga yang Terpapar Covid-19

Megapolitan
Mikro Lockdown Kampung di Gandaria Selatan, Jam Malam Diberlakukan

Mikro Lockdown Kampung di Gandaria Selatan, Jam Malam Diberlakukan

Megapolitan
Buat SIM Harus Pakai Sertifikat Vaksinasi Covid-19, Polda Metro: Info Hoaks

Buat SIM Harus Pakai Sertifikat Vaksinasi Covid-19, Polda Metro: Info Hoaks

Megapolitan
Ikut Vaksin Massal, Warga Bekasi Mulai Berdatangan ke Stadion Patriot

Ikut Vaksin Massal, Warga Bekasi Mulai Berdatangan ke Stadion Patriot

Megapolitan
Jalan Terjal Sutiyoso Wujudkan Transjakarta

Jalan Terjal Sutiyoso Wujudkan Transjakarta

Megapolitan
SMKN 24 Jakarta Siap Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

SMKN 24 Jakarta Siap Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

Megapolitan
Catat, Ini 6 Lokasi Sentra Vaksinasi di Jakarta

Catat, Ini 6 Lokasi Sentra Vaksinasi di Jakarta

Megapolitan
Cara Mengecek Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Jabodetabek

Cara Mengecek Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Jabodetabek

Megapolitan
Dilema Wacana Pengetatan PSBB di Jakarta: Pendapatan Daerah Seret, Pandemi Terus Memburuk

Dilema Wacana Pengetatan PSBB di Jakarta: Pendapatan Daerah Seret, Pandemi Terus Memburuk

Megapolitan
Warga Jakarta Bisa Menikmati Layanan Ambulans Gratis, Begini Caranya

Warga Jakarta Bisa Menikmati Layanan Ambulans Gratis, Begini Caranya

Megapolitan
Ketua IDI Tangsel Imbar Umar Gazali Meninggal Dunia karena Covid-19

Ketua IDI Tangsel Imbar Umar Gazali Meninggal Dunia karena Covid-19

Megapolitan
Bertambah Lagi, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Tembus 8.096 Orang

Bertambah Lagi, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Tembus 8.096 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X