Hakim Sedang Pergi, Sidang Tuntutan Pria Ancam Akan Penggal Kepala Jokowi Ditunda Lagi

Kompas.com - 13/02/2020, 16:21 WIB
Sidang kasus pria yang ancam penggal kepala Jokowi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang kembali di tunda, Kamis (13/2/2020) KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARISidang kasus pria yang ancam penggal kepala Jokowi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang kembali di tunda, Kamis (13/2/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sidang Hermawan Susanto, pria yang didakwa karena video rekaman berisi ancaman akan memenggal kepala Jokowi yang dijadwal hari ini, Kamis (13/2/2020), kembali ditunda.

Sidang yang beragendakan pembacaan tuntutan terhadap Hermawan ditunda lantaran Hakim Ketua Makmur meninggalkan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sebelum sidang dimulai.

"Hakim lagi berhalangan hadir,  kita enggak bisa lengkap untuk hari ini," kata hakim pengganti yang akhirnya menunda sidang di lantai 3 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat itu.

Baca juga: Pria yang Mengancam Akan Penggal Kepala Jokowi Akui Kesalahannya

P Permana selaku jaksa penuntut umum (JPU) kasus tersebut mengatakan, hakim yang memimpin sidang itu mendapat panggilan oleh atasannya.

"Hakimnya mendadak dipanggil pimpinannya. Entah dari Pengadilan tinggi atau MA," kata Permana.

Sementara itu, kuasa hukum dari Hermawan mengaku melihat hakim meninggal pengadilan saat ia baru tiba di lokasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akhirnya hakim pengganti yang memimpin persidangan tersebut menunda sidang itu pada Senin (17/2/2020) pekan depan.

Ini merupakan kali kedua sidang yang beragendakan pembacaan tuntutan JPU terhadap terdakwa ditunda. Minggu lalu, sidang ditunda lantaran JPU yang seharusnya membacakan tuntutan sedang sakit.

Baca juga: Soal Ancaman Pemenggalan Kepala, Jokowi Serahkan Proses Hukum ke Polisi

"Seharusnya hari ini pembacaan tuntutan JPU. Tapi pada hari ini JPU kurang sehat jadi tidak dapat membacakan tuntutan," ucap Hakim Ketua Makmur di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2020).

Hermawan didakwa berbuat makar. Ia didakwa dua pasal, yakni Pasal 104 KUHP dan Pasal 110 jo 87 KUHP tentang perbuatan makar.

Pasal itu dikenakan karena ancamannya kepada Presiden Jokowi di depan Bawaslu. Ancaman itu direkam dan viral di media sosial.



Video Rekomendasi

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

22 Reklame Rokok di Jakarta Timur Telah Ditertibkan

22 Reklame Rokok di Jakarta Timur Telah Ditertibkan

Megapolitan
Tertabrak Bus Saat Sedang Belok, Pengendara Motor Tewas di Kalideres

Tertabrak Bus Saat Sedang Belok, Pengendara Motor Tewas di Kalideres

Megapolitan
Sentra Flora dan Fauna di Semanan Akan Direvitalisasi

Sentra Flora dan Fauna di Semanan Akan Direvitalisasi

Megapolitan
Seorang Ustaz di Bekasi Jadi Korban Begal

Seorang Ustaz di Bekasi Jadi Korban Begal

Megapolitan
Pohon Tumbang di Simpang Tugu Jam, Jalan Margonda Raya Padat Merayap

Pohon Tumbang di Simpang Tugu Jam, Jalan Margonda Raya Padat Merayap

Megapolitan
Warga Bantargebang Bergumul dengan Bau Setiap Hari, Air Tanah pun Sudah Tercemar

Warga Bantargebang Bergumul dengan Bau Setiap Hari, Air Tanah pun Sudah Tercemar

Megapolitan
Empat Kali Beraksi, Begal di Kawasan Bintaro Mengaku Iseng

Empat Kali Beraksi, Begal di Kawasan Bintaro Mengaku Iseng

Megapolitan
Anies Merasa Senang Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Tanah Munjul

Anies Merasa Senang Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Tanah Munjul

Megapolitan
Sejumlah Bar di Jaksel Masih Membandel, Aparat Beri Denda hingga Puluhan Juta

Sejumlah Bar di Jaksel Masih Membandel, Aparat Beri Denda hingga Puluhan Juta

Megapolitan
Tinjau Vaksinasi, Anies: Positivity Rate Jakarta 0,7 Persen

Tinjau Vaksinasi, Anies: Positivity Rate Jakarta 0,7 Persen

Megapolitan
Gadis 13 Tahun Jadi Korban Kekerasan Seksual di Kota Tangerang, Kasus Dilaporkan Sejak 2020

Gadis 13 Tahun Jadi Korban Kekerasan Seksual di Kota Tangerang, Kasus Dilaporkan Sejak 2020

Megapolitan
Kasus Pria Disekap dan Dianiaya di Duren Sawit Berujung Damai, Polisi: Tak Ada yang Buat Laporan

Kasus Pria Disekap dan Dianiaya di Duren Sawit Berujung Damai, Polisi: Tak Ada yang Buat Laporan

Megapolitan
Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Pria Gantung Diri Saat 'Live' TikTok di Rusun

Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Pria Gantung Diri Saat "Live" TikTok di Rusun

Megapolitan
Hujan Deras dan Angin Kencang di Margonda Depok, 2 Mobil Ringsek Tertimpa Panel Bangunan

Hujan Deras dan Angin Kencang di Margonda Depok, 2 Mobil Ringsek Tertimpa Panel Bangunan

Megapolitan
Kejaksaan Cabut Banding Vonis Eks Dirut Garuda Terkait Penyelundupan Harley dan Brompton

Kejaksaan Cabut Banding Vonis Eks Dirut Garuda Terkait Penyelundupan Harley dan Brompton

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.