Ribuan Botol Miras di Matraman Disita, Pemiliknya Diduga Tak Punya Izin Jual

Kompas.com - 13/02/2020, 15:51 WIB
Petugas Satpol PP Jakarta Timur saat sita ribuan botol minuman berakohol di Jalan Kayumanis 10, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (13/2/2020). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIPetugas Satpol PP Jakarta Timur saat sita ribuan botol minuman berakohol di Jalan Kayumanis 10, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (13/2/2020).
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Polri, dan TNI menyita 1.650 botol minuman berakohol di salah satu rumah di Jalam Kayumanis 10, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (13/2/2020).

Kepala Satpol PP Jakarta Timur Budhy Novian mengatakan, razia minuman beralkohol itu dilakukan berdasarkan laporan masyarakat bahwa rumah itu diduga menjadi tempat penjualan minuman berakohol.

"Hari ini kita lakukan penyegelan kegiatan usaha minuman berakohol berdasarkan pengaduan warga masyarakat. Adapun kita lakukan pengamanan sementara barang bukti berupa 1.650 botol minuman berakohol," kata Budhy di lokasi, Kamis.

Baca juga: Dua Pria di Ciracas Meninggal Dunia Usai Tenggak Minuman Diduga Miras Oplosan

Budhy menambahkan, ribuan botol minuman berakohol yang disita itu terdiri dari berbagai macam merk.

Diduga penyitaan minuman berakohol itu dilakukan karena pemilik tempat belum memiliki izin menjual minuman tersebut.

"Terkait perizinan kita sudah satu bulan lebih melakukan kajian bahwa mereka beralasan mengantongi izin menjual sebagai pengecer atau perdagang besar minuman berakohol berdasarkan izin layanan OSS," ujar Budhy.

"Kemudian kita lakukan konfirmasi ke BKPM, dari BKPM bersurat secara resmi bahwa izin yang dikeluarkan itu belum berlaku efektif," lanjut Budhy.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X